17 Mei 2011

Apakah BBC Punya Masalah dengan Muslim?


Apakah BBC Punya Masalah dengan Muslim



Islamofobia nampaknya sudah merambah ke seluruh lini kehidupan masyarakat Barat, termasuk media massanya. Kesan ini terlihat dari acara "The Biq Questions" yang ditayangkan stasiun televisi BBC pada Minggu (15/5).


Program itu mengangkat tema "Does Britain Have a Problem with Muslims?". Dari judulnya saja mengilustrasikan bahwa persoalan Islamofobia sudah memasuki ranah media. Bisa dibayangkan jika media sekaliber BBC menayangkan program bertajuk "Does Britain Have a Problem with Jews?" atau "Does Britain 

Have a Problem with Blacks?"

Yang menjadi pertanyaan mengapa BBC mengangkat tema yang tendensius, apakah BBC punya masalah dengan Muslim?

Pembawa acara Nicky Campbell membuka acara dengan pernyataan yang bias, "Usamah Bin Ladin mungkin sudah mati, tapi para pengikutnya tetap hidup. Pada hari Jumat, Taliban Pakistan membunuh 80 orang untuk membalas kematian Bin Ladin ..."

"Sekarang, Inggris juga menjadi pusat penyebaran ideologi para islamis, yang bukan hanya berpotensi menimbulkan resiko keamanan, tapi juga bisa memicu ketegangan di tengah masyarakat kita. Jadi, satu pertanyaan besar kita pagi ini adalah: apakah Inggris punya masalah dengan umat Islam?"

Panelis yang dihadirkan dalam acara itu juga sama sekali tidak imbang. Hanya satu panelis yang mewakili suara Muslim, yaitu Salma Yaqoob yang dikenal sebagai tokoh cendikiawan muslim di Inggris. Selebihnya adalah wartawan dari kelompok sayap kiri Ann Leslie, Taj Hargey dari Muslim Educational Centre of Oxford (MECO) dan Maajid Nawaz dari Quilliam Foundation--sebuah lembaga think tank berbasis di London, yang dibentuk oleh pemerintah Inggris untuk menangkal "ekstrimisme" dan "Islamisme" di Inggris.

BBC nampaknya sengaja menghadirkan Hargey dan Nawaz, dua tokoh yang sebenarnya tidak populer bahkan kurang disukai oleh komunitas Muslim di Inggris. Padahal banyak tokoh Muslim di Inggris yang jauh lebih baik dari kedua orang tersebut. BBC juga tidak mencoba menghadirkan Anjem Choudary, meski oleh pemerintah Inggris Choudary dicap sebagai da'i yang radikal dan ekstrim.

Di tengah acara, Nicky Campbell baru mengatakan bahwa pihaknya memang sengaja tidak mengundang Choudary tanpa menjelaskan alasannya. Yang menarik perhatian, dalam acara itu, Ann Leslie mengambil kesempatan untuk menghina para muslimah berjilbab. Ia menyebut muslimah berjilbab seperti orang yang mengenakan "kantong sampah."

Untunglah para pemirsa yang memberikan pendapatnya dalam acara itu menjadi penyeimbang panel diskusi yang berat sebelah itu. Salma Yaqoob bahkan menjadi sasaran makian pemirsa yang anti-Islam. Tapi tokoh-tokoh seperti Saleem Chagtai, Myriam Francois Cerrah, Chris Allen dan Yusuf Al-Khoei memberikan pandangan yang positif tentang eksistensi komunitas Muslim di Inggris.

Program BBC yang kali ini mengangkat tentang Muslim ternyata mendapat perhatian dari kelompok rasial anti-Muslim English Defence League (EDL). Sekitar 400 komentar masuk ke laman Facebook EDL yang memuat status tentang acara tersebut. Kebanyakan komentar berisi pernyataan kebencian terhadap Muslim. (ln/IW)

Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar