23 Nov 2011

Skenario Global Kehidupan Manusia


Skenario Global Kehidupan Manusia

Bi ismi Allah al-Rahman al-Rahim.
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat.

"bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya, maka dari itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang benar, ada yang bersyukur dan ada pula yang berkufur", al-Insan(76):1-3.

Kehidupan dibumi telah dilalui pada suatu masa yang penuh dengan kegelapan. Tidak ada toleransi dan persamaan hak diantara mereka. Pertumpahan darah dan permusuhan berlangsung sebagai suatu hal yang biasa. Bagi mereka, siapa yang kuat maka dia akan mengalahkan yang lemah. Semua ini mereka lakukan semata-mata untuk bisa bertahan hidup mengikuti hukum-hukum alam yang telah ditetapkan. Mengikuti sebuah sistem kehidupan yang disusun sebagai siklus 'rantai makanan'.
"ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada Malaikat: 'sesungguhnya Aku akan menjadikan khalifah di bumi'. Malaikat berkata: 'apakah Engkau akan menjadikan makhluk yang merusak dan saling menumpahkan darah sebagai khalifah, padahal kami selalu bertasbih memuji dan mensucikan Engkau?'. Rabb berfirman: 'sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui'", al-Baqarah(2):30.
Allah Maha Berkehendak, diciptakanlah suatu era baru bagi sebuah kehidupan yang lebih beradab. Maka Dia ciptakan Adam, 'seorang' species baru yang merupakan awal bagi 'manusia modern'. Species-species manusia sebelum Adam yang menjalani kehidupan berdasarkan pola 'animal instinct' telah dipunahkan oleh Allah. Adam, inilah manusia pertama yang digelari sebagai khalifah. Sebuah jabatan yang sungguh mulia diberikan kepada Adam dan keturunannya. Jabatan yang memberikan kewenangan penuh untuk mengatur dan memanfaatkan semua sumber daya yang ada di bumi berdasarkan konsep 'rahmatan lil alamin'. Jabatan yang tidak diberikan kepada satu makhluk-pun sebelum Adam. Dan juga tidak diberikan kepada satu Malaikatpun, dalam hal ini Malaikat hanya diberikan tugas sebagai fasilitator dan bukan eksekutor.
"dan Allah mengajarkan Adam 'asma' sesempurna-sempurnanya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: 'sebutkanlah kepada-Ku 'asma' itu jika kamu adalah benar!', malaikat menjawab: 'Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada Kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.'", al-Baqarah(2):31-32.
Pada tahapan ini, dimulai proses pembekalan kecerdasan kepada Adam, diajarkanlah sebuah 'asma' yang akan membawa kehidupan dibumi kepada kasih sayang sejati, kepada perdamaian dan kemakmuran bagi seluruh alam. Sebuah 'asma' dari Yang Maha Rahman Rahim.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.
"dan ketika Kami berfirman kepada malaikat: 'sujudlah kepada Adam!', maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabbur, ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.", al-Baqarah(2):34.
Kemudian diadakanlah sebuah ikrar kesetiaan antara Adam dan Malaikat disaksikan oleh Allah. Ikrar yang akan menjadikan bukti ketaatan malaikat kepada Allah untuk mendukung segenap upaya perjuangan Adam dalam mewujudkan "rahmatan lil 'alamin". Semua malaikat setuju, kecuali Iblis seorang malaikat yang protest karena menganggap dirinyalah yang seharusnya pantas menyandang jabatan khalifah tersebut. Dan dengan sukarela Iblis memilih untuk menjadi oposisi bagi Adam.
"dan ketika Kami berfirman kepada malaikat: 'sujudlah kamu semua kepada Adam!', lalu mereka sujud kecuali iblis. Iblis berkata: 'apakah aku akan sujud kepada orang yang engkau ciptakan dari tanah?". Iblis berkata: 'terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.", al-Israa(17):61-62.
Kelihatan sekali kesombongan yang di peragakan oleh Iblis. Kesombongan merasa paling hebat, merasa paling mulia dan merasa harus dimuliakan. Dengan kesombongan seperti ini iblis menentang Allah, menentang kekhalifahan Adam yang sebetulnya merupakan hasil musyawarah antara Allah dan malaikat termasuk iblispun hadir dalam musyawarah tersebut.

Dimulailah kekhalifahan Adam dengan bekal dukungan penuh malikat dan dendam membara iblis.
Dengan kesombongan Iblis akan menggunakan segala upaya dalam rangka menjatuhkan Adam dan keturunannya, dengan motivasi hanya ingin menunjukan bahwa pilihan Allah kepada adam adalah salah dan bahwa seharusnya dialah yang terpilih sebagai khalifah. Sebuah motivasi yang rendah untuk pertumpahan darah yang tak terhitung jumlahnya.

Sejak saat itu maka terdapat dua kubu yang saling bertentangan, saling bersaing untuk mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, saling berperang untuk mencapai kejayaan. Kubu Allah diwakili oleh Adam dan penerusnya, dan kubu Selain Allah diwakili oleh Iblis dan penerusnya.

HAQ vs BATHIL,
ADAM vs IBLIS,
IBRAHIM vs NAMRUDZ,
MUSA vs FIR'AUN,
ISA vs ROMAWI YAHUDI,
MUHAMMAD vs MEKKAH.

Dimana Posisimu, jika kau pada posisi Muhammad, mari kita kuatkan ikatan persatuan diantara kita, kita rapatkan barisan pada Jalan Allah ini. Jika kau pada posisi Mekkah, bersiap-siaplah untuk berhadapan dengan tentara kami, tentara Allah.

Terima Kasih, Wassalam.
al-Hamdu li Allah Rabb al-'Alamin.

Sumber : http://www.facebook.com/groups/265538080123749/
Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar