25 Nov 2011

Yves Rossy - Swiss Jetman


Yves Rossy - Swiss Jetman

Rossy mengawali atraksinya baru-baru ini dengan melompat dari helikopter yang terbang setinggi 2.400 meter. Setelah jetnya dinyalakan, ia segera beratraksi di angkasa dengan menggunakan tubuhnya sebagai kemudi. Ia terbang selama 8 menit penuh dan kecepatannya sempat mencapai 300 kilometer per jam sebelum ia mematikan mesinnya dan turun dengan menggunakan parasut. Yves Rossy menepati janjinya untuk terbang di atas Grand Canyon menggunakan "jetpack" pada Selasa (10/5/2011). Meskipun sedikit terlambat, ia membuktikan bahwa pakaian berbahan bakar jet yang dikenakannya bisa digunakan untuk terbang. Jetpack-nya terdiri dari empat motor jet kecil, menghasilkan kecepatan dan mempertahankan penerbangan.

Yves Rossy, Siapa dia ?

Dari wikipedia, Yves Rossy lahir pada 27 August 1959 di Neuch√Ętel, Swiss atau Switzerland). Profesinya adalah seorang pilot pesawat tempur pada Angkatan Udara Swiss dan pernah menerbangkan Dassault Mirage IIIs, Northrop F-5 Tiger IIs and Hawker Hunters. Ia juga penggila hal tentang dunia penerbangan. Dia adalah penerbang individu pertama menggunakan sayap bertenaga jet pada bagian punggung. Perlengkapan jet ini ia sebut dengan "Jet Man, Rocket Man and Fusion Man".

HIS PROJECT

Rossy mengembangkan dan membangun lebih dari 15 prototype akhirnya mendapatkan sebuah sistem yang terdiri dari sebuah "back pack" sayap carbon-fiber semi-rigid jenis aeroplane dengan panjang 2.4 meter (7.9 ft), dan 4 mesin jet modifikasi Jet-Cat P200 menempel pada "Back Pack" tersebut. Mesin jet tersebut adalah modifikasi dari bentuk besar mesin pesawat, berbahan bakar kerosene.

Terbang pertamanya dilakukan pada bulan November 2006 di Bex - Swiss dengan lama terbang 6 menit 9 detik.

Pada bulan Mei 2008, terbang melintasi Swiss Alps di depan media the media. Penerbangannya dapat mencapai kecepatan 304 km per jam atau 189 mil per jam.

 Pada tanggal 26 September 2008, ia terbang melintasi Selat Inggris (The English Channel) dalam waktu 9 menit 7 detik dan kecepatan maksimal mencapai 299 km perjam (186 mil perjam). Peristiwa ini di siarkan secara live di 165 negara.





 Pada 25 November 2009, Yves Rossy jatuh kedalam laut pada saat ia mencoba melintasi selat Gibraltar dari Afrika menuju Eropa dengan kecepatan 150 mil per jam. Dia melompat dari pesawat kecil di ketinggian 1.950 m (6.500 kaki) di atas Tangier (Maroko) dan terbang menuju Atlanterra di Spanyol. Penerbangan itu diperkirakan akan memakan waktu sekitar seperempat jam, tapi, karena angin kencang dan kumpulan awan , Rossy tercampak ke laut, dan dijemput sepuluh menit kemudian oleh helikopter pendukung berjarak 3 mil dari pantai Spanyol.

 Pada 5 Novmber 2010, ia terbang dengan sistem jetpack versi terbaru dan berhasil melakukan 2 putaran di udara sebelum mendarat dengan parasut. Dia diluncurkan dari balon udara yang dikemudikan oleh Brian Jones pada ketinggian 2.400 meter (7.900 kaki) dan terbang total 18 menit sebelum mendarat. Lebar sayap terbarunya telah direduksi menjadi 2 m. Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar