HATI-HATI 10 HAL PEMBATAL SYAHADAT

Allah telah mewajibkan bagi seluruh hambanya untuk masuk ke dalam Islam dan berpegang teguh dengan ajaran-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang menyimpang darinya....

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM

Inilah hal pertama yang harus kita pelajari dalam islam yaitu mengenal manusia, mengenal diri kita. Jika ada anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya,....

Trading Forex Modal Gratis 15$

Anda mudah dalam Membuka Account Live untuk transaksi real, tidak terbatas membuka akun demo sebagai sarana untuk menguji atau latian, berbagai jenis account forex...

Mengenal Al-Quran.

Al-Quran berasal dari kata : ?َ?? - ???? - ????? - ????? berarti bacaan. Al-Quran adalah Kalamullah yang mulia dan terpelihara

Mengenal Allah

Mengenal Allah SWT, adalah suatu bagian terpenting bagi seorang yang mendeklarasikan dirinya seorang Muslim. Manalah mungkin ia bisa mengatakan dengan lantang bahwa dirinya muslim, sementara ia tidak mengenal dan memahami Allah yang menjadi sembahannya.

Skenario Global Kehidupan Manusia

Kehidupan dibumi telah dilalui pada suatu masa yang penuh dengan kegelapan. Tidak ada toleransi dan persamaan hak diantara mereka. Pertumpahan darah dan permusuhan berlangsung sebagai suatu hal yang biasa.

Makna Dien-ul-Islam

Sesungghnya Islam itu dien samawi yang befungsi sebagai rahmat dan nikmat bagi manusia seluruhnya. Din Islam memiliki nilai kesempurnaan yang tinggi, lagi pula sesuai dengan fitrah manusia dan cocok dengan tuntutan hati nuranimanusia seluruhnya sebagai makhluk ciptaan Allah dalam menerima Dinullah yang hak.

18 Mei 2011

Khilafah Islamiyyah Versus The New World Order

Khilafah Islamiyyah Versus The New World Order



Setiap muslim yang cukup rajin belajar agama, atau yang terlibat dengan pergerakan Islam, umumnya mengenal istilah Khilafah Islamiyyah. Khilafah Islamiyyah merupakan lembaga politik kenegaraan milik ummat Islam yang telah eksis belasan abad sejak Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم memimpinnya pertama kali berbasis di kota Madinah Al-Munawwarah hingga runtuhnya secara resmi khilafah terakhir berupa Kesultanan Utsmani Turki yang bubar pada tahun 1924 atau 1342 hijriyyah.

Dewasa ini dunia Islam terpecah-belah menjadi aneka nation-states (negara berdasarkan kebangsaan) tidak seperti Khilafah Islamiyyah yang menyatukan kaum muslimin dari berbagai bangsa dan wilayah berdasarkan ikatan aqidah kalimat Tauhid لا اله الا الله dan sunnah Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم . Sebenarnya realitas ummat Islam selama belasan abad di bawah naungan Khilafah tidaklah sepenuhnya konstan dalam kebaikan. Ada gradasi yang -perlahan tapi pasti- memperlihatkan suatu dekadensi hingga senanglah kaum kuffar menyaksikan runtuhnya Khilafah dan tercerai-berainya kaum muslimin seperti dewasa ini. Hal ini telah diprediksikan oleh rasulullah صلى الله عليه و سلم lima belas abad yang lalu:

لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً
فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي
تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ
Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah simpul hukum dan yang paling akhir adalah simpul sholat." (AHMAD - 21139)

Penegakkan hukum Allah سبحانه و تعالى telah mengalami dekadensi dari masa ke masa. Pada babak paling awal penegakkan hukum berlangsung prima karena baik person pemimpin maupun konstitusi Daulah Islamiyyah langsung di tangani oleh Rasulullah Muhammad صلى الله عليه و سلم , teladan utama orang-orang beriman. Kemudian pada babak berikutnya ummat Islam menyaksikan penegakkan hukum yang masih tetap baik –walau tentunya tidak se-prima di masa Nabi صلى الله عليه و سلم - di bawah person pemimpin yang dijuluki al-Khulafa ar-Rasyidun dan konstitusi Khilafah Islamiyyah, terdiri dari para sahabat utama Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum.
Lalu pada babak selanjutnya penegakkan hukum mulai mengalami masalah karena antara person pemimpin dan konstitusi Khilafah Islamiyyah tidak selalu sinkron. Person pemimpin terdiri dari para khalifah yang dijuluki Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم sebagai para Mulkan ‘Aadhdhon (para penguasa yang menggigit). Namun konstitusi Khilafah Islamiyyah masih baik karena secara formal tetap berlandaskan Islam di mana berbagai urusan dirujuk kepada Allah (Al-Qur’an) dan RasulNya (As-Sunnah). Dalam sejarah dikenal sebagai era berbagai kerajaan Islam, terutama tiga di antaranya yang sangat menonjol yaitu Dinasti Bani Ummayyah, Dinasti Bani Abbasiyyah dan Kesultanan Turki Utsmani. Pada masa yang berlangsung hampir 13 abad itu person pemimpinnya bermasalah, namun konstitusi Khilafah Islamiyyah masih relatif cukup Islami.

Namun sesudah itu masuklah ummat Islam ke dalam babak yang paling kelam dalam sejarahnya di mana baik person pemimpin maupun konstitusi lembaga kenegaraan sungguh bermasalah. Inilah era yang oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم disebut era kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak). Dan inilah era di mana dunia modern ini berada. Dunia Islam tercabik-cabik ke dalam berbagai nation-states. Tidak ada satu wilayah tunggal ummat Islam yang memberlakukan hukum Allah سبحانه و تعالى . Tidak ada satu blok tunggal kekuatan ummat Islam yang memelihara izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Sedangkan kepemimpin dunia justeru berpindah gilirannya ke tangan kaum kuffar yakni the western civilization, dengan kekuatan kaum yahudi-nasrani sebagai komandannya. Oleh karenanya seringkali disebut juga sebagai the judeo-christian civilization.

Pada babak yang kelam ini dunia berjalan menuju kegelapan karena komandannya tidak memiliki cahaya penerang apapun untuk menunjuki jalan manusia ke arah tujuan semestinya. Malah para pemimpinnya justeru mengajak ummat manusia –termasuk ummat Islam- memasuki lubang biawak kebinasaan di dunia apalagi di akhirat. Persis sebagaimana diprediksikan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم :

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ
شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ
حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ
لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ
الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Kamu akan mengikuti perilaku/tradisi/sistem hidup orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya.” Para sahabat lantas bertanya, "Apakah yang anda maksud orang-orang Yahudi dan Nasrani, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Siapa lagi (kalau bukan mereka)?" (HR Bukhary 3197)

Tetapi ada suatu pertanyaan mendasar yang perlu diajukan. Mengapa ummat Islam
mengikuti perilaku/tradisi/sistem hidup kaum yahudi dan nasrani? Sesungguhnya dekadensi di bidang penegakkan hukum Allah سبحانه و تعالى bukanlah suatu fenomena yang berdiri sendiri. Ia tidak hanya berkenaan dengan hadir-tidaknya person pemimpin yang bermasalah serta berlaku tidaknya konstitusi Khilafah Islamiyyah di dalam tubuh kaum muslimin. Tetapi ia sangat dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan dan mental kaum muslimin secara keseluruhannya yang telah dijangkiti suatu penyakit kronis yang telah disinyalir oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Penyakit itu bernama al-wahan. Artinya cinta dunia dan takut menghadapi kematian. Dan penyakit ini bukan hanya muncul di tengah kaum muslimin sesudah runtuhnya secara resmi Khilafah Islamiyyah pada tahun 1924. Tetapi bibit-bibit penyakit ini telah hadir sejak lama sebelum hal itu terjadi. Runtuhnya khilafah hanyalah merupakan faktor pemicu yang menyebabkan kian ganasnya virus penyakit al-wahan berkembang di dalam tubuh kaum muslimin seperti yang dapat kita saksikan dewasa ini.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ
أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى
الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ
وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ
بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ
غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ
مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ
وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ
فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ
قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Bersabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)
Fihak kaum kuffar pada hakekatnya tidak akan pernah sanggup melakukan apapun terhadap ‘izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin) andaikan ummat ini benar-benar beriman dan yakin akan janji Allah سبحانه و تعالى berupa ihdal-husnayain (meraih salah satu dari dua kebaikan) yakni ‘isy kariiman au mut syahiidan (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah atau menggapai mati syahid).
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلا مَا كَتَبَ اللَّهُ
لَنَا هُوَ مَوْلانَا وَعَلَى اللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا
إِلا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali ihdal-husnayain (salah satu dari dua kebaikan).” (QS At-Taubah 51-52)

Dalam kitab tafsir Fathul Qadir dikatakan bahwa makna salah satu dari dua kebaikan ialah:
إما النصرة أو الشهادة
“Atau kemenangan atau mati syahid”.


Sepanjang sejarah Islam fihak musuh senantiasa berusaha menghilangkan gairah kaum 
muslimin untuk meraih salah satu dari dua kebaikan di atas. Mereka melakukan segala upaya untuk memadamkan semangat perjuangan kaum muslimin. Bayangkan, mereka sampai perlu melansir perang Salib selama dua abad (dua ratus tahun)! Namun ummat Islam semakin diperangi semakin menjadi-jadi semangat berperangnya (baca: hubbul-jihad wa asy-syahadah/ cinta jihad dan mati syahid). Kalimat legendaris yang diucapkan Panglima Khalid bin Walid ra ketika memimpin pasukan Islam yang jauh lebih sedikit jumlahnya daripada pasukan Romawi telah menginspirasi pasukan Islam sepanjang zaman:
جئت بأناس يحبون
الموت كما تحبون الحياة
“Aku datang dengan sejumlah manusia yang mencintai kematian melebihi kalian (hai kaum Romawi) dalam mencintai kehidupan...!”


Akhirnya kaum yahudi-nasrani merubah strategi mereka menghadapi kaum muslimin. Mulailah era al-ghazwu al-fikri (perang ideologis) diterapkan menghadapi kaum muslimin. Mulailah mereka meracuni hati dan fikiran kaum muslimin melalui harta, wanita dan perebutan tahta antara sesama muslimin. Mulailah politik belah bambu alias devide et empera diterapkan. Mulailah berbagai ideologi asing buatan kaum kuffar diperkenalkan dan dipromosikan oleh para orientalis yang belajar Islam untuk dijadikan pembungkus kebusukan berbagai ideologi menyesatkan tersebut. Mulailah mereka memperkenalkan makna-makna baru lagi sesat terhadap berbagai istilah Islam yang sudah lama disepakati pemahamannya oleh kaum muslimin sejak dahulu kala. Akhirnya tersebarlah di tengah ummat Islam makna-makna asing lagi menyesatkan terhadap kata-kata seperti al-jihad fi sabilillah, rahmatan lil ‘aalamiin, dien, ‘ibadah, rabb dan ilah.

Alhasil dekadensi di dalam tubuh ummat Islam tidak hanya terjadi pada bab penegakkan hukum semata. Tetapi dekadensi di berbagai bidang lainnya turut menyempurnakan keruntuhan ‘izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Sehingga kaum kuffarpun akhirnya menikmati buah ketidak-loyalan kaum muslimin terhadap agama Allah سبحانه و تعالى dan sunnah Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم . Maka mulailah babak paling kelam dalam sejarah Islam berlangsung.


Di babak ini kaum yahudi dan kaum nasrani (yang telah ter-yahudi-kan) sangat ingin memastikan bahwa ummat manusia –apalagi ummat Islam- tidak pernah lagi boleh menengok ke belakang. Ummat Islam harus diharamkan berfikir menghidupkan kembali ide Khilafah Islamiyyah. Sebab ia telah menjadi sejarah dan harus tetap tersimpan dalam lembaran sejarah semata. Sementara itu kaum kuffar selanjutnya leluasa mempersiapkan dunia dengan sebuah grand-design yang sudah lama mereka rencanakan berupa ide pembentukan sebuah sistem global tunggal bernama Novus Ordo Seclorum alias the New World Order (tatanan dunia baru). Bahkan secara lebih spesifik namun tersamar kaum yahudi telah mencanangkan bahwa NOS sesungguhnya dibangun dalam rangka menyambut kehadiran sang pemimpin yang mereka nanti-nantikan sejak lama yaitu si mata tunggal alias Ad-Dajjal. Oleh karenanya kita temukan beberapa statement dari para pemimpin mereka seperti misalnya:


Henry Kissinger: "…apa yang dinamakan terorisme di Amerika, tapi sebenarnya adalah kebangkitan Islam radikal terhadap dunia secular, dan terhadap dunia yang demokratis, atas nama pendirian kembali semacam Kekhalifahan."
Pada tanggal 5 Oktober 2005, Menteri Dalam Negeri Inggris, Charles Clarke menyampaikan pidato tentang Perang Melawan Terorisme di The Heritage Foundation (sebuah pusat kajian neo konservatif di Washington DC ). Dimana dia menyatakan:
"Apa yang mendorong orang-orang itu adalah ide-ide. Dan berbeda dengan gerakan kebebasan di era pasca Perang Dunia II di banyak belahan dunia, ide-ide itu bukanlah untuk menggapai ide-ide politik seperti kemerdekaan nasional dari penjajahan, atau persamaan bagi semua penduduk tanpa membedakan suku dan keyakinan, atau kebebasan berekspresi tanpa tekanan totaliter. Ambisi-ambisi itu adalah, paling tidak secara prinsip, bisa dirundingkan dan dalam banyak hal telah dimusyawarahkan. Namun, tidak ada perundingan bagi pendirian kembali Khilafah; tidak ada perundingan bagi penerapan Hukum Syariah; dan tidak ada perundingan tentang penindasan atas persamaan antara laki-laki dan perempuan; tidak ada perundingan untuk mengakhiri kebebasan berbicara. Nilai-nilai itu adalah sangat fundamental bagi peradaban kami dan tidak dimungkinkan adanya perundingan."
Dalam pidatonya di awal bulan November 2005 George Bush Jr menyatakan bahwa kaum militant sedang berusaha untuk mendirikan sebuah "kekaisaran Islam radikal":
"Ide membunuh dari kaum Islam radikal adalah tantangan yang besar di abad baru kita. Sama seperti ideology komunisme, musuh kita yang baru ini mengajarkan bahwa individu yang tidak berdosa bisa dikorbankan untuk bisa menjalankan visi politik. Kaum militan percaya bahwa mereka dapat menyatukan kaum muslimin dengan cara menguasai Negara, sehingga dengan cara itu mereka menumbangkan semua pemerintahan moderat di wilayah dan mendirikan sebuah kekaisaran Islam yang membentang dari Spanyol hingga Indonesia."
Sedangkan berkenaan dengan NOS, kita temukan suatu pernyataan dari Bush Senior di tahun 1991 yang ternyata dibuktikan sebaliknya pada dekade berikutnya. Pernyataannya di antaranya sebagai berikut:
“Until now, the world we’ve known has been a world divided – a world of barbed wire and concrete block, conflict and cold war.
Now, we can see a new world coming into view. A world in which there is the very real prospect of a new world order. In the words of Winston Churchill, a "world order" in which "the principles of justice and fair play ... protect the weak against the strong ..." A world where the United Nations, freed from cold war stalemate, is poised to fulfil the historic vision of its founders. A world in which freedom and respect for human rights find a home among all nations.
The Gulf war put this new world to its first test, and, my fellow Americans, we passed that test.”

Jelaslah bahwa para pendukung the New World Order memiliki agenda yang sangat berbeda –bertentangan lebih tepatnya- dengan kaum muslimin yang faham dan bangga akan sejarahnya. Tidak ada muslim-mukmin yang bisa melupakan masa lalunya. Sebab kendati Khilafah Islamiyyah sudah tiada, namun karena ia telah berlangsung belasan abad sulit untuk begitu saja dilupakan. Sedangkan hegemoni Novus Ordo Seclorum alias Sistem Dajjal belum ada seabad. Dan para pengusung sistem batil ini masih berjuang keras memastikan dan memuluskan eksistensinya. Mereka sangat khawatir jika sebelum pemimpin mereka datang, yakni Ad-Dajjal, ummat Islam keburu bangun kembali dari tidur mereka dan bergerak bangkit mewujudkan kembali Khilafah Islamiyyah yang diyakini berlandaskan Kitabullah Al-Qur’anul Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah.

Bagi muslim-mukmin yang sadar, maka urusan tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah bukanlah sekedar mengenang kembali nostalgia masa lalu. Urusan ini berkaitan erat dengan iman dan keyakinan akan janji Allah سبحانه و تعالى yang tidak pernah berdusta serta prediksi Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم mengenai skenario Akhir Zaman yang tidak pernah meleset. Betapapun tampak digdayanya kekuatan kaum kuffar barat, kaum yahudi-nasrani serta para antek kaki-tangan mereka dari sebagian kaum musyrikin dan munafikin yang telah berhasil mereka rekrut dengan kebijakan stick and carrot.

Urusan siapa yang Allah سبحانه و تعالى izinkan memimpin dunia adalah urusan giliran. Ada kalanya Allah سبحانه و تعالى percayakan kepada kaum beriman dan ada kalanya dipercayakan kepada kaum kuffar. Dewasa ini giliran sedang Allah سبحانه و تعالى serahkan kepada kaum kuffar. Ummat Islam wajib bersabar dan melipat-gandakan kesabaran. Kesabaran untuk terus menyempurnakan persiapan diri, keluarga dan ummat di berbagai bidang, sejak dari bina al-iman wa at-tauhid hingga bina ad-da’wah wa al-jihad. Kesabaran untuk tidak mudah tergoda oleh rayuan pengusung NOS yang membujuk ummat Islam untuk memandang baik berkompromi dan kerja-sama dengan NOS guna memelihara nilai-nilai Sistem Dajjal. Kesabaran untuk tidak terjerembab ke dalam berbagai fitnah zaman yang telah meliputi segenap aspek kehidupan manusia. Fitnah yang telah meliputi aspek ideologi, politik, sosial, budaya, ekonomi, militer, pendidikan, hukum, kesehatan, informasi dan lain-lainnya.

Babak ini boleh jadi merupakan babak di mana ummat Islam sedang babak belur, tetapi ia bukan alasan untuk membiarkan diri mengembangkan defeated mentality (mental pecundang) sehingga kemenangan kaum kuffar sedemikian menyilaukan sehingga seorang muslim menggunakan kaedah if you can’t beat them, then you join them (jika kamu tidak dapat mengalahkan mereka, maka bergabung sajalah dengan mereka). Sehingga kita mendengar mereka yang sedemikian rupa tersilaukan melihat kedigdayaan kaum kuffar tega secara terang-terangan mengungkapkan hilangnya kepercayaan diri terhadap perlunya institusi Khilafah Islamiyyah. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji”uun. Padahal Rasulullah صلى الله عليه و سلم dengan jelas menyatakan bahwa sesudah babak yang penuh fitnah ini, niscaya Allah سبحانه و تعالى akan izinkan tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah berdasarkan manhaj Kenabian.

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ
مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ
ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا
ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ
النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ
أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا
ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا
فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ
أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا
ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً
فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ
أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا
ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ
النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
”Akan berlangsung nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung khilafah menurut manhaj kenabian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung para Mulkan ‘Aadhdhon (para penguasa yang menggigit) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian akan berelangsung kembali khilafah menurut manhaj kenabian. Kemudian beliau berhenti”. (AHMAD - 17680)

Boleh jadi Allah سبحانه و تعالى tidak izinkan kita mengalami hidup di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Yang paling penting ialah memastikan diri dan keluarga kita menjadi bagian dari ummat islam yang dipercaya Allah سبحانه و تعالى untuk turut serta mempersiapkan dan memperjuangkannya di atas jalan yang lurus dan benar. Bukan malah menjadi bagian dari mereka yang justeru turut melestarikan dan memandang final The New World Order yang sejatinya merupakan Sistem Dajjal dalam rangka menyambut kedatangan si puncak fitnah, yakni Ad-Dajjal. Wa na’udzu billaahi min dzaalika...!


Sumber : eramuslim.com


Lanjutkan Membaca ...

17 Mei 2011

Kuburan Massal Korban Pembantaian Pasukan AS Ditemukan di Irak


Kuburan Massal Korban Pembantaian Pasukan AS Ditemukan di Irak Barat

Para pejabat Irak menyatakan bahwa mereka telah menemukan mayat 21 orang di sebuah kuburan massal di kota Fallujah di provinsi Anbar Irak barat.
Orang-orang itu dilaporkan tewas dalam baku tembak antara kelompok perlawanan Irak dan pasukan AS pada tahun 2004 di Fallujah, AFP melaporkan pada hari Selasa kemarin (17/5).

Kuburan massal tersebut ditemukan di pemakaman al-Maadhidi di pusat kota selama upacara pemakaman.

"Mayat-mayat itu ditemukan di dalam kantong-kantong dengan huruf Latin dan angka terdapat pada mereka," kata Kepala Polisi Fallujah Brigadir Jenderal Mahmud al-Essawi, menambahkan "mata mereka ditutup, kaki mereka diikat dan mereka menderita luka tembak."

Menurut walikota Fallujah, Adnan Hussein, cara di mana warga Irak itu dikuburkan membuktikan mereka dibunuh oleh pasukan AS.

Situs kuburan massal etrsebut sekarang sedang diselidiki aparat kepolisian Irak.

Sebelumnya pada bulan Februari, pasukan keamanan Irak menemukan kuburan massal di Provinsi Diyala dengan lebih dari 150 mayat terbunuh selama pendudukan yang dipimpin AS di Irak.

Irak terus bergulat dengan kekerasan di tahun kesembilan pendudukan militer Amerika Serikat di negara itu, meskipun adanya kehadiran puluhan ribu pasukan yang dipimpin AS.


Lebih dari satu juta warga Irak tewas selama pendudukan, menurut penelitian media berbasis di California dari kelompok Project Censored.(fq/prtv)
Lanjutkan Membaca ...

Jill: Menjadi Muslim adalah Hal Terindah

Jill: Menjadi Muslim adalah Hal Terindah dalam Perjalanan Hidup Saya
REPUBLIKA.CO.ID, Ia meminta dipanggil Jill saja. Menganut Islam beberapa tahun lalu, dia kini mantap menjadi Muslimah. "Insya Allah, Islam akan saya bawa sampai maut menjemput," ujarnya. Berikut kisahnya tentang pilihannya pada Islam: 

"Saat remaja, saya bekerja sampingan di sebuah restoran milik orang Palestina. Ya, pemilik itu seorang Muslim. Ini kali pertama saya, remaja kulit putih kelahiran Amerika, bersinggungan dengan Muslim. Dia shaleh. Dia memperlakukan karyawan dengan "hati". Dia menyambut siapa saja dengan ramah, bersalamaan. Dia sangat berbeda dengan Muslim yang saya kenal. 

Masuk kuliah, saya memutuskan memilih jurusan sejarah timur tengah. Di sini, saya mengenal lebih jauhtentang Islam dari perspektif sejarah. Siapa penyebar ajaran Islam, bagaimana dia, apa isi ajarannya, dan seterusnya. Hati saya makin tertawan pada Islam. Namun saat itu belum memutuskan menganut Islam. 

Pada perjalanannya kemudian, saya berkenalan dengan seorang pemuda yang mengenalkan saya pada sufisme Islam. Dari pemuda yang di kemudian hari menjadi suami saya ini, saya menyimpulkan satu hal tentang Islam: agama yang logis dan knowledgeble. Satu kata yang selalu saya ingat: "Jill, islam adalah agama yang logis. Dia bukan hanya agama, tapi jalan keluar untuk hidup."

Dan saya membuktikannya. Setiap kali ada masalah, Islam membimbing saya untuk tenang dan keluar dari masalah itu. Ajaran Islam juga bisa diterima akal. Bahkan, misalnya, untuk hal remeh kenapa wanita harus mengenakan jilbabpun, ada alasan logis yang bisa diterima akal. 

Saya memutuskan berislam tidak dengan cara membabi buta. Saya mempelajarinya lebih dulu. Saya orangnya sangat berhati-hati. Betul, calon suami yang mengenalkan saya lebih jauh pada Islam, tapi pendapatnya bukan harga mati bagi saya. Saya tetap mengikuti kelas pendidikan Islam, bertanya pada teman-teman yang lain, dan seterusnya. Intinya, saya terus belajar. 

Menganut Islam adalah hal terindah dalam perjalanan hidup saya. Insya Allah, saya akan membawanya hingga maut menjemput. Berislam, bukan sekadar mengucap syahadat, selesai. Insya Allah, saya akan terus belajar tentang Islam, meningkatkan dan terus menjaga keimanan saya. Insya Allah, semoga Allah selalu membimbing saya."


Sumber: Republika.co.id
Lanjutkan Membaca ...

Unik, Layanan Seluler Islamkan Ribuan Warga Saudi

Seorang wanita Muslim tengah mengaktifkan layanan seluler di telepon genggamnya. Beberapa saat lalu, Saudi menggunakan layanan tersebut untuk menyebarkan Islam ke warganya. (Berita SuaraMedia)
RIYADH (Berita SuaraMedia) - Sebuah layanan telepon seluler dengan pengkhotbah spesialis yang berupaya untuk mendorong non-Muslim untuk memeluk agama Islam sejauh ini telah berhasil membantu sekitar 5.480 orang memeluk agama Islam.Pelayanan "Bring Me to Islam" (Bawa Saya ke Islam) yang dijalankan oleh Biro Koperasi untuk Panggilan dan Kesadaran dalam Masyarakat di Al-Badee'a, di ibukota telah memiliki pada 18 staf penuh-waktu dan 50 orang lainnya, yang memberi mereka kemampuan dalam mencakup 12 bahasa yang berbeda.

Masing-masing menerima rata-rata sekitar 300 pesan yang memberitahu mereka tentang nomor telepon dan rincian umat Islam potensial, dan mereka telah sejauh ini membantu 5.480 orang yang memeluk Islam melalui sekitar 800.000 panggilan telepon yang berlangsung rata-rata tujuh menit bagi masing-masing penelpon.

Skema "Bring Me to Islam" bertujuan untuk menginformasikan orang-orang mengenai Islam dengan menerima informasi dari siapa saja yang ingin membantu seorang non-Muslim belajar tentang Islam dengan mengirimkan rincian nomor telepon mereka, kebangsaan, agama dan bahasa yang mereka gunakan, yang kemudian dianalisa oleh Biro yang lalu menugaskan seorang ulama yang tepat untuk menghubungi mereka.

Jika orang itu memeluk Islam, penyedia informasi sebenarnya atas individu tersebut akan diberitahukan oleh Biro.

Menurut kebijakan Biro, identitas dan jumlah penyedia informasi dan jumlah ulama yang membuat kontak dengan calon Muslim potensial, keduanya tetap rahasia.

Seorang Filipina di Al-Qariyat yang memeluk Islam sembilan bulan yang lalu, sementara itu, dilaporkan telah meyakinkan anggota keluarganya yang lain untuk melakukan hal yang sama melalui Internet.

Tak lama setelah masuk Islam, pria tersebut dilaporkan menyiapkan kamera di komputer rumah untuk mengajari istri dan lima anak-anak tentang manfaat Islam, yang menyebabkan mereka akhirnya mengucapkan Syahadat, dan istrinya mengubah namanya menjadi Fatimah.

Kata pria itu kebahagiaannya "tak terlukiskan" setelah dia masuk Islam, yang, katanya, "memiliki spiritualitas yang absen dalam agama-agama lain"

Pengkhotbah akan menelepon lagi jika orang tersebut menunjukkan keinginan untuk terus menerima panggilan telepon tersebut, Okaz menyampaikan, menambahkan bahwa dari sekitar 800.000 panggilan  telepon yang dibuat, memakan biaya 120.000 riyal Saudi ($ 32.000).

Pada bulan September, lebih dari 600 warga negara China yang bekerja pada proyek Rail Haramain juga telah memeluk Islam di sebuah upacara baru-baru ini di Makkah, menurut laporan Gulf News.
Mereka adalah pekerja dari Perusahaan Kereta Api China, yang memenangkan kontrak multi-miliar untuk menerapkan 450-km rel yang menghubungkan kota-kota suci Mekkah dan Madinah melalui Jeddah dan Khum.

"Konversi mereka terjadi 24 jam setelah mendapatkan buku yang memperkenalkan Islam dalam bahasa China di tempat kerja mereka di Arafah, yang berada di luar kawasan Haram," kata Dr Abdul Aziz Al Khudhairi, Wakil Menteri di Governorat Mekah, mengatakan, menambahkan bahwa pujian atas hal itu diberikan ke Kantor Panggilan dan Penyuluhan untuk Ekspatriat di Makkah.

Di antara yang memeluk Islam, ada 70 pekerja yang terlibat dalam pembangunan proyek monorel Makkah, yang menghubungkan kota suci dengan tempat-tempat suci di Mina, Muzdalifa dan Arafah.
"Upaya sedang dilakukan untuk menyebarkan pesan Islam di antara sekitar 5.000 warga negara China yang bekerja pada proyek kereta api Haramain," katanya.

Mayoritas Saudi adalah Muslim Sunni. Sekitar 15% dari warganya adalah Muslim Syiah, yang sebagian besar tinggal di Provinsi Timur, dengan konsentrasi terbesar di Qatif, Al-Ahsa, dan Dammam, konsentrasi besar lain ditemukan di Najran, di samping minoritas kecil di Madinah.

Populasi non-Muslim Arab Saudi yang dominan ditemukan dalam populasi pekerja asing. Arab Saudi memiliki perkiraan penduduk asing sekitar 8 juta, yang kebanyakan adalah Muslim. Penduduk asing yang dilaporkan termasuk 1,5 juta orang India, Bangladesh 1,5 juta, 1,2 juta Filipina, 1 juta warga Pakistan, 1 juta orang Mesir, 600.000 Indonesia, 400.000 Sri Lanka, 350.000 Nepal, 250.000 orang Palestina, 150.000 Lebanon, 100.000 Eritrea, dan 30.000 orang Amerika. (iw/sg/am/wp)

www.suaramedia.com
Lanjutkan Membaca ...

Khawatir Diserang, Perancis Tawarkan Suap Untuk Taliban

KABUL (Berita SuaraMedia)

Pasukan Perancis yang tergabung dalam koalisi tentara asing yang menjajah Afghanistan telah menawarkan pundi-pundi uang dalam jumlah besar kepada Taliban, uang tersebut diberikan agar mereka tidak menjadi sasaran serangan kelompok gerilyawan tersebut, demikian kata seorang komandan militer Taliban.

Komandan milisi Taliban dari front Kabul, Saifullah Jalali, menambahkan bahwa Taliban menampik tawaran uang tersebut. Kelompok tersebut tetap kukuh pada pendiriannya dan meminta segenap pasukan asing untuk angkat kaki dari tanah Afghanistan.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Saifullah Jalili, mengatakan bahwa anak buahnya ditawari hadiah dan uang tunai oleh para prajurit Perancis.

"(Tentara) Perancis di Sorubi – Provinsi Nangarhar, sebelah timur Afghanistan – mencoba untuk memberikan s kepada para pejuang Taliban dan menawarkan uang dalam jumlah besar agar kami tidak melancarkan serangan terhadap pasukan Perancis," kata Jalili.

"Namun para pejuang Taliban menolak mentah-mentah semua tawaran itu, dan dengan tegas meminta agar pasukan Perancis dan seluruh pasukan asing keluar dari negara kami, yang telah mereka jajah dengan paksa," katanya.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (Isaf) yang dipimpin oleh NATO langsung membantah klaim Jalili tersebut, mereka mengatakan bahwa kata-kata tersebut tidak lebih dari sekedar propaganda Taliban.
Dalam wawancara eksklusif tersebut, Jalili juga mengklaim bahwa ada kelompok-kelompok daerah yang sengaja dipersenjatai oleh pasukan Barat, tujuannya untuk turut memerangi Taliban. Namun, bujukan Barat tersebut meleset, karena kelompok-kelompok tersebut justru menyerahkan senjata yang mereka terima kepada Taliban.

"Ada banyak kelompok yang bekerja untuk Taliban, dan mereka menerima senjata dari pasukan asing melalui pemerintah (Afghanistan)," katanya.

"Mereka diminta untuk memerangi kami, namun kelompok-kelompok itu memenuhi sumpah setia mereka dan menyerahkan senjata yang mereka peroleh kepada Taliban," tambahnya.

Senator Carl Levin, ketua Komite Layanan Persenjataan di Senat AS, bulan lalu mengatakan bahwa draf resolusi anggaran belanja pertahanan akan disetujui oleh Presiden Barack Obama pada hari Rabu dan akan memiliki kekuatan hukum, termasuk di dalamnya adalah sebuah ketetapan yang mengatur mengenai pembayaran uang suap kepada Taliban untuk membujuk gerakan tersebut.

"Yang hendak kami lakukan di Afghanistan mirip dengan program serupa di Irak, yakni menitikberatkan pada integrasi mantan gerilyawan ke dalam masyarakat Irak," kata Levin.

Klaim Taliban tersebut dilontarkan hanya berselang satu bulan setelah pasukan Italia yang diterjunkan di wilayah yang sama juga dituding telah menyuap para gerilyawan Taliban agar tidak mendapatkan serangan.
Pers Inggris melaporkan bahwa intelijen Italia mengeluarkan dana puluhan ribu dollar untuk diberikan kepada Taliban, tujuannya agar pasukan Italia tidak menjadi target serangan kelompok tersebut.

The Times menyebutkan bahwa para pejabat pemerintahan Barat mengetahui keberadaan uang suap untuk Taliban tersebut, namun para prajurit Perancis yang datang baru-baru ini tidak diperintahkan untuk melakukannya.

Afghanistan belakangan ini mengalami puncak kekerasan sejak invasi tahun 2001, pasukan asing memerlukan tambahan kekuatan untuk memerangi para gerilyawan dan melatih para personel keamanan setempat.
Presiden AS Barack Obama akan segera mengumumkan keputusannya untuk mengirimkan tambahan pasukan ke Afghanistan yang jumlahnya dapat mencapai 40.000 orang.

AS dan NATO saat ini tercatat memiliki lebih dari 100.000 orang pasukan yang telah diterjunkan di medan tempur Afghanistan. (dn/im/aj)

 www.suaramedia.com
Lanjutkan Membaca ...

Situs Wikileaks Berhasil Siarkan Pesan Tersembunyi 9/11

Seorang petugas pemadam kebakaran yang bekerja setelah gedung kembar WTC roboh. Dalam peristiwa tersebut, pesan terakhir dari ribuan orang berhasil disadap dan ditampilkan dalam sebuah situs. (Berita SuaraMedia)
Seorang petugas pemadam kebakaran yang bekerja setelah gedung kembar WTC roboh. Dalam peristiwa tersebut, pesan terakhir dari ribuan orang berhasil disadap dan ditampilkan dalam sebuah situs. (Berita SuaraMedia)
NEW YORK (Berita SuaraMedia) - Sebuah situs telah menerbitkan apa yang dikatakan sebagai 573.000 pesan pager yang dikirim selama serangan 9 / 11 di AS yang berhasil disadap.

Wikileaks mengatakan mereka tidak akan mengungkapkan siapa yang memberikan pesan-pesan tersebut, yang beberapa di antaranya adalah dari badan-badan federal dan juga dari warga negara biasa.
Internet analis mengatakan mereka percaya bahwa pesan tersebut asli namun pemerintah federal menolak memberikan komentar.

Serangan pada 11 September 2001 menyebabkan hampir 3.000 orang tewas.

Pesan-pesan tersebut diterbitkan lebih dari 24 jam dan berakhir pada 08.00 GMT pada hari Kamis. Pesan-pesan tersebut dirilis secara bersamaan pada Wikileaks dan situs jaringan sosial Twitter.

Website ini menyiarkan setiap pesan pada saat itu dikirim awalnya pada tahun 2001.

Pesan pertama dikirim dari pukul 03.00 waktu setempat (08.00 GMT), lima jam sebelum serangan pertama di New York dan yang terakhir 24 jam kemudian.

Pesan tidak semua tentang serangan. Beberapa hanya berupa pertanyaan biasa tentang apa yang dimakan orang untuk makan siang.

Namun banyak dari pesan-pesan itu merupakan tentang serangan pesawat mematikan dan berkisar mulai dari orang yang mencoba untuk mencari tahu apakah orang yang mereka cintai selamat, hingga pesan-pesan pemerintah hingga error pada komputer server.

Pesan-pesan tersebut termasuk:
Ini Myrna, saya tidak akan beristirahat sampai kau tiba di rumah, menara kedua telah jatuh, aku tidak mau harus terus meneleponmu setelah setiap peristiwa. Tolong, pulanglah.Presiden telah dipindah-jalurkan dan tidak akan kembali ke Washington tapi tidak yakin ke mana ia akan pergi.Bom diledakkan di World Trade Ctr. Tolong kembali kepada Mike Brady dengan penilaian yang cepat daerah Anda dan hubungi kami jika ada sesuatu yang diperlukan.

Departemen kebakaran dan polisi New York mengatakan mereka tidak bisa berkomentar apakah pesan yang konon dikirim dari mereka adalah asli sementara Dinas Rahasia AS menolak memberikan komentar.

Sebagian besar pesan itu berasal dari tiga perusahaan, Metrocall, Skytel dan Arch.

USA Mobility Inc., yang menggabungkan sistem Metrocall dan Arch pada tahun 2004, mengeluarkan pernyataan Rabu mengatakan mereka "bermasalah dengan mengetahui bahwa pesan pager tersebut, yang termasuk komunikasi yang melibatkan pejabat pemerintah, tampaknya telah disadap dan dengan jelas diungkapkan secara publik dalam sebuah pelanggaran hukum pidana federal .

"Kami berharap dan berharap bahwa orang-orang yang terlibat dalam pengawasan elektronik yang melanggar hukum akan ditangkap dan dituntut untuk sepenuhnya sesuai hukum," kata pernyataan itu.

Skytel tidak menghubungi untuk memberikan komentar.

Wikileaks memungkinkan orang untuk memuat dokumen anonim di Web, dengan mengatakan tujuannya adalah untuk mempromosikan transparansi.

Ini diciptakan pada 2006 oleh para pembangkang, wartawan, ahli matematika dan teknologi dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia dan Afrika Selatan.

Wikileaks Juru bicara Daniel Schmitt mengatakan pesan-pesan itu disampaikan secara anonim ke situs tersebut beberapa minggu yang lalu.

Dia mengatakan kepada Associated Press: "Dari konteks informasi yang diberikan sumber kita alasan kuat untuk percaya bahwa ini adalah data yang valid."

Kata Schmitt menerbitkan pesan tersebut "adalah salah satu tambahan blok bangunan untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang apa yang terjadi pada hari itu." (iw/bbc/kc)

Lanjutkan Membaca ...

Gugur di Medan Jihad Itu Lebih Baik


Oleh: Badrul Tamam

Segala puji bagi Allah yang memiliki kehendak yang sempurna. Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Lalu apa yang Dia kehendaki dari sesuatu pasti terjadi. Sebaliknya, yang tak dikehendaki oleh-Nya, tak akan terjadi.

Gugurnya mujahidin dalam jihad tidak lepas dari kehendak Allah di atas dan masuk dalam keumuman firman-Nya,


وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلا
 "Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya." (QS. Ali Imran: 145) Artinya, tidak seorangpun yang meninggal kecuali dengan takdir Allah, dan sehingga sempurna waktu yang telah ditetapkan Allah untuknya. Oleh karena itu Allah berfirman, "Sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya."

Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam tafsirnya, Aisar Tafasir, juga menjelaskan bahwasanya kematian seseorang terjadi dengan izin Allah sebagai pencipta dan pemiliknya yang hakiki. Sehingga tak seorang pun meninggal tanpa sepengetahuan-Nya. Malaikat maut juga tak akan mencabut nyawa seorang pun sebelum Allah mengizinkannya untuk melakukan itu. Lain dari pada itu, kematian setiap manusia telah tercatat tanggalnya, lebih rinci lagi sampai tercatat hari dan jamnya, pada kitab khusus yang tak mungkin akan maju atau mundur karena satu kondisi. Semua ini merupakan hakikat yang wajib diketahui.

Lebih dari itu, Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa'di dalam tafsirnya menerangkan, siapa saja yang telah sampai ketetapan takdir kematiannya pasti ia akan mati walau tanpa sebab. Sebaliknya, siapa yang ingin kematian walau ia melakukan berbagai sebab, maka semua itu tidak bisa mematikannya sebelum sampai ajalnya. Semua itu dikarenakan Allah telah memutuskan, menetapkan, dan menuliskannya sampai ajal tertentu, "Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya)." (QS. Yunus: 49)
siapa saja yang telah sampai ketetapan takdir kematiannya pasti ia akan mati walau tanpa sebab. Sebaliknya, siapa yang ingin kematian walau ia melakukan berbagai sebab, maka semua itu tidak bisa mematikannya sebelum sampai ajalnya.
Maka sesungguhnya kematian yang menimpa seorang mujahid di medan jihad adalah karena Allah mengizinkannya meninggal, dan sudah sampai batas umurnya. Bukanlah kehebatan musuh yang mencabut nyawanya. "Jihad dan medan peperangan tidaklah menyegerakan ajal seorang hamba. Sementara lari dari jihad tidak pula mengakhirkannya." (Dinukil dari Aisar Tafasir)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Dalam ayat ini terdapat motifasi dan dorongan bagi para penakut untuk berperang (berjihad). Karena maju berperang atau lari darinya tidak mengurangi jatah umur dan tidak pula menambahnya."

Lebih dari itu, bahwa dalam kematian mujahid terdapat hikmah yang Allah kehendaki pada keputusan-Nya tersebut, "Dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada." (QS. Ali Imran: 140)
Bagaimana seseorang bisa mendapatkan derajat syuhada' kalau dia tidak meninggal dan terbunuh di medan jihad? Dan bagaimana seseorang bisa terbunuh di medan jihad, kalau dia menjauh dari bumi jihad? Padahal mati syahid merupakan jalan besar untuk masuk surga. Sehingga tepatlah pertanyaan Allah kepada orang-orang yang merindukan surga tapi takut berjihad karena takut mati atau terbunuh di dalamnya, padahal surga tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang mati terlebih dahulu.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar." (QS. Ali Imran: 142)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

وَاعْلَمُوا أنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلالِ السُّيُوفِ

"Ketahuilah bahwasanya surga itu berada di bawah kilatan pedang." (HR. al-Bukhari dan Muslim)


Gugur Pada Jalan Jihad Itu Lebih Baik 

Sesungguhnya kematian adalah sesuatu yang pasti. Setiap yang bernyawa harus merasakannya. Setiap yang tinggal di muka bumi harus mati. Tak seorangpun bisa menghindar darinya. Allah Ta'ala berfirman, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS. Ali Imran: 185)

Sedangkan kematian di jalan Allah atau terbunuh di dalamnya adalah lebih baik, seandainya mereka tahu dan meyakininya,  dari apa saja yang mereka kumpulkan di dunia ini yang karenanya mereka meninggalkan jihad disebabkan takut mati dan terbunuh.

Allah ta'ala berfirman,
وَلَئِنْ قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

"Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan." (QS. Ali Imran: 157)
Imam Ibnu Katsir berkata, "Firman Allah ini mengandung makna bahwa terbunuh di jalan Allah (jihad) dan juga meninggal (di dalamnya) merupakan sarana mendapatkan rahmat Allah, ampunan dan keridhaan-Nya. Dan itu lebih baik daripada tetap tinggal di dunia dan mengumpulkan semua kemewahannya yang fana."
Maka anggapan orang munafik yang materialistik, bahwa gugur dan meninggal di medan jihad merupakan keburukan. Dan karena kebenciannya kepada Islam dan syariatnya sehingga ia senantiasa menunggu-nunggu hal itu menimpa mujahidin. Maka Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk membantah keyakinan mereka:

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ

"Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan." (QS. Al-Taubah: 52)  
Maksudnya satu dari dua kebaikan adalah kemenangan terhadap musuh dan mendapatkan ganjaran duniawi dan ukhrawi; atau mendapatkan kesyahidan  yang merupakan derajat tertinggi dan kedudukan termulia makhluk di sisi Allah.
Karena itu, gugur di medan jihad tidak perlu ditakutkan karena dia bukan keburukan dan perbuatan tercela. Bahkan seharusnya diperebutkan oleh orang-orang yang berlomba-lomba menuju Allah dan surga-Nya.
Karena itu, gugur di medan jihad tidak perlu ditakutkan karena dia bukan keburukan dan perbuatan tercela. Bahkan seharusnya diperebutkan oleh orang-orang yang berlomba-lomba menuju Allah dan surga-Nya. Karena dengannya Allah membeli kehidupannya yang pendek dan fana yang penuh dengan sesuatu yang menjengkelkan, musibah dan sakit, dengan kehidupan abadi yang kenikmatannya tak terputus dan tak lagi ada penderitaan dan rasa sakit. Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّ الله اشترى مِنَ المؤمنين أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الجنة يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الله فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التوراة والإنجيل والقرآن وَمَنْ أوفى بِعَهْدِهِ مِنَ الله فاستبشروا بِبَيْعِكُمُ الذي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الفوز العظيم

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jualbeli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS. Al-Taubah: 111)

Allah mengabarkan tentang kondisi para syuhada', keutamaan dan kemuliaan mereka, serta karunia dan kebaikan yang Allah berikan kepada mereka:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ  يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, 'bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.' Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman." (QS. Ali Imran: 169-171)

Para syuhada' tidaklah mati seperti yang mereka kira sehingga kehilangan rizki dan  kenikmatan hidup. Padahal hal inilah yang membuat banyak orang khawatir, para pengecut takut berperang dan tidak rindu syahid. Tapi mereka hidup mulia di sisi Allah Allah dengan mendapatkan berbagai kenikmatan yang tidak akan diketahui nikmatnya kecuali oleh yang merasakannya.

Allah menyempurnakan anugerah nikmat kepada mereka dengan mengabungkan antara nikmat badan berupa rizki dengan nikmat hati dan ruh dalam bentuk kebahagiaan terhadap karunia yang dianugerahkan kepada mereka. Sehingga sempurnalah kenikmatan dan kebahagiaan mereka.

Bau Darah Orang Mati Syahid

Orang yang mati syahid merupakan manusia yang paling tinggi kedudukannya. Pahala amalnya tetap mengalir sehingga ia dibangkitkan. Bau darahnya sewangi kesturi.

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya! Tidaklah seseorang terluka di jalan Allah -dan Allah lebih tahu siapa yang terluka di jalanNya- melainkan dia akan datang pada hari kiamat dengan darah yang berwarna darah (merah) sedangkan baunya seharum kesturi.” (HR. Bukhari)

Dr. Abdullah Azzam menyampaikan, “Subhanallah! Sungguh kita telah menyaksikan hal ini pada kebanyakan orang yang mati syahid. Bau darahnya seperti aroma misk (minyak kasturi). Dan sungguh di sakuku ada sepucuk surat-diatasnya ada tetesan darah Abdul wahid (Al Syahid, insya Allah)- dan telah tinggal selama 2 bulan, sedangkan baunya wangi seperti kesturi.” (Kado Istimewa Untuk Sang Mujahid, karya Syaikh Dr. Abdullah Azzam)
Dan sungguh di sakuku ada sepucuk surat-diatasnya ada tetesan darah Abdul wahid (Al Syahid, insya Allah)- dan telah tinggal selama 2 bulan, sedangkan baunya wangi seperti kesturi. (DR. Abdullah Azam)
Di Manakah Arwah Syuhada'?

Arwah para syuhada' ditempatkan di surga Firdaus yang tertinggi. Hal ini didasarkan pada hadits Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang bersabda kepada Ummu Haritsah binti Nu’man -putranya gugur di perang badar-ketika dia bertanya kepada beliau (tentang nasib putranya): “Di mana dia?” Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: ”Sesungguhnya dia ada disurga Firdaus yang tinggi.” (HR. Al Bukhari)

Dalam Shahih Muslim, dari Masyruq rahimahullah, berkata: "Kami bertanya kepada Abdullah tentang ayat ini (QS. Ali Imran: 169)

Dia menjawab, "Adapun kami telah bertanya (kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) tentang hal, lalu beliau menjawab: "Sesungguhnya ruh-ruh para syuhada’ itu ada di dalam tembolok burung hijau. Baginya ada lentera-lentera yang tergantung di 'Arsy. Mereka bebas menikmati surga sekehendak mereka, kemudian singgah pada lentera-lentera itu. Kemudian Rabb mereka memperlihatkan diri kepada mereka dengan jelas, lalu bertanya: “Apakah kalian menginginkan sesuatu?” Mereka menjawab: “Apalagi yang kami inginkan sedangkan kami bisa menikmati surga dengan sekehendak kami?” Rabb mereka bertanya seperti itu sebanyak tiga kali. Maka tatkala mereka merasa bahwasanya mereka harus minta sesuatu, mereka berkata, “Wahai Rabb kami! kami ingin ruh kami dikembalikan ke jasad-jasad kami sehingga kami dapat berperang di jalan-Mu sekali lagi. “Maka tatkala Dia melihat bahwasanya mereka tidak mempunyai keinginan lagi, mereka ditinggalkan.” (HR. Muslim)

Imam al Darimi dalam Sunannya meriwayatkan dari Masyruq, dia berkata: "Kami telah bertanya kepada Abdullah tentang arwah para syuhada'. Kalau bukan Abdullah, maka tak seorangpun yang menyampaikannya kepada kami. Dia (Abdullah) berkata, "Arwah para syuhada' di sisi Allah pada hari kiamat berada di perut burung hijau. Dia memiliki lentera-lentera yang tergantung di 'Asry. Dia terbang di dalam surga ke mana saja yang dikehendakinya. Kemudian dia kembali ke lentera-lentera tadi, lalu Rabb mereka memuliakan mereka dengan berkata: "Apakah kalian menginginkan sesuatu? Mereka menjawab: "tidak, kecuali kami dikembalikan lagi ke dunia sehingga kami terbunuh (mati syahid di jalan Allah ) untuk kesekian kali."

Imam an Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan, ". . . ketika mereka tahu harus meminta, mereka meminta agar ruh mereka di kembalikan ke jasad-jasad mereka untuk berjihad lagi atau untuk mencurahkan jiwanya di jalan Allah Ta'ala dan merasakan nikmatnya (gugur) di jalan Allah." Walahu A'lam

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengetahui kenikmatan yang diperoleh para syuhada'. Karenanya beliau pernah menyampaikan keinginannya untuk gugur di jalan Allah dalam sabdanya: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan meninggal di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu terbunuh, lalu dihidupkan lagi, lalu terbunuh." (HR. Al Bukhari)
Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (rasa sakit) pembunuhan kecuali sebagaimana seorang di antara kalian merasakan (sakitnya) cubitan. (al Hadits)
Kematian Di Jalan Allah Tidak Seseram yang Dibayangkan

Sesungguhnya kematian di jalan Allah tidak seseram yang kita bayangkan. Banyak hadits dan kisah yang memaparkan bahwa para syuhada' tidak merasakan sakit berlebih ketika menemui kesyahidan, kecuali seperti tercubit.

Disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, “Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (rasa sakit) pembunuhan kecuali sebagaimana seorang di antara kalian merasakan (sakitnya) cubitan.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i – hadits hasan)

Karennya, masih takutkah kita untuk berjihad fi sabilillah dan menemui kesyahidan di jalan Allah?

[PurWD/voa-islam.com]
Lanjutkan Membaca ...

AS membenarkan tindakan Israel tembak para demonstran


BEIRUT (Arrahmah.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (17/5/2011) mengutuk aksi biadab Israel  Israel terhadap demonstran pada peringatan hari Nakba yang juga merupakan ulang tahun didirikannya negara Yahudi.

Tentara Israel telah menyerang demonstrasi di desa Maroun al-Ras di perbatasan Lebanon, Minggu (15/5), yang menewaskan 10 warga Palestina, kata sumber keamanan dan militer Lebanon.
Demonstrasi di Lebanon itu bertepatan dengan demonstrasi yang sama di perbatasan Israel dengan Gaza dan Suriah, tempat serdadu Israel menembaki demonstran untuk mencegah kerumunan massa melintasi garis perbatasan
.
“Saya terkejut dengan jumlah korban tewas dan saya mengutuk penggunaan kekuatan mematikan, tak seimbang oleh Pasukan Pertahanan Israel terhadap demonstran tak bersenjata,” kata Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Michael Williams.

“Saya tegaskan kembali dengan keras perlunya semua pihak untuk melakukan pengekangan diri maksimal, guna mencegah terulangnya kekerasan seperti itu dan untuk mentaati dengan keras resolusi 1701,” kata Williams, merujuk ke resolusi PBB yang menghentikan permusuhan antara Israel dan kelompok Syiah garis keras Hizbullah dalam perang 2006.

Beberapa pemakaman para demonstran yang tewas berlangsung di kamp pengungsi Palestina di kota Sidon dan Tyre di Lebanon selatan, Senin (16/5).

Israel beralasan bahwa serangan Minggu (15/5) merupakan provokasi yang diilhami oleh musuh lamanya Iran. Gedung Putih menyesalkan terenggutnya jiwa dalam bentrokan itu, tapi seperti biasa, AS tetap memihak dan membenarkan tindakan brutal Israel dengan mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk melindungi perbatasannya. (rasularasy/arrahmah.com)
Lanjutkan Membaca ...

Serangan Terhadap Muslim Meningkat, Kemana Aparat dan Intelijen AS?


Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi serangan beruntun terhadap komunitas Muslim di AS. Lembaga advoksi muslim terbesar di AS, Council on American-Islamic Relations (CAIR) sudah melaporkan dan meminta FBI untuk cepat tanggap menangani kasus-kasus tersebut. Tapi teror berupa aksi kekerasan dengan target komunitas dan fasilitas-fasilitas milik Muslim masih terus terjadi.

Baru-baru ini, CAIR cabang Texas kembali mendesak FBI untuk menyelidiki serangan ke sebuah masjid di Houston, yang diduga berlatar belakang kebencian terhadap Muslim. Dua anak remaja yang tertangkap kamera pengintai yang dipasang di masjid, memecahkan kaca jendela untuk masuk ke masjid, menyiram bensin ke salah satu ruangan dan menyalakan api sehingga menimbulkan kebakaran di dalam masjid.

Direktur Komunikasi Nasional CAIR, Ibrahim Hooper mengatakan, dalam setahun terakhir , masjid-masjid menjadi target serangan, berupa upaya pembakaran masjid dan penistaan terhadap masjid. Kasus-kasus seperti itu menimpa masjid di Oregon, Tennessee, Texas dan Michigan. Pada bulan Mei 2010, sebuah bom bahkan meledak di sebuah masjid di Florida.


"Sejumlah insiden serangan belakangan ini, dengan target komunitas Muslim dan fasilitas-fasilitas milik Muslim menjadi tren di seluruh AS dan sangat mengkhawatirkan. Para politisi dan pemuka agama di level nasional harus segera menanggapi kecenderungan ini," kata Hooper.

Sepanjang akhir pekan kemarin, kata Hooper, selain serangan ke sebuah masjid di Houston, CAIR Michigan menerima laporan dan sedang menyelidiki kasus vandalisme. Sebuah mobil milik Muslim di Michigan, dirusak dan terdapat tulisan "f'ckin sand n'gger" dengan menggunakan cat semprot.


CAIR mencatat insiden serangan terhadap Muslim dan institusi milik Muslim meningkat pasca terbunuhnya Usamah Bin Ladin. Diantaranya adalah dua kasus di atas. Kasus lainnya, sebuah masjid di Lousiana dilecehkan, dimana pelakunya meletakkan daging babi di gagang pintu masuk masjid tersebut.
Masjid di Maine juga menjadi sasaran aksi vandalisme. Rumah keluarga muslim di Minnesota ditulisi "Nazi" dan "KKK" dengan menggunakan cat semprot. Seorang siswa muslim di Texas, dilecehkan gurunya terkait tewasnya Bin Ladin. Sebuah poster dengan gambar yang menyiratkan kebencian terhadap Muslim, ditempel di dekat masjid di New York.

Para pemuka agama dan para imam, sering menjadi target kecurigaan ketika bepergian dengan pesawat terbang. Belum lama ini, tiga cendikiawan Muslim dilarang naik ke pesawat terbang yang akan membawa mereka ke lokasi tempat berlangsungnya konferensi tentang Islamofobia.

Dan sepekan yang lalu, seorang pegawai pom bensin di California, diserang oleh dua orang lelaki dan mengatai petugas bom pensin tadi sebagai "jihadis" yang marah atas kematian Bin Ladin.

Melihat indikasi makin meningkatnya serangan terhadap komunitas Muslim dan institusi Muslim di seluruh penjuru AS, CAIR berharap aparat keamanan di AS bertindak cepat dan berupaya mencegah insiden-insiden serupa terulang lagi. Tapi sejauh ini, lembaga intelijen dalam negeri AS, FBI belum merespon atau memberikan pernyataan resmi atas desakan CAIR itu. (ln/CAIR)

Sumber : Eramuslim.com
Lanjutkan Membaca ...

Analisa: AS Sudah Menjelma Menjadi Negara Pengecut

Jika misi menangkap Usamah bin Ladin diibaratkan sebagai sebuah film Hollywood, layar di depan Anda perlahan-lahan akan berubah berwarna hitam begitu tersangka teroris itu diumumkan telah tewas. Setelah itu muncul daftar pemeran di layar, dengan latar belakang lagu kelompok Queen "We Will Rock You" dan akhirnya terlihat tulisan "The End" sebagai tanda cerita film sudah tamat.

Tapi, kehidupan nyata bukanlah film-film Hollywood yang "disponsori" oleh operasi-operasi rahasia Pentagon, dan sekeras apapun upaya Presiden AS Barack Obama menggambarkan bagaimana operasi "pembunuhan" terhadap Bin Ladin menjadi bukti bahwa "Amerika bisa melakukan apapun yang telah mereka rencanakan", operasi tersebut dan misteri yang membayangi setelahnya, mendorong munculnya pertanyaan-pertanyaan kritis, yang berujung pada pertanyaan "Apakah sekarang AS sudah menjadi bangsa yang pengecut?"

Pengamat, penulis buku dan komentator isu-isu politik di AS, David Sirota membeberkan analisa bagaimana negara AS bisa dibilang sebagai negara pengecut;
*Apakah legal bagi seorang presiden untuk mengeluarkan perintah ekstrajudisial "bunuh saja"--yaitu perintah untuk membunuh dan bukan perintah untuk menangkap seorang tersangka, bahkan jika tersangka itu sudah menyatakan menyerah.

Tim penyelidik PBB mempertanyakan hal penting ini, setelah Reuters mengutip laporan seorang pejabat pemerintahan Obama bahwa pasukan AS "berada di bawah perintah untuk membunuh (Bin Ladin), dan bukan perintah untuk menangkapnya."

Dikatakan bahwa terungkapnya perintah "bunuh saja" Bin Ladin ini muncul bersamaan dengan klaim pemerintahan Obama bahwa Bin Ladin bersenjata dan melawan saat akan ditangkap. Tapi media massa Inggris memublikasikan pernyataan anak perempuan Bin Ladin berusia 12 tahun, yang mengatakan bahwa ayahnya sebenarnya masih hidup saat ditangkap, tapi kemudian dieksekusi.

*Siapa orang yang dilarang oleh presiden untuk dieksekusi tanpa proses hukum? Jawabannya nampaknya "siapa saja yang bukan bernama Usamah bin Ladin". Tapi ada pengecualian, karena beberapa hari setelah misi pembunuhan terhadap Bin Ladin, Obama kembali memerintahkan pembunuhan terhadap warga negara AS Anwar Al-Awlaki, meski Awlaki tidak dikenakan tuduhan--paling tidak terbukti--melakukan sebuah kejahatan.

Anwar Al-Awlaki adalah warga negara AS keturunan Yaman, yang aktif berdakwah di kalangan komunitas Muslim AS. Namun oleh pemerintah AS, dakwah-dakwah Awlaki dianggap radikal dan Awlaki dicurigai terlibat dalam aksi-aksi terorisme internasional. Awlaki sendiri kini menjadi buronan AS, dan diduga dilindungi oleh kelompok Al-Qaida Semenanjung Arab di Yaman.

Sirota menyatakan, jika perintah "bunuh" itu diterima oleh khalayak, presiden mana lagi yang bisa memerintahkan membunuh seseorang diluar jalur hukum?
*Mengapa para pejahat Nazi diproses secara hukum, tapi para tersangka teroris tidak? Padahal Nazi membunuh jutaan orang tak berdosa dan para tokoh-tokohnya dikenakan dakwaan hukum dalam pengadilan Nuremberg.

Banyak yang beralasan bahwa Bin Ladin dan tokoh Al-Qaida lainnya memang harus dieksekusi atau ditangkap tanpa proses pengadilan semacam pengadilan Nuremberg itu, karena ruang sidang kemungkinan akan menjadi sebuah drama atau "permainan sirkus". Pendapat ini, kata Sirota, kesannya meremehkan pengadilan macam pengadilan Nuremberg yang mengadili para penjahat perang Nazi.

Lalu mengapa ada standar ganda ketika melawan para tokoh Nazi dengan ketika melawan tokoh-tokoh Al-Qaida? Apakah setelah dengan gagah berani menghadapi Hitler, AS kemudian menjadi bangsa pengecut? Apakah AS hari ini sangat terintimidasi oleh kemungkinan balasan yang akan dilakukan Al-Qaida atas apa yang ingin dipertahankan Amerika sesuai dengan nilai-nilai Konstitusi AS?

"Jika demikian, bukankah sikap itu justru telah membiarkan para teroris menang?" ujar Sirota.

Ia mengatakan, masalah ini bukan persoalan yang gampang, terutama bagi sebuah bangsa yang mengalami perubahan radikal belakangan ini. Sejak usai Perang Dunia II, Amerika berusaha mewujudkan prinsip "Empat Kebebasan" Norman Rockwell. Tapi Amerika sekarang, di tahun 2011, tidak lebih sebagai negara "Howard Stern" dan "South Park--sebuah negara yang menekan rakyatnya dengan perintah "Diam, dan duduk!", dan merespon pertanyaan-pertanyaan kritis dari masyarakatnya dengan jawaban sinis "Jika kalian tidak suka Amerika, Anda bisa keluar dari negara ini!"

Terlepas dari pernyataan-pernyataan pedas dari berbagai pihak, Sirota menyatakan bahwa AS tetap harus memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan rakyatnya--bukan hanya karena masyarakat internasional menginginkannya, tapi karena rakyat Amerika berhak tahu tentang apa itu "America", bukan sekedar huruf "A" dalam slogan-slogan "USA!"

Apakah Amerika adalah "negara hukum, dan bukan negara segelintir orang", atau "Apakah Amerika sudah disamakan dengan sebuah tirani tanpa aturan hukum?"

Apakah "Amerika" tempat yang mewajibkan para pemimpinnya untuk menghormati Konstitusi? ataukah "Amerika diperintah dengan cara seperti pernyataan Richard Nixon bahwa 'jika presiden yang melakukan sesuatu, itu artinya tindakannya sah menurut hukum'"

Dan mungkin, rasa keingintahuan yang paling sederhana dari semua hal di atas adalah; apakah Amerika merupakan negara dimana refleksi pribadi dihargai? atau apakah Amerika adalah negara dimana pertanyaan-pertanyaan kritis tidak dibolehkan lagi?

Jika pemerintahan AS tidak bisa menjawab semua keingintahuan rakyat AS maupun masyarakat internasional tentang tindakan ilegal pemerintah AS seperti yang dibeberkanDavid Sirota ini, rasanya pantas jika AS disebut sebagai negara pengecut. (ln/CD)

Sumber : 
Lanjutkan Membaca ...

Pelaku Pembakaran Masjid Houston Terekam Kamera

Kamera pengintai di sebuah masjid di Bintliff, barat daya Houston, menangkap gambar para tersangka pelaku pembakaran ke masjid tersebut, yang terjadi akhir pekan kemarin.

Awni Kussad, salah satu sesepuh masjid mengatakan, rekaman video memperlihatkan dua remaja laki-laki menuju ke bagian belakang bangunan masjid, sambil membawa benda yang diduga digunakan untuk membakar masjid.

"Mereka remaja-remaja nakal. Seseorang bisa dimana saja memutuskan untuk melakukan tindakan yang jahat dan salah. Intinya begitu," kata Kussad.
Alarm tanda kebakaran berbunyi pada Sabtu (14/5) pagi di masjid Blintliff. Ketika regu pemadam kebakaran datang, mereka melihat asap di dalam masjid dan segera memadammkannya. Diduga ada yang sengaja ingin mengobarkan api di dalam masjid.

Meski gambar pelaku yang tertangkap kamera pengintai hanya berdurasi sebentar, rekaman itu bisa menjadi petunjuk bagi polisi untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelakunya.
"Jika Anda punya masalah dengan masjid, dan Anda ingin menimbulkan kebakaran, kita bisa dengan mudah menyalakan percikan api di suatu tempat. Tapi jika Anda ingin bertanya atau ingin tahu siapa kami, saya akan dengan senang hati bicara dengan Anda ..."
"Jangan cuma datang, lalu membakar sebuah tempat--tempat apapun itu--kemudian kabur seperti itu," tukas Kussad mengomentari para pelaku yang berupaya membakar masjidnya.

Bau asap sisi kebakaran masih tercium sampai minggu malam. Bekas tempat yang terbakar masih terlihat, termasuk kaca jendela masjid yang pecah. Namun insiden ini tidak menghentikan salat jamaah di masjid tersebut.

"Saya cuma bisa bilang, mengapa semua ini terjadi, itu saja. Untung saja tim pemadam kebakaran cepat datang sebelum api menghanguskan dan merusak seluruh bagian masjid. Kerusakan fisiknya tidak besar. Tapi yang lebih besar adalah kerusakan moral orang yang melakukan ini semua," tukas Kussad. (ln/IW)

Sumber

Lanjutkan Membaca ...

Apakah BBC Punya Masalah dengan Muslim?

Apakah BBC Punya Masalah dengan Muslim



Islamofobia nampaknya sudah merambah ke seluruh lini kehidupan masyarakat Barat, termasuk media massanya. Kesan ini terlihat dari acara "The Biq Questions" yang ditayangkan stasiun televisi BBC pada Minggu (15/5).


Program itu mengangkat tema "Does Britain Have a Problem with Muslims?". Dari judulnya saja mengilustrasikan bahwa persoalan Islamofobia sudah memasuki ranah media. Bisa dibayangkan jika media sekaliber BBC menayangkan program bertajuk "Does Britain Have a Problem with Jews?" atau "Does Britain 

Have a Problem with Blacks?"

Yang menjadi pertanyaan mengapa BBC mengangkat tema yang tendensius, apakah BBC punya masalah dengan Muslim?

Pembawa acara Nicky Campbell membuka acara dengan pernyataan yang bias, "Usamah Bin Ladin mungkin sudah mati, tapi para pengikutnya tetap hidup. Pada hari Jumat, Taliban Pakistan membunuh 80 orang untuk membalas kematian Bin Ladin ..."

"Sekarang, Inggris juga menjadi pusat penyebaran ideologi para islamis, yang bukan hanya berpotensi menimbulkan resiko keamanan, tapi juga bisa memicu ketegangan di tengah masyarakat kita. Jadi, satu pertanyaan besar kita pagi ini adalah: apakah Inggris punya masalah dengan umat Islam?"

Panelis yang dihadirkan dalam acara itu juga sama sekali tidak imbang. Hanya satu panelis yang mewakili suara Muslim, yaitu Salma Yaqoob yang dikenal sebagai tokoh cendikiawan muslim di Inggris. Selebihnya adalah wartawan dari kelompok sayap kiri Ann Leslie, Taj Hargey dari Muslim Educational Centre of Oxford (MECO) dan Maajid Nawaz dari Quilliam Foundation--sebuah lembaga think tank berbasis di London, yang dibentuk oleh pemerintah Inggris untuk menangkal "ekstrimisme" dan "Islamisme" di Inggris.

BBC nampaknya sengaja menghadirkan Hargey dan Nawaz, dua tokoh yang sebenarnya tidak populer bahkan kurang disukai oleh komunitas Muslim di Inggris. Padahal banyak tokoh Muslim di Inggris yang jauh lebih baik dari kedua orang tersebut. BBC juga tidak mencoba menghadirkan Anjem Choudary, meski oleh pemerintah Inggris Choudary dicap sebagai da'i yang radikal dan ekstrim.

Di tengah acara, Nicky Campbell baru mengatakan bahwa pihaknya memang sengaja tidak mengundang Choudary tanpa menjelaskan alasannya. Yang menarik perhatian, dalam acara itu, Ann Leslie mengambil kesempatan untuk menghina para muslimah berjilbab. Ia menyebut muslimah berjilbab seperti orang yang mengenakan "kantong sampah."

Untunglah para pemirsa yang memberikan pendapatnya dalam acara itu menjadi penyeimbang panel diskusi yang berat sebelah itu. Salma Yaqoob bahkan menjadi sasaran makian pemirsa yang anti-Islam. Tapi tokoh-tokoh seperti Saleem Chagtai, Myriam Francois Cerrah, Chris Allen dan Yusuf Al-Khoei memberikan pandangan yang positif tentang eksistensi komunitas Muslim di Inggris.

Program BBC yang kali ini mengangkat tentang Muslim ternyata mendapat perhatian dari kelompok rasial anti-Muslim English Defence League (EDL). Sekitar 400 komentar masuk ke laman Facebook EDL yang memuat status tentang acara tersebut. Kebanyakan komentar berisi pernyataan kebencian terhadap Muslim. (ln/IW)

Lanjutkan Membaca ...

Tutupi Jejak Masa Lalu, Perdana Menteri Italia Haramkan Film Mafia

Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi menyatakan bahwa dirinya akan segera melarang adanya buku atau film bertemakan mafia. Hal tersebut oleh media dikaitkan dengan adanya tudingan tentang campur tangan Berlusconi dengan jaringan mafia dalam insiden ledakan di Florence pada tahun 1993. (Berita SuaraMedia)
ROMA (Berita SuaraMedia)

Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, mengatakan kepada para pendukungnya bahwa dirinya akan “mencekik” orang-orang yang menulis buku atau membuat film bertemakan tentang mafia.

“Jika saya sampai tahu siapa yang membuat tayangan “Sang gurita” yang telah mengudara sebanyak sembilan musim penayangan, serta orang-orang yang menulis buku mengenai mafia, yang telah memberikan citra amat buruk bagi Italia di seluruh dunia, saya bersumpah akan mencekik mereka,” katanya kepara barisan muda pendukungnya di partai Forza Italia pada hari Sabtu lalu, demikian dilaporkan oleh AFP.

Sumber
Lanjutkan Membaca ...

Siapakah Zionis Israel Itu? 1 dan 2

PART I:
Dalam suatu taklim bersama Allahuyarham Ustadz Rahmat Abdullah awal medio 1990-an di pinggiran Jakarta, dengan suara perlahan namun intonasi yang tegas, beliau berkata, “Hindarilah penggunaan istilah ‘Timur Tengah’ dalam tulisan dan keseharian. Pakailah istilah ‘Dunia Arab’. Kedua istilah ini mengandung ideologi yang amat berbeda.”

“Istilah Timur Tengah yang banyak dipakai media massa negeri ini untuk menyebut Jazirah Arab,“ ujarnya, “…sesungguhnya secara implisit memasukkan dan mengakui adanya ‘Zionis-Israel’ sebagai kaum yang memiliki hak hidup di Arab. Secara ideologis kita turut mengamini adanya penjajahan mereka terhadap bangsa Palestina. Padahal secara akidah Islam, hal ini tentu tidak bisa dibenarkan. Sebab itu, kita seharusnya mengembalikan istilah asli wilayah ini dengan sebutan ‘Jazirah Arab’ atau ‘Dunia Arab’. Dengan digunakannya istilah asli ini, maka keberadaan Zionis di Palestina menjadi haram, ilegal. Ini adalah sikap ideologis yang benar yang harus dimiliki setiap aktivis dakwah.”

Di lain waktu dan tempat, dalam taklim bersama Ustadz Abu Ridho, beliau juga menyinggung hal yang lebih kurang sama. Beliau antara lian berkata jika di dalam keseharian, kita seharusnya menggunakan istilah ‘Zionis-Israel’. Baik dalam tulisan maupun perkataan. Ini untuk mempertegas sikap pembelaan kita terhadap bangsa Palestina dan membuka mata dunia jika Israel yang sekarang ini adalah Israel yang sangat rasis dan harus dilawan.

Pemaparan Ustadz Rahmat Abdullah dan Ustadz Abu Ridho yang jelas dan tegas seperti di atas terngiang kembali manakala suara organisasi massa Islam, dan juga partai politik yang memanfaatkan label Islam, terpecah menyikapi rencana perayaan HUT Zionis Israel ke-63 di Jakarta, 14 Mei 2011.

Front Pembela Islam (FPI) secara tegas mengecam dan menolak rencana ini. Bahkan FPI telah bertekad untuk melakukan aksi sweeping rencana yang bertentangan dengan pembukaan UUD 1945 ini.

Hal serupa dikemukakan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi yang mengatakan sebaiknya kelompok Yahudi Indonesia membatalkan rencana itu. “Lebih baik tidak ada, daripada membuat kontroversi. Bukannya saya keras itu tidak boleh, tapi kontroversi itu (akan) membuat repot pemerintah,” ujar Hasyim Muzadi di Jakarta (11/5). Namun jika mereka ngotot, Hasyim mengatakan dia tidak bisa mencegah dan pihak penyelenggara harus menerima resikonya sendiri. “…kan dia sudah tahu itu kontroversi, makanya ada risikonya membuat itu.”

Berbeda dengan FPI dan KH. Hasyim Muzadi, Gerakan Pemuda Islam (GPI), seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal GPI Tubagus Muhammad Solehudin, malah menyatakan rencana peringatan HUT Zionis Israel di Jakarta itu tidak perlu dipermasalahkan. “Kalau diperbolehkan oleh pemerintah silakan, asalkan tidak mengganggu ketertiban umum, tidak masalah,” ujar Tubagus Muhammad Solehudin, di Markas GPI Menteng, Jakarta Pusat (11/5).

Menurut Soleh, keberadaan orang Yahudi di Indonesia terus berkembang, dan tidak bisa dirahasiakan lagi. “Sebagian masyarakat di Jakarta sudah mengetahui orang Yahudi yang berkerja di Jabotabek,” tuturnya seraya berpesan agar para penganut Yahudi di Indonesia mendesak Israel menghentikan aksi kekerasannya di Palestina. Sebuah himbauan yang utopis, jika tidak dikatakan sebagai ahistoris.

Senada dengan Solehudian, Nasir Jamil juga tidak mempermasalahkan rencana itu. “Kalau mereka merayakannya di tempat tertutup dan hanya untuk komunitas mereka sendiri, saya pikir masih bisa ditolerir,” ujar politisi dari PKS yang pernah mengutip Injil Matius untuk memperkuat argumennya ini.

Tiga Hal Penting

Dalam berbagai wawancaranya, Unggun Dahana yang menjadi inisiator acara perayaan HUT Israel di Jakarta mengklaim jika perayaan “kemerdekaan Israel” merupakan gerakan umat Kristiani untuk mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka. “Di samping itu, kami juga sangat mendukung dibukanya jalur perdagangan antara Indonesia dan Israel,” ujarnya.

Unggun juga membenarkan jika acara ini merupakan langkah awal dari gerakan umat Kristen Indonesia untuk mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka. “Selama ini umat Kristen takut-takut. Dengan cara ini saya menghimbau untuk mendukung Yahudi dan Israel secara terbuka. Mendukung perdagangan Israel dan Indonesia,” ujar Unggun seperti dilansir Inilah.com.

Selain itu, acara kontroversial ini juga akan dihadiri oleh utusan dari Komunitas Yahudi di Singapura dan diliput oleh jurnalis Israel yang akan datang langsung ke Jakarta.

Ada beberapa hal yang bisa dikritisi dari pernyataan Unggun Dahana, di antaranya:

Pertama, pernyataan tentang istilah “Kemerdekaan Israel”,

Kedua, klaim dia tentang gerakan umat Kristiani mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka,

Ketiga, adanya Singapore-Jews Connection dan juga hadirnya jurnalis Israel yang akan meliput perayaan ini.

Ketiga hal di atas akan dipaparkan satu-persatu dalam tulisan ini agar kita semua dapat memahami dengan benar, mendudukkan sesuatu sesuai dengan kapasitasnya, dan tidak salah dalam menilai kasus ini.

Istilah “Kemerdekaan Israel”

Unggun Dahana dan para kolaborator Zionis-Israel lainnya, termasuk Abdurrahman Wahid, sering menggunakan istilah “Kemerdekaan Israel”. Yang jadi pertanyaan, “Kapan Israel pernah dijajah?” Di sini, siapa yang menjajah dan siapa yang dijajah harus didudukan secara jelas dan benar.

Mari kita telusuri apa dan bagaimana sesungguhnya “Negara Israel” terbentuk.

Apa yang dinamakan sebagai “Negara Israel” memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Namun satu hal yang harus ditekankan, jika Tanah Palestina yang sekarang diklaim secara sepihak menjadi wilayah Israel, dulunya disebut sebagai Tanah Kana’an dan bangsa asli yang mendiami wilayah itu dinamakan sebagai bangsa Filistin atau Palestina. Dari sebutan ini saja sudah bisa dibuktikan jika pemilik sah dari tanah ini adalah bangsa Palestina, bukan Israel. Namun kaum Zionis sering mengemukakan dalilnya sendiri, terkait hal ini. 

PART 2


Unggun "Samuel" Dahana dan para kolaborator Zionis-Israel lainnya, termasuk Abdurrahman Wahid, sering menggunakan istilah "Kemerdekaan Israel". Yang jadi pertanyaan, "Kapan Israel pernah dijajah?" Di sini, siapa yang menjajah dan siapa yang dijajah harus didudukan secara jelas dan benar.


Mari kita telusuri apa dan bagaimana sesungguhnya "Negara Israel" terbentuk.
Berlindung Dibalik Klaim Agama
Dasar pendirian negara Israel berawal dari kata-kata Nabi Musa dalam 'kitab Perjanjian Lama', bahwa Tuhan "menganugerahkan" tanah Israel untuk orang-orang Yahudi dan tanah tersebut akan menjadi milik mereka untuk selama-lamanya.

Lalu ada pula cerita mengenai persebaran kaum Yahudi (Diaspora), yang konon katanya terjadi setelah kaum Yahudi memberontak terhadap pasukan Romawi pada abad pertama dan kedua. Oleh karena itu, kaum Yahudi kemudian "diasingkan" dari tanah Israel dan kemudian menyebar di wilayah Eropa, terlunta-lunta, dan nasibnya semakin mengenaskan karena dibantai Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
Setelah berabad-abad berdoa agar dapat kembali ke Palestina, kaum Yahudi akhirnya bisa kembali ke Tanah Palestina setelah mengalahkan pasukan Arab di sana dan mendirikan Israel pada tahun 1948. Semua kisah ini bersumber dari literatur Yahudi dan dijadikan dalil utama berdirinya negara Israel sebagai negara Yahudi di Tanah Palestina.

Namun jarang sekali orang yang mempertanyakan, apakah kaum Zionis-Yahudi itu benar-benar berasal dari bangsa Yahudi yang dipimpin Musa a.s. keluar dari Mesir dan pernah menguasai Tanah Palestina dalam suatu masa sebagaimana dikisahkan dari Kitab Raja-Raja? Lantas, siapakah "Yahudi Khazar" itu yang menjadi pionir, tulang punggung, atau motor penggerak dari gerakan Zionisme  Internasional yang mengklaim jika Tanah Palestina merupakan Tanah Yang Dijanjikan bagi kaum Yahudi?

Khazar, Yahudi Jadi-Jadian


Untuk mengetahui lebih jauh tentang "Yahudi Khazar", salah satunya kita harus melihat sebuah buku karya seorang Khazar dari Inggris bernama Arthur Koestler yang berjudul "The thirteenth tribe – The Khazar Empire And Its Heritage" (Suku Bangsa Ketiga Belas – Imperium Khazar dan Warisannya), yang diterbitkan oleh Random House, New York. Konon, sekarang buku ini sudah sangat sulit ditemukan.
Koestler menulis jika nenek moyang bangsa Khazar sendiri berasal dari campuran bangsa Mongol, Turki, dan Finlandia. Di abad ke-3 Masehi, mereka telah berjaya di wilayah Persia dan Armenia. Lalu pada abad ke-5 Masehi, mereka berada di antara gerombolan perusak Attila dari Hun. Setengah abad sebelum Islam muncul di Jazirah Arab, bangsa Khazar yang hidupnya memang selalu berpindah mulai menetap di Utara Kaukasus, antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, dengan ibukota di hulu Sungai Volga yang mengalir ke Laut Kaspia, dalam rangka mengkontrol lalu lintas sungai. Mereka   memungut pajak 10% dari tiap kapal yang melintas dan akan membantai siapa pun yang menolaknya.


Kerajaan Khazar yang sangat brutal menjadi besar di wilayah ini dan terus memperluas wilayah kekuasaannya, dengan melakukan ekspansi dan menaklukkan suku Slavia yang cinta damai. Imperium Khazar juga menaklukkan Kiev.


Pada tahun 740 Masehi, kekuatan Khazar sudah sedikit melemah. Wilayah kekuasaannya dihimpit oleh dua kekuatan besar yakni Byzantium dan Muslim. Agar tetap aman, Khazar dihadapkan pada dua pilihan, menjadi Muslim atau Kristen. Namun Kaisar bangsa Khazar, Khakan, telah mengetahui jika ada agama yang ketiga selain Kristen dan Islam, yakni Yahudi. Ketimbang memilih kedua agama itu, Khakan lebih memilih Judaisme dan menyatakan mereka sebagai Yahudi.

Dalam satu malam, bangsa Khazar yang brutal dan sangat gemar berperang berubah menjadi bangsa Yahudi. Kerajaan Khazar mulai dideskripsikan sebagai 'Kerajaan Yahudi' oleh sejarawan pada waktu itu. Penerus penguasa Khazar mengambil nama Yahudi, dan selama akhir abad ke-9 kerajaan Khazar menjadi tempat berlindung yang ramah bagi kaum Yahudi yang ada di berbagai wilayah Eropa. Walau demikian, kebrutalan sebagai watak asli bangsa Khazar tidak pernah hilang.

Pada abad ke-8 Masehi, muncul kekuatan baru yang berasal dari sungai besar Dnieper, Don, dan Volga, yang dikenal sebagai bangsa Viking, yang juga disebut sebagai kaum Varancians atau juga disebut sebagai bangsa Rus. Bangsa ini merupakan bangsa pengelana dan pejuang yang gigih, namun nasib baik mungkin belum berpihak kepada bangsa yang baru muncul ini karena selalu saja kalah perang melawan Khazar.

Di tahun 862, seorang pemimpin bangsa Rus bernama Rurik membangun kota Novgorod. Dari sinilah lahir bangsa Rusia yang kemudian berdiam di antara suku bangsa Slavonic yang berada di bawah kekuasaan Khazar. Perjuangan bangsa Viking kemudian berubah menjadi perjuangan rakyat untuk merdeka dari penjajahan bangsa Khazar.

Satu abad kemudian setelah berdirinya kota Novgorod,  seorang pemimpin bangsa Rusia bernama  Prince Vladimir of Kiev menyatakan diri memeluk agama Kristen. Ini terjadi pada tahun 989. Orang ini sangat aktif di dalam misi Salib dan sekarang oleh sejarah Rusia dia dikenal dengan nama 'Saint Vladimir'. Ini menandai kekristenan Rusia sudah dimulai sejak seribu tahunan silam.

Kepindahan agama Vladimir ternyata juga menghantarkan Rusia bersekutu dengan Kekaisaran Byzantium. Karena memiliki kepentingan yang sama untuk menaklukkan Khazar, maka mereka bersekutu. Pada tahun 1016, kekuatan gabungan bangsa Rusia dan Byzantium menyerang kerajaan Khazar dengan pasukan yang besar dan lengkap. Akibatnya Kekaisaran Khazar hancur-lebur. Kejayaan bangsa yang brutal dan gemar berperang ini akhirnya pudar. Kerajaan Khazar hilang dari catatan sejarah. Mereka banyak yang melarikan diri ke wilayah yang aman di Eropa. Kebanyakan akhirnya menetap dan berasimilasi dengan warga Eropa Timur, dimana mereka banyak yang menikah dengan bangsa Yahudi lain di sana. [bersambung/rz]
Sumber
Lanjutkan Membaca ...