26 Jul 2011

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 1)


Artikel dalam post ini bersumber dari http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/blog-post.html, jika, anda memiliki komentar, pertanyaan atau hal-hal lain berkaitan dengan artikel ini, silahkan anda kunjungi link diatas.


Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, sejahtera kepada Muslimin Muslimat.
Inilah hal pertama yang harus kita pelajari dalam islam yaitu mengenal manusia, mengenal diri kita. Jika ada anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya, biasanya orang tua itu akan mengatakan: 'dasar kamu anak yang tidak tahu diri,...'. Maka dari itu agar kita tidak dikatakan sebagai orang yang tidak tahu diri, marilah kita bersama-sama kenali diri kita.

A. Prinsip Penciptaan Manusia‏

"Bukankah telah datang atas manusia suatu waktu dari masa, sedang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut", Al-Insan:1
“Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?”, Maryam:67.
Kedua ayat di atas dimulai dengan kalimat istifham (pertanyaan) yang menuntut perhatian supaya manusia memikirkan diri dan proses kejadiannya, sehingga dengan itu ia akan berlaku dengan benar dalam kehidupan di dunia ini sesuai dengan fungsi dan tujuan penciptaannya. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Pada mulanya ia bukanlah apa-apa, tidak ada, tidak berwujud dan tidak berbentuk. Kemudian atas kehendak-Nya, ia diciptakan.

Ihwal penciptaan manusia ini, menunjukkan KeMaha Kuasaan Allah. Hal ini harusnya menjadi renungan manusia, betapa tanpa kekuasaan-Nya, dirinya bukanlah apa-apa.

B. Proses Penciptaan Manusia

1. Proses Azali

Proses azali adalah proses dimana peran ke Maha-'Kunfayakun'-an Allah terjadi, tidak ada sedikitpun campur tangan manusia. Seperti dalam penciptaan Adam yang diciptakan dari tanah liat yang dibentuk. Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam. Dan Isa Al-Masih yang diciptakan tanpa seorang ayah.
Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam ayat berikut:
'dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering yang diberi bentuk', Al-Hijr:26.
'Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu', An-Nisa:1‏
'Sesungguhnya misal penciptaan Isa di sisi Allah, adalah seperti penciptaan Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman: “Jadilah”, maka jadilah dia', Ali Imron:59.

‏2. Proses Alami

Proses alami adalah proses kejadian manusia setelah Adam dan Hawa terkecuali Isa as, yaitu harus adanya percampuran antara laki-laki dan perempuan, bertemunya sel sperma dan indung telur di dalam rahim perempuan. Dalam rahim seorang ibu ia dibentuk dengan melalui beberapa tahapan dan dalam waktu yang telah ditetapkan. Kemudian setelah sempurna kejadiannya, ia dilahirkan ke atas dunia sebagai seorang bayi, lalu Allah tumbuhkan ia menjadi dewasa danmenjadi tua, kemudian Allah wafatkan.

Sebagaimana firman Allah di bawah ini:

'Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati berasal dari tanah. Kemudian saripati itu Kami jadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu bener-benar akan mati. Kemudian kamu akan dibangkitkan di hari kiamat', Al-Mu'minun:12-16.
Dari pemahaman tersebut dapat diambil pelajaran bahwa dengan kekuasaan-Nya, Allah mampu untuk mengabulkan setiap doa-doa kita. Namun, kita sebagai manusia di perintahkan untuk setia menjalani setiap tahapan dari proses mewujudkan keinginan-keinginan tersebut.

Alhamdulillah Rabb al-'Alamin. Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar