30 Jul 2011

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 7)


Post artikel ini adalah artikel ke 3 dari seri Mengenal dan Memahami Manusia di dalam Agama/Dien Islam. Artikel ini bersumber dari blog http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/mengenal-manusia-bag-7.html .Silahkan dibaca, semoga memberi manfaat buat anda.
========


Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat

Musuh Besar Dan Teman Sejati Manusia

1. Musuh Manusia

Musuh besar manusia adalah syaithan (iblis la’natullah) dan golongannya yaitu orang-orang yang mengikuti jalan kesesatan. Mereka senantiasa meniupkan bisikan jahat (yuwaswisu fi shudurinnas) ke dalam dada manusia. Al-Quran telah mempertegas: syaitan itu adalah musuh yang harus benar-benar dijadikan musuh. Karena setan itu akan menggiring orang-orang yang mengikutinya ke dalam api neraka.
“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar; maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaithan yang pandai menipu, memperdayakan kamu. Sesungguhya syaithan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai mushmu, karena syaithan itu hanya mengajak golongannya (kelompoknya) supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”, Fathir:5-6.
Pernyataan permusuhan syaithan (iblis) itu telah ia proklamirkan di hadapan Allah ketika ia terusir dari surga.
“Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada Malaikat: 'Sujudlah kamu semua kepada Adam', lalu mereka sujud kecuali iblis, Dia berkata: 'Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?'. Iblis berkata: 'Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil'”, al-Isro:60-62.
Orang-orang yang sesat dan mengikuti bujuk rayu syaithan mereka adalah hizb al-syaithan/golongan syaithan/partai syaithan. Mereka sangat giat menyuarakan kebatilan dan menghalangi tegaknya kebenaran. Mereka adalah manusia yang merugi di dunia dan di akhirat akan dilemparkan ke dalam neraka Jahannam.
"Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itu hizb al-syaitan. Ketahuilah, bahwa hizb al-syaitan itu, itulah golongan yang rugi", al-Mujadilah:19.
“Barang siapa di antara mereka yang mengikutimu, maka sesungguhnya neraka jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang layak”, al-Isro:63.

2. Teman Sejati Manusia

Adapun teman sejati manusia adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Yang melaksanakan syari'ah-Nya. Yang konsisten menegakkan kebenaran. Mereka adalah Hizb Allah dan hanya hizb Allah lah yang akan meraih kemenangan.
“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya saling berkasih sayang terhadap orang-orang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun puas terhadap limpahan rahmat-Nya. Mereka itulah Hizb Allah. Ketahuilah bahwa Hizb Allah itulah yang akan menang”, al-Mujadilah:22.
Dengan demikian, jelas siapa yang harus dijadikan kawan dan siapa yang harus dijadikan lawan. Maka hendaknya manusia mengambil kawan yang layak dijadikan kawan dan menjadikan lawan siapa yang layak dijadikan lawan. Dengan tegas Rasulullah saw telah memperingatkan kepada kita bila hendak mengambil kawan. Sebagaimana sabdanya:
“Seseorang itu mengikuti dien temannya, maka hendaknya ia memperhatikan siapa yang menemaninya”, Abu Dawud dan Tarmidzi.
Sabda Nabi tersebut menerangkan, bahwa: seseorang itu akan mengikuti agama, kebiasaan, adat istiadat, tabiat temannya. Hal ini, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh teman dalam membentuk dan mewarnai perilaku manusia, baik pengaruh kepada kebaikan dan kepada keburukan. Karena sangat stretegisnya teman ini, maka apabila manusia ingin senantiasa berada dalam kebaikan, maka harus memilih teman yang baik yaitu mu’min sejati.


Alhamdulillah Rabb al-'Alamin



Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar