HATI-HATI 10 HAL PEMBATAL SYAHADAT

Allah telah mewajibkan bagi seluruh hambanya untuk masuk ke dalam Islam dan berpegang teguh dengan ajaran-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang menyimpang darinya....

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM

Inilah hal pertama yang harus kita pelajari dalam islam yaitu mengenal manusia, mengenal diri kita. Jika ada anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya,....

Trading Forex Modal Gratis 15$

Anda mudah dalam Membuka Account Live untuk transaksi real, tidak terbatas membuka akun demo sebagai sarana untuk menguji atau latian, berbagai jenis account forex...

Mengenal Al-Quran.

Al-Quran berasal dari kata : ?َ?? - ???? - ????? - ????? berarti bacaan. Al-Quran adalah Kalamullah yang mulia dan terpelihara

Mengenal Allah

Mengenal Allah SWT, adalah suatu bagian terpenting bagi seorang yang mendeklarasikan dirinya seorang Muslim. Manalah mungkin ia bisa mengatakan dengan lantang bahwa dirinya muslim, sementara ia tidak mengenal dan memahami Allah yang menjadi sembahannya.

Skenario Global Kehidupan Manusia

Kehidupan dibumi telah dilalui pada suatu masa yang penuh dengan kegelapan. Tidak ada toleransi dan persamaan hak diantara mereka. Pertumpahan darah dan permusuhan berlangsung sebagai suatu hal yang biasa.

Makna Dien-ul-Islam

Sesungghnya Islam itu dien samawi yang befungsi sebagai rahmat dan nikmat bagi manusia seluruhnya. Din Islam memiliki nilai kesempurnaan yang tinggi, lagi pula sesuai dengan fitrah manusia dan cocok dengan tuntutan hati nuranimanusia seluruhnya sebagai makhluk ciptaan Allah dalam menerima Dinullah yang hak.

Tampilkan postingan dengan label Islam di Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam di Amerika. Tampilkan semua postingan

13 Sep 2012

Islamic Center di Selatan California - USA

Islamic Center of Southern California (ICSC) - USA beralamat di, 434 South Vermont Avenue, Los Angeles, CA 90020. Islamic Center of Southern California adalah organisasi independent untuk mempraktekan dan menyebarkan Islam di Amerika Serikat dengan menyediakan layanan agama, fasilitas pendidikan dan rekreasi bagi anggota masyarakat luas. Dan bertujuan memunculkan identitas Muslim Amerika.
sumber :  http://icsconline.org/

Ideologi

  1. Sumber Islam adalah Al-Qur'an dan otentik (atau 'sahih' dalam bahasa Arab), non-kontroversial disampaikan, tradisi segel para utusan, Muhammad (saw). Tradisi-tradisi lain, aturan buatan manusia, perilaku etnis, dll, tidak sempurna, dan tidak dianggap sebagai sumber Islam.
  2. Islam adalah rahmat Allah yang universal. Muslim mengidentifikasi terutama sebagai Muslim bukan sebagai sebuah kelompok etnis, ras, warna kulit, atau suku. Tidak ada kegiatan etnis, atau nada yang diperbolehkan dalam Pusat.
  3. Bahasa Arab diajarkan sebagai bahasa Al-Qur'an. Bahasa komunikasi dan kegiatannya Pusat, adalah bahasa tempat tersebut, yaitu bahasa Inggris.
  4. Sekte, sekolah pemikiran (atau 'madhab' dalam bahasa Arab), adalah masalah preferensi pribadi, bukan kebijakan komunitas. Urusan umat Islam harus ditangani melalui konsultasi (atau 'syura' dalam bahasa Arab), disiplin dan organisasi.
  5. Pusat ini berkomitmen untuk kinerja progresif dan keadaan seni di semua cara dan sarana untuk memproyeksikan dan menyebarkan Islam. Pria dan wanita sama-sama bertanggung jawab untuk menempatkan upaya, merumuskan kebijakan dan merancang rencana untuk Pusat.
  6. Pusat tidak percaya bahwa pemisahan jenis kelamin adalah jaminan kebenaran, namun kerendahan hati, kesopanan, dan mengamati larangan bahwa Allah dan Rasul-Nya didikte, serta kemurnian hati dan kejernihan hati nurani, yang jaminan .
  7. Sementara advokasi kode etik dan perilaku Islam, kami percaya bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Dan kami percaya bahwa pertimbangan perasaan semua manusia adalah masalah hormat dan perhatian.


Pelayanan

1. Pelayanan Sosial

Kami menyediakan layanan sosial berkualitas tinggi, seperti konseling keluarga, kegiatan dan aktifitas sosial, pertemuan-pertemuan pendidikan, dan bantuan keuangan, yang diperlukan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Muslim.

2. Pelayanan Ke-agama-an

ICSC ini berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan spiritual dan keagamaan masyarakat Muslim dengan mendidik anggotanya tentang ritual keagamaan mereka dan memberikan layanan berkualitas tinggi agama meliputi semua aspek spiritualitas Islam dan ibadah.
  • Shalat harian dan Shalat Jum'at
  • Perayaan hari raya Ied.
  • Program-program Ramadhan
  • Program-program Ibadah Haji
  • Program Hari Minggu

3. Pelayanan Penyelenggaraan Pernikahan

ICSC melayani pelayanan penyelenggaraan pernikahan termasuk konseling dalam rangka untuk dapat menikah seseorang harus memenuhi :
  • Ijin pernikahan dari County atau Sertifikat resmi pernikahan.
  • Dua orang saksi muslim.  
  • Katu identifikasi yang berlaku dari pemerintah..
  • All those under 35 have to complete our online Pre-Marriage course.
  • $250 fee payable to the Islamic Center (for on-site marriages).
  • A dowry, i.e. a gift from the groom to the bride must be agreed upon before the service

4. Pelayanan Penguburan

We are committed to providing quality service and guidance to all Muslims to assist in fulfilling the religious duties of performing proper Islamic burial for their decease.  The Center provides local burial services at Rose Hills Memorial Park, out­-of-state, or overseas transportation of the deceased. 


Lanjutkan Membaca ...

Kisah Melinda Baily Menjadi Muallaf

Hi. namaku adalah Melinda Baily. Saya menjadi muallaf ( memeluk Islam) sejak 3 tahun yang lalu, dan saya ingin menjawab beberapa pertanyaan umum yang diajukan kesaya tentang bagaimana saya menemukan Islam.

Sebenarnya, setelah saya pindah ke South Carolina dari Buffalo, New York, Kakek dan nenek saya telah tinggal disana (South Carolina) dan mereka adalah penganut katolik. Kedua orang tua saya lahir sebagai katolik, ayah saya seorang keturunan Polandia (polish) dan ibu saya adalah keturunan Italia, Namun pada akhirnya kedua orang tua saya pindah keyakinan menjadi seorang Kristen dari gereja non-denominasi di Buffalo dan kemudian kami ke North Carolina sekitar 8 tahun yang lalu.

Kisah Kakakku

Saat itu kami masih pergi ke gereaja dan kemudain kakak saya bertemu seseorang dan dia mengatakan bahw pria tersebut adalah seorang Muslim. Hubungan mereka menjadi hubungan yang serius. Saat itu saya tidak mengerti sedikitpun tentang Islam. Kami sangat mendedikasikan hidup ke Kristen. Kemudian kakak saya mulai mempelajari Islam dan kami menerima pria tersebut dengan hagat dan tangan yang terbuka. Kami sangat serius untuk belajar tentang pandangan-pandangannya, agama nya dan beberapa hal lainnya. Dan kemudian kakak ku akhirnya menikah dengannya.

Dengan pernikahannya, kakak ku ini kemudian memutuskan keinginannnya untuk mempelajari lebih dalam agama sebelum mereka memiliki anak. Dia ingin membuat keputusan bagaimana dia membesarkan anak-anaknya sebab ia tidak ingin mengenalkan anak-anaknya kepada agama yang ia tidak meyakininya. Dia ingin mereka mendukung sesuatu yang dia yakin tentangnya. Dia mempelajari Islam sekitar 2 tahun dan kemudian memutuskan memeluk (konversi) ke Islam, dan dia mengatakan kepada keluarga kami bahwa dia tidak lagi meyakini ajaran trinitas dan mengatakan bahwa ia telah mempelajari banyak hal dalam Islam.  Keputusan ini awalnya menakutkan bagi kami karena banyaknya miskonsepsi tentang Islam dan juga perubahan-perubahan besar pada dirinya; yaitu system keyakinannya, bagaimana dia bertingkah laku dan bagaimana cara dia berpakaian.
Bagi saya saat itu saya tidak begitu tertarik kepada Islam, dan saya hanya ingin melakukan penelitian untuk diri pribadi dan memutuskan apa yang saya yakini dan apa yang menurut saya benar. Namun ternyata hal ini berdampak pada keluarga saya yang akhirnya berhenti mengunjungi gereja meski tetap mempraktekkan dan meyakini ajaran kristen. Saat itu saya masih terlalu muda dan baru saja melalui masa SMA, dan membuat saya menjadi bingung tentang apa yang saya yakini. Orang tua saya mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang kakak saya katakan. Hal itulah yang memicu saya untuk mempelajari lebih dalam dan memutuskan apa yang saya yakini dan apa yang menurut saya benar dan tidak hanya sekedar menerima keyakinan yang saya anut sejak lahir. Saya percaya, pencarian saya akan memperkuat saya dalam kristen atau memperkuat saya jika saya beralih ke Islam.  Itulah tujuan dari rencana yang harus saya dapatkan. Then my sister had moved oversees, and every time she came back to visit us like for the summer time she was a lot more religious and a lot more strict in religion. It was very scary to see these changes. Then she introduced me to somebody that was also a Muslim, and I started a relationship with him. Before we got serious, we decided that we were going to separate and not see each other, and that I was really going to research about religion and then decide what I really wanted to believe before I started a serious relationship with this person.

Researching Islam

So then I started to research the religion. My motivation was to decide whether I am going to continue the relationship with this person and have a serious relationship with him because that was a big step. We are having somebody from a different religion in a cross-cultural marriage that is difficult enough as having two people marrying who were practicing different religions. I really wanted to research before I made a decision. When I started researching, the first thing I researched was women’s rights in Islam. The truth is that I had heard a lot of rumors. We used to see a lot of things in the media and I had a lot of misconceptions that I wanted to find out what the religion actually practices. So I had a lot of misconceptions about what the rights of women were in Islam. I thought before that women were forced to cover, they had to walk behind their husband or something out of respect, and they have to sit at the backseat of the car, and such kinds of common misconceptions. When I actually started researching, I found a lot of things that I was really surprised, that there was a lot of rights that I agreed with in the religion, and a lot of rights they had given women. For instance a woman has the right to hold her own property and have her own business, and be in charge of her own money and make business deals and stuff without any male influence from her husband who doesn’t have any right to her money, any right to her inheritance and her father doesn’t. She is able to hold property and make business and stuff on her own. That was something I was really surprised to hear about because they were some of the misconceptions that people normally have. So I kind of agreed with a lot of points. So I continued researching about what the religion was actually saying. One of the big things was what Muslims worshipped. I didn’t really know what they actually believed in. I thought maybe they worshipped Muhammad and they didn’t believe in Jesus and didn’t believe in God. When I actually researched I found out that they do believe in Jesus and they do believe in God, but they don’t believe in the trinity. We have stories about Abraham, Moses and Noah and so many things are exactly the same. But the thing that was different was the trinity Some of the stories in Quran made it very easy to research Islam because I was so used to many of the ideas and many of the stories because there were so many similarities between Christianity and Islam, especially that I was born and raised Christian I used to hear similar stories and they were the same ones. We have the same prophets. We have stories about Abraham, Moses and Noah and so many things are exactly the same. But the thing that was different was the trinity.

Jesus in Islam

Muslims don’t worship Muhammad (peace be upon him) but Muhammad was a prophet and he was the last prophet. Their relationship with Jesus is that they believed he was one of the most well-respected prophets, but didn’t believe he actually is God but believe he is a man and a prophet of God and he told people to worship God as One. A common thing which was a big debate between Muslims and Christians was that the Muslim standpoint is that worshiping Jesus as a God in place of the father is considered as associating partners with God. So when I started to research the ideas of Jesus in Islam, a lot of things made a lot of sense, because when I researched what the trinity really was I realized, personally to me, that it didn’t make 100% sense to me. It was something I was used to practice and believe in but I didn’t really question because I thought it was wrong to question things about my religion. So I had the idea that it was really wrong to look for something else or have any reasons to do so. I was comfortable with my beliefs and practicing Christianity. I found also that they believe in the virgin birth. And a lot of points I was researching like the difference between the points that the Christians made about Jesus is that Jesus is the son of God and that he is God, compared to what the Muslims said that Jesus is a prophet of God but he is not God himself and that you have to worship God and tell people to worship God only and he didn’t ask people to worship him. So researching the whole different points that Muslims had made and points that Christians had made, and doing it open-mindedly and freely. One of the things I had liked about Islam was that it is OK to ask questions and research if something doesn’t make sense, and it should scientifically, historically or logically make sense. That was really one of the things I enjoyed about Islam, that there is a lot of the scientific points in the religion that were proven to be true. There are a lot of common grounds that the most closely related religion to Islam is Christianity. But one of the points when I did my research that really had personally hindered me when I really thought that Muslims had valid points and that this was a good belief system they had, what I heard about in the media and what I heard about from different cultures. There are so many different Muslim countries and each of them have their own cultural influences in their practices, that is not the actual religious practicing. Islam is a religion that’s almost 1500 year old. Countries have been introduced to the religion, but they changed some of its practices through their cultural habits. Then which of the favours of your Lord will ye deny? Qur'an 55:13 Sumber : http://www.onislam.net/english/reading-islam/my-journey-to-islam/contemporary-stories/454836-my-sisters-future-husband-introduced-me-to-islam.html
Lanjutkan Membaca ...

List tempat shalat Jumat dan Masjid di Chicago - IL - USA

Chicago , Illinois adalah sebuah wilayah bagian terbesar dari komunitas yang beragam ummat muslim di Amerika Utara (United States of America). Masjid adalah pusat komunitas bagi muslimin yang berpera penting dalam membangun identitas dan ikatan sosial, tidak terkecuali bagi umat Islam di daerah Chicago. Beberapa masjid mengeemas acara untuk anak-anak dan keluarga setiap akhir pekan.

Sumber :  http://www.ciogc.org

Berikut ini adalah daftar tempat penyelenggaraan dan Masjid-masjid di Daerah Chicago, kota di negara bagian Illinois.

Islamic Organization AddressCity St Zip Phone
Aurora Mosque 1187 Timberlake Dr. Aurora IL 60506 630 801-PRAY
Islamic Community of IL, Bensenville 8 O’Hare Ct. Bensenville IL 60106 630 766-6466
Albanian American Islamic Center 5825 St. Charles Road Berkeley IL 60103 708 544-2609
Islamic Center of Bloomington-Normal 2911 Gill St. Bloomington IL 61704 309 664-0304
Masjid El-Islam (MAB) 560 E. Frontage Rd. Bollingbrook IL 60440 630 972-0701
Aqsa School 7361 W. 92nd St. Bridgeview IL 60455 708 598-2700
Mosque Foundation 7360 W. 93rd St Bridgeview Il 60521 708 430-5666
Universal School 7350 W. 92nd St. Bridgeview IL 60455 708 599-4100
MECCA 745 McClintock Dr.#13 Burr Ridge IL 60527 630 323-3210
Islamic Center of Western Suburbs 604 Chesnut Dr. Carol Stream IL 60188 630-668-2759
Islamic Center of Greater Centralia 244 S. Broadway Centralia IL 62801 618 533-3080
Al-Farooq Masjid 8950 S. Stony Island Chicago IL 60617 773 425-0125
Al-Madina Islamic Center 1701 W. Wallen Ave Chicago IL 60626 773 274-1184
American Islamic College 640 W. Irving Park Chicago IL 60613 773 281-4700
At-Takaful Islamic Society (ICC) 5933 N. Lincoln Ave Chicago IL 60659 773 989-9330
Baba’s Palace Restaurant 334 W. Chicago Ave Chicago IL 60610 312 867-7777
Bangladesh Islamic Center 3119 W. Granville Chicago IL 60659 708-598-5998
Bosnian Masjid 4731 N. Lawndale Chicago IL 60625 847 452-7339
Chicago Islamic Center 3357 W. 63rd St. Chicago IL 60629 773 436-8083
Daavat Restaurant 211 W. Walton Ave Chicago IL 60659 312 335-8185
Downtown Islamic Center 231 S. State Chicago IL 60604 312 939-9095
East West University 816 S. Michigan Chicago IL 60605 312 939-0111
Ephraim Bahar Cultural Center 2525 W. 71 St. Chicago IL 60629 773 476-8684
Haqqani Sufi Lodge 813 W. Windsor Chicago IL 60640
ICNA Dawah Center 6224 N. California Chicago IL 60659 773 764-7526
Inner City Islamic Center 5301 S. Justine Chicago IL 60609
Islamic Community Ctr. Of Illinois 6435 W. Belmont Chicago IL 60634 773 637-3755
Islamic Dawah Center 24 N. Pulaski Chicago IL 60618 773 772-8005
Jamia Masjid 6340 N. Campbell Chicago IL 60659
Jesse Brown Veteran’s Hospital 820 S. Damen Ave Chicago IL 60612
Makki Masjid Inc. 3418 W. Ainslie St. Chicago IL 60625 773 588-8865
Masjid Al-Fatir 1200 E. 47th St. Chicago IL 60615 312-409-8779
Masjid Al-Ihsan 227 E. 51 St. Chicago IL 60615 773 268-1000
Masjid Al-Latif 1738 W. 51 St Chicago IL 60609 773 792-6825
Masjid Al-Muhajereen 3777 W. Columbus Chicago IL 60659 773 581-1083
Masjid Muminun 86071/2 S. Ashland Chicago IL 60620 773-274-2435
Masjid Al-Noor 6151 N. Greenview Chicago IL 60660 773 743-9364
Masjid Al-Qadir 7920 S. Kingston Chicago IL 60617
Masjid Al-Taqwa 955 W. Foster Chicago IL 60640 773 769-5486
Masjid As Salam 4819 S. Ashland Ave Chicago IL 60609
Masjid Hameedia 1456 W. Elmdale Chicago IL 60660 773 274-2435
Masjid Rahmat 6412 N. Talman Ave Chicago IL 60645 773 761-6065
Masjid-e Kausar (Basement) 4542 N. Whipple Chicago IL 60625 773 267-2512
Masjid-E-Syed Hashim 7419 N. Western Ave Chicago IL 60645 773 262-6680
Masjid-E-Tahoora 6526 N. Seeley Avenue Chicago IL 60645 773 381-3135
Midwest Masoon Association 6111 W. Addison Rd. Chicago IL 60634 773 283-9718
Mosque of Umar 11405 S. Michigan Chicago IL 60628 773 660-0399
MSA of UIC Chicago Circle Ctr. 8th fl Chicago IL 773-413-1505
Muslim Community Center 4380 N. Elston Chicago IL 60641 773 725-9047
Muslim House 8008 S. Cottage Grove Chicago IL 60619
Nigerian Islamic Association 910 W. Sheridan Rd Chicago IL 60640 773 665-2451
Northside Mosque 1017 W. Roscoe St Chicago IL 60657 773 973-7191
O’Hare Airport Terminal 2 (Chapel) O’Hare Airport Chicago IL 312-684-9600
Rush Hospital 1653 W. Congress Pkwy Chicago IL 60612
Stroger (Cook County) Hospital 1801 W. Harrison Chicago IL 60612
Taqwa Islamic Center 1515 W. 88 St. #310 Chicago IL 60620 773 429-0032
Turkish American Cultural Alliance 3845 N. Harlem Ave Chicago IL 60634 773 725-3655
Zaiqa Restaurant 858 N. Orleans Chicago IL 60610 312 280-1652
Northwest Indiana Islamic Ctr 9803 Colardo Ave Crown Point IN 46307 219 756-7622
Islamic Society of Northern IL Univ 721 Normal Rd. De Kalb IL 60115 815 756-9640
Islamic Center of Decatur 1807 N. Edward St. Decatur IL 62526 217 877-2863
Des Plaines Islamic Center 480 Potter Rd. Des Plaines IL 60016 847 824-1100
Institute of Islamic Education 1048 Bluff City Blvd. Elgin IL 60120 847-695-4685
Elmhurst Home (Basement) 621 N. Michigan Elmhurst IL 60126 630 530-4070
Dar-Us-Sunnah Masjid & Comm. Ctr. 2045 Brown Street Evanston IL 60201
American Islamic Association 8860 W. St. Francis Rd Frankfort IL 60423 708 479-4953
Gary Masjid 607 W. 5th Ave Gary IN 46407
Gary Muslim Center 1473 W. 15th Ave Gary IN 46407 219 885-3018
Masjid Al-Amin 3702 W. 11th Ave Gary IN 46407 219 949-1854
College of Dupage 22nd Ave. Glen Ellyn IL 60137
Islamic Education Center 2N121 Goodridge Glendale Hts. IL 60139 630 469-5533
Muslim Society Inc 1785 Bloomingdale Rd Glendale Hts. IL 60139 630 653-7872
Harvey Islamic Center 163 E. 154 St. Harvey IL 60426 708 333-1823
Masjid Nur-Ur- Islam 46 E. 147th St. Harvey IL 60426 708 331-7255
South Suburban Islamic Center 15200 S. Broadway Harvey IL 60426 708 331-4165
Albanian Islamic Center 6007 887h Avenue Kenosha WI 53142 414 651-0575
College Preparatory School of America 331 W. Madison Lombard IL 60148 630 889-8000
Loyola Medical Center Hospital Maywood IL 60153
Islamic Center of Quad Cities 3001 7th St. Moline IL 61265 309 792-0768
Gujarati Muslim Association 15226 Broadway Ave. Harvey IL 60426 708-574-2714
Muslim Education Center 8601 N. Menard Ave. Morton Grove IL 60053 847 470-8801
Islamic Center of Naperville 450 Olesen Dr. Naperville IL 60566 630 355-3733
Islamic Cultural Center 1810 N. Pfingsten Rd. Northbrook IL 60062 847 272-0319
Islamic Center of Peoria 1716 N. North St. Peoria IL 61604 309 688-4605
Islamic Foundation of Peoria 823 W. Salaam Drive Peoria IL 61615 309 243-8001
Islamic Student Soc. Of Bradley U. 1315 W. Main St. Peoria IL 61625 309 673-5336
Muslim Assn. of Greater Peoria Spring Creek Rd. Peoria IL 61571 309 745-8410
Masjid of Lake County 20515 N. Horatia Ave. Prairie View IL 60069 847 459-8526
Muslim Assn of Rockford (MCC) 5921 Darlene Dr. Rockford IL 61109 815 519-7207
Islamic Society of NW Suburbs 3950 Industrial Dr. Rolling Meadows IL 60010 847 253-6400
Masjid Al-Huda (Midwest Islm Ctr) 1081 W. Irving Park Rd Schaumburg IL 60193 630 529-1786
Leadership Develpoment Inst.CMECCA 15455 South Park South Holland IL 60473 708-339-0287
Islamic Soc. of Greater Springfield 3000 Stanton St. Springfield IL 62703 217 529-8470
Islamic Mission & Mosque 485 S. Bartlett Streamwood IL 60107 630-837-1800
Central Illinois Mosque & Islmc Ctr. 106 S. Lincoln Ave. Urbana IL 61801 217 344-1555
Islamic Foundation 300 W. Highridge Villa Park IL 60181 630 782-6562
Islamic Foundation North 1751 O’Plaine Rd Waukegan IL 60085 847 406-3730
Waukegan Islamic Center 412 S. Lewis Ave Waukegan IL 60085 847-244-8920
Islamic Cultural Center of Lake County 948 North Avenue Waukegan IL 60085 847-662-4503
Lanjutkan Membaca ...

8 Agu 2011

Islam Sampai ke Benua Amerika pada tahun 889 M ?

(Berita SuaraMedia) - Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai 'The New World' ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492.


Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah 'Dunia Baru'. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.


Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus.


Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.


"Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya," tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.
Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.


Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam.


Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.


Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.


Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.


Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.


Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni.


Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.


Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya.


Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa : ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah


Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?



Sejarahnya panjang, Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.


Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.


Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).


Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi.


Dalam bukunya, "Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar" (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.


Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.


Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.


Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).


Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.


Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid.


Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.


Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama.


Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.


Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.


Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab.


Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.

Pengaruh Islam di Benua Amerika

Sekali-kali cobalah Anda membuka peta Amerika. Telitilah nama tempat yang ada di Negeri Paman Sam itu. Sebagai umat Islam, pastilah Anda akan dibuat terkejut. Apa pasal? Ternyata begitu banyak nama tempat dan kota yang menggunakan kata-kata yang berakar dan berasal dari bahasa umat Islam, yakni bahasa Arab.


Tak percaya? Cobalah wilayah Los Angeles. Di daerah itu ternyata terdapat nama-nama kawasan yang berasal dari pengaruh umat Islam. Sebut saja, ada kawasan bernama Alhambra. Bukankah Alhambra adalah nama istana yang dibangun peradaban Islam di Cordoba?


Selain itu juga ada nama teluk yang dinamai El Morro serta Alamitos. Tak cuma itu, ada pula nama tempat seperti; Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.


Setelah itu, mari kita bergeser ke bagian tengah Amerika. Mulai dari selatan hingga Illinois juga terdapat nama-nama kota yang bernuansa Islami seperti; Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Malah, di negara bagian Washington terdapat nama kota Salem.


Pengaruh Islam lainnya pada penamaan tempat atau wilayah di Amerika juga sangat kental terasa pada penamaan Karibia (berasal dari bahasa Arab). Di kawasan Amerika Tengah, misalnya, terdapat nama wilayah Jamaika dan Kuba. Muncul pertanyaan, apakah nama Kuba itu berawal dan berakar dari kata Quba - masjid pertama yang dibangun Rasulullah adalah Masjid Quba. Negara Kuba beribu kota La Habana (Havana).


Di benua Amerika pun terdapat sederet nama pula yang berakar dari bahasa Peradaban Islam seperti pulau Grenada, Barbados, Bahama, serta Nassau. Di kawasan Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Ada pula nama pegunungan Absarooka yang terletak di pantai barat.


Menurut Dr A Zahoor, nama negara bagian seperti Alabama berasal dari kata Allah bamya. Sedangkan Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah. Sedangkan Tennesse dari kata Tanasuh. Selain itu, ada pula nama tempat di Amerika yang menggunakan nama-nama kota suci Islam, seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, serta Medina di Texas. Begitulah peradaban Islam turut mewarnai di benua Amerika.

Fakta Eksistensi Islam di Amerika

Tahun 999 M: Sejarawan Muslim Abu Bakar Ibnu Umar Al-Guttiya mengisahkan pada masa kekuasaan Khalifah Muslm Spanyol bernama Hisham II (976 M -1009 M), seorang navigator Muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar dari Kadesh pada bulan Februari 999 M menuju Atlantik. Dia berlabuh di Gando atau Kepulauan Canary Raya. Ibnu Farrukh mengunjungi Raja Guanariga. Sang penjelajah Muslim itu memberi nama dua pulau yakni Capraria dan Pluitana. Ibnu Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999 M.


Tahun 1178 M: Sebuah dokumen Cina yang bernama Dokumen Sung mencatat perjalanan pelaut Muslim ke sebuah wilayah bernama Mu-Lan-Pi (Amerika). Tahun 1310 M: Abu Bakari seorang raja Muslim dari Kerajaan Mali melakukan serangkaian perjalanan ke negara baru. Tahun 1312 M: Seorang Muslim dari Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.


Tahun 1530 M: Budak dari Afrika tiba di Amerika. Selama masa perbudakan lebih dari 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika. Kebanyakan budak itu berasal dari Fulas, Fula Jallon, Fula Toro, dan Massiona - kawasan Asia Barat. 30 persen dari jumlah budak dari Afrika itu beragama Islam.


Tahun 1539 M: Estevanico of Azamor, seorang Muslim dari Maroko, mendarat di tanah Florida. Tak kurang dari dua negara bagian yakni Arizona dan New Mexico berutang pada Muslim dari Maroko ini. Tahun 1732 M: Ayyub bin Sulaiman Jallon, seorang budak Muslim di Maryland, dibebaskan oleh James Oglethorpe, pendiri Georgia.


Tahun 1790 M: Bangsa Moor dari Spanyol dilaporkan sudah tinggal di South Carolina dan Florida.


Sequoyah, also known as George Gist Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika.


Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.


Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.


Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. "Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara," papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.


Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di benua Amerika jauh sebelum Barat tiba.


Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.


Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]
. (ar/rpk/amf) www.suaramedia.com
Lanjutkan Membaca ...

17 Mei 2011

Serangan Terhadap Muslim Meningkat, Kemana Aparat dan Intelijen AS?


Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi serangan beruntun terhadap komunitas Muslim di AS. Lembaga advoksi muslim terbesar di AS, Council on American-Islamic Relations (CAIR) sudah melaporkan dan meminta FBI untuk cepat tanggap menangani kasus-kasus tersebut. Tapi teror berupa aksi kekerasan dengan target komunitas dan fasilitas-fasilitas milik Muslim masih terus terjadi.

Baru-baru ini, CAIR cabang Texas kembali mendesak FBI untuk menyelidiki serangan ke sebuah masjid di Houston, yang diduga berlatar belakang kebencian terhadap Muslim. Dua anak remaja yang tertangkap kamera pengintai yang dipasang di masjid, memecahkan kaca jendela untuk masuk ke masjid, menyiram bensin ke salah satu ruangan dan menyalakan api sehingga menimbulkan kebakaran di dalam masjid.

Direktur Komunikasi Nasional CAIR, Ibrahim Hooper mengatakan, dalam setahun terakhir , masjid-masjid menjadi target serangan, berupa upaya pembakaran masjid dan penistaan terhadap masjid. Kasus-kasus seperti itu menimpa masjid di Oregon, Tennessee, Texas dan Michigan. Pada bulan Mei 2010, sebuah bom bahkan meledak di sebuah masjid di Florida.


"Sejumlah insiden serangan belakangan ini, dengan target komunitas Muslim dan fasilitas-fasilitas milik Muslim menjadi tren di seluruh AS dan sangat mengkhawatirkan. Para politisi dan pemuka agama di level nasional harus segera menanggapi kecenderungan ini," kata Hooper.

Sepanjang akhir pekan kemarin, kata Hooper, selain serangan ke sebuah masjid di Houston, CAIR Michigan menerima laporan dan sedang menyelidiki kasus vandalisme. Sebuah mobil milik Muslim di Michigan, dirusak dan terdapat tulisan "f'ckin sand n'gger" dengan menggunakan cat semprot.


CAIR mencatat insiden serangan terhadap Muslim dan institusi milik Muslim meningkat pasca terbunuhnya Usamah Bin Ladin. Diantaranya adalah dua kasus di atas. Kasus lainnya, sebuah masjid di Lousiana dilecehkan, dimana pelakunya meletakkan daging babi di gagang pintu masuk masjid tersebut.
Masjid di Maine juga menjadi sasaran aksi vandalisme. Rumah keluarga muslim di Minnesota ditulisi "Nazi" dan "KKK" dengan menggunakan cat semprot. Seorang siswa muslim di Texas, dilecehkan gurunya terkait tewasnya Bin Ladin. Sebuah poster dengan gambar yang menyiratkan kebencian terhadap Muslim, ditempel di dekat masjid di New York.

Para pemuka agama dan para imam, sering menjadi target kecurigaan ketika bepergian dengan pesawat terbang. Belum lama ini, tiga cendikiawan Muslim dilarang naik ke pesawat terbang yang akan membawa mereka ke lokasi tempat berlangsungnya konferensi tentang Islamofobia.

Dan sepekan yang lalu, seorang pegawai pom bensin di California, diserang oleh dua orang lelaki dan mengatai petugas bom pensin tadi sebagai "jihadis" yang marah atas kematian Bin Ladin.

Melihat indikasi makin meningkatnya serangan terhadap komunitas Muslim dan institusi Muslim di seluruh penjuru AS, CAIR berharap aparat keamanan di AS bertindak cepat dan berupaya mencegah insiden-insiden serupa terulang lagi. Tapi sejauh ini, lembaga intelijen dalam negeri AS, FBI belum merespon atau memberikan pernyataan resmi atas desakan CAIR itu. (ln/CAIR)

Sumber : Eramuslim.com
Lanjutkan Membaca ...

Pelaku Pembakaran Masjid Houston Terekam Kamera

Kamera pengintai di sebuah masjid di Bintliff, barat daya Houston, menangkap gambar para tersangka pelaku pembakaran ke masjid tersebut, yang terjadi akhir pekan kemarin.

Awni Kussad, salah satu sesepuh masjid mengatakan, rekaman video memperlihatkan dua remaja laki-laki menuju ke bagian belakang bangunan masjid, sambil membawa benda yang diduga digunakan untuk membakar masjid.

"Mereka remaja-remaja nakal. Seseorang bisa dimana saja memutuskan untuk melakukan tindakan yang jahat dan salah. Intinya begitu," kata Kussad.
Alarm tanda kebakaran berbunyi pada Sabtu (14/5) pagi di masjid Blintliff. Ketika regu pemadam kebakaran datang, mereka melihat asap di dalam masjid dan segera memadammkannya. Diduga ada yang sengaja ingin mengobarkan api di dalam masjid.

Meski gambar pelaku yang tertangkap kamera pengintai hanya berdurasi sebentar, rekaman itu bisa menjadi petunjuk bagi polisi untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelakunya.
"Jika Anda punya masalah dengan masjid, dan Anda ingin menimbulkan kebakaran, kita bisa dengan mudah menyalakan percikan api di suatu tempat. Tapi jika Anda ingin bertanya atau ingin tahu siapa kami, saya akan dengan senang hati bicara dengan Anda ..."
"Jangan cuma datang, lalu membakar sebuah tempat--tempat apapun itu--kemudian kabur seperti itu," tukas Kussad mengomentari para pelaku yang berupaya membakar masjidnya.

Bau asap sisi kebakaran masih tercium sampai minggu malam. Bekas tempat yang terbakar masih terlihat, termasuk kaca jendela masjid yang pecah. Namun insiden ini tidak menghentikan salat jamaah di masjid tersebut.

"Saya cuma bisa bilang, mengapa semua ini terjadi, itu saja. Untung saja tim pemadam kebakaran cepat datang sebelum api menghanguskan dan merusak seluruh bagian masjid. Kerusakan fisiknya tidak besar. Tapi yang lebih besar adalah kerusakan moral orang yang melakukan ini semua," tukas Kussad. (ln/IW)

Sumber

Lanjutkan Membaca ...

9 Feb 2011

"Tuhan akan Membuatmu Berlutut, Jeffrey"

"Tuhan akan Membuatmu Berlutut, Jeffrey"

Ketika masih anak-anak, saat berjalan-jalan di pantai, Dr. Jeffrey Lang pernah bertanya pada ayahnya tentang keberadaan surga. Pertanyaan anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan bisa jadi pertanda bahwa suatu saat kelak, Lang bakal menjadi sosok yang melihat segala sesuatu dengan cara berpikir logis dan rasional.

Tanda-tanda itu terbukti, ketika Lang dewasa akhirnya menjadi seorang profesor bidang matematika, bidang studi yang tidak memberi tempat bagi apapun, kecuali logika.

Lanjutkan Membaca ...

1 Feb 2011

Kagum pada Ajaran Islam Soal Moral, Profesor Yahudi Bersyahadat

Kagum pada Ajaran Islam Soal Moral, Profesor Yahudi Bersyahadat

Sebut saja namanya Khadija, nama yang digunakannya setelah masuk Islam. Ia seorang profesor keturunan Yahudi yang menemukan cahaya Islam setelah menyaksikan kematian seorang sutradara bernama Tony Richardson akibat penyakit AIDS. Khadija mengagumi Richardson sebagai sutradara panggung drama yang profesional, brilian dan diakui kalangan seniman internasional.

Kehidupan Richardson sebagai homoseks menularkannya penyakit AIDS yang mematikan. Dari situlah Khadija mulai memikirkan gaya hidup masyarakat Barat dan masyarakat Amerika terutama dalam masalah moralitas. Khadija pun mulai melirik ajaran Islam.


Lanjutkan Membaca ...

29 Jan 2011

Preacher Moss: Perjalanan Spiritual Seorang Komedian Muslim AS

Preacher Moss: Perjalanan Spiritual Seorang Komedian Muslim AS

Nama Preacher Moss sudah tidak asing lagi bagi publik AS umumnya dan komunitas Muslim khususnya, yang menggemari komedi. Moss adalah pendiri dari kelompok komedi "Allah Made Me Funny" dan membuatnya menjadi salah seorang komedian Muslim yang kerap membuat orang terpingkal-pingkal karena banyolan-banyolannya.

Salah satu banyolan Moss yang terkenal adalah ketika ia bercerita, "Jika mungkin dan dibolehkan, saya ingin mengganti nama saya dengan nama 'Allahu Akbar'. Saya membayangkan pasti akan hebat sekali ketika saya di bandara dan petugas bandara menyebut nama saya yang tertera di paspor 'Allahu Akbar'." Banyolan yang pasti membuat orang tersenyum. Tentu saja Moss tidak bermaksud melakukan penghinaan dengan humornya itu.

Lanjutkan Membaca ...

Melongok Universitas Islam Pertama di California, AS

Melongok Universitas Islam Pertama di California, AS

Muslim AS akhirnya bisa memiliki universitas Islam pertama di negeri itu. Dengan moto "Where Islam Meets America", Zaytuna College di Berkeley, California akan memulai perkuliahan perdana bagi para mahasiswanya muslim panas ini.

Meski berbasis Islam, situasi Zaytuna Colloge tidak jauh berbeda dengan situasi kampus di California pada umumnya. Cuma, tempat duduk untuk mahasiswi dan mahasiswanya dalam satu ruangan tidak bercampur baur, tapi dipisah dengan posisi saling berhadapan. Mayoritas mahasiswinya mengenakan jilbab dan mahasiswanya berjanggut serta mengenakan kopiah. Perkuliahan diberikan dengan menggunakan bahasa Arab.

Zaytuna College menyelenggarakan kelas bahasa Arab selama muslim panas, sebagai persiapan sebelum pembukaan resmi. Di universitas ini, para mahasiswa juga akan menerima beragam mata kuliah umum yang berlaku di AS, seperti sejarah, antroplogi, filsafat, sastra dan ilmu politik. Tapi kurikulum utamanya adalah studi Islam dan Al-Quran.

Lanjutkan Membaca ...

28 Jan 2011

Mantan Anggota Klu Klux Klan yang Memilih Jalan Kebenaran Islam

Mantan Anggota Klu Klux Klan yang Memilih Jalan Kebenaran Islam

Sejak kecil Clinton Sipes hidup dengan atmosfir kekerasan dalam keluarganya. Ia sering menjadi korban kekerasan fisik dan amarah ayahnya yang seorang pecandu minuman keras. Ia pun tumbuh menjadi seorang remaja yang memiliki perilaku anti-sosial dan senang melakukan kekerasan pada siapa saja, pada kakak lelakinya, pada teman sekelasnya, guru-guru bahkan pada hewan. Kekerasan yang dilakukan Sipes bahkan sudah dalam level sadis.

Semasa remaja, Sipes lebih suka bergabung dengan geng anak-anak muda yang juga bermasalah seperti dirinya, mengkonsumsi minuman keras, narkoba, melakukan tindak kriminal, kekerasan dan rasial. Pada usia 13 tahun Sipes harus menjalani kehidupan di penjara anak-anak dan yang menyedihkan, kondisi di sekolah yang katanya untuk mereformasi perilaku anak-anak bermasalah itu malah memberi pengaruh yang bertambah buruk pada Sipes.

Kecenderungan Sipes melakukan kekerasan dan bersikap rasial makin menguat. Sipes benci warga kulit hitam, yahudi, asia dan pada birokrat. Setelah tiga tahun di lembaga pemasyarakatan anak-anak, Sipes bebas dan ia menjadi "granat" yang siap meledak.

Lanjutkan Membaca ...

Dalam Islam, Madonna Menemukan Kedamaian

Dalam Islam, Madonna Menemukan Kedamaian

Kelahiran dan kematian putrinya menjadi titik perubahan dalam hidupnya. Ketika tahu dirinya hamil, Madonna Johnson tahu bahwa ia akan menjadi orang tua tunggal. Jika karena bukan rasa cinta, pengabdian dan dukungan dari ibunya, Madonna mungkin tidak akan pernah bisa melewati semua persoalan hidupnya.

Namun Madonna harus kehilangan putri yang baru dilahirkannya. Pada usia 5 bulan, bayinya meninggal akibat "Sudden Infant Death Syndrome" (SIDS) yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai kematian tiba-tiba pada balita yang tidak diketahui penyebabnya. Kematian putrinya yang mendadak, membuat Madonna sangat berduka.

"Saya belum pernah mengalami rasa sakit seperti itu, panik dan merasa sangat hampa. Tapi saat pemakaman, saya mengatakan pada orang-orang bahwa saya percaya sepenuh hati Tuhan tidak akan memberikan rasa sakit jika Dia tidak memiliki sesuatu yang luar biasa untuk saya di masa depan, apa yang harus saya lakukan adalah tetap berada di jalan yang benar dan Tuhan akan menunjukkannya begitu saya siap," ujar Madonna mengenang saat pemakaman bayinya.

Lanjutkan Membaca ...