HATI-HATI 10 HAL PEMBATAL SYAHADAT

Allah telah mewajibkan bagi seluruh hambanya untuk masuk ke dalam Islam dan berpegang teguh dengan ajaran-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang menyimpang darinya....

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM

Inilah hal pertama yang harus kita pelajari dalam islam yaitu mengenal manusia, mengenal diri kita. Jika ada anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya,....

Trading Forex Modal Gratis 15$

Anda mudah dalam Membuka Account Live untuk transaksi real, tidak terbatas membuka akun demo sebagai sarana untuk menguji atau latian, berbagai jenis account forex...

Mengenal Al-Quran.

Al-Quran berasal dari kata : ?َ?? - ???? - ????? - ????? berarti bacaan. Al-Quran adalah Kalamullah yang mulia dan terpelihara

Mengenal Allah

Mengenal Allah SWT, adalah suatu bagian terpenting bagi seorang yang mendeklarasikan dirinya seorang Muslim. Manalah mungkin ia bisa mengatakan dengan lantang bahwa dirinya muslim, sementara ia tidak mengenal dan memahami Allah yang menjadi sembahannya.

Skenario Global Kehidupan Manusia

Kehidupan dibumi telah dilalui pada suatu masa yang penuh dengan kegelapan. Tidak ada toleransi dan persamaan hak diantara mereka. Pertumpahan darah dan permusuhan berlangsung sebagai suatu hal yang biasa.

Makna Dien-ul-Islam

Sesungghnya Islam itu dien samawi yang befungsi sebagai rahmat dan nikmat bagi manusia seluruhnya. Din Islam memiliki nilai kesempurnaan yang tinggi, lagi pula sesuai dengan fitrah manusia dan cocok dengan tuntutan hati nuranimanusia seluruhnya sebagai makhluk ciptaan Allah dalam menerima Dinullah yang hak.

Tampilkan postingan dengan label tunisia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tunisia. Tampilkan semua postingan

22 Jan 2011

Demo Masih Berlangsung Meski Ada Masa Berkabung 3 Hari di Tunisia

Demo Masih Berlangsung Meski Ada Masa Berkabung 3 Hari di Tunisia


Ratusan pengunjuk rasa Tunisia berkumpul di luar kantor Kementerian Dalam Negeri di pusat kota Tunis untuk menuntut pembubaran pemerintah interim pasca revolusi.

Demonstrasi ini diadakan pada hari pertama dalam masa tiga hari berkabung nasional atas mereka yang tewas selama protes yang berlangsung di negara ini.

Demonstran ditahan oleh polisi di kementerian dalam negeri.

Gedung kementerian dalam negeri pernah diserang pekan lalu, sehingga memaksa mantan presiden Zine El Abidine Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi.

Lanjutkan Membaca ...

Bouazizi, Sarjana Muda Tukang Sayur Pemicu Revolusi Tunisia

Bouazizi, Sarjana Muda Tukang Sayur Pemicu Revolusi Tunisia



Dia sekarang terkenal di seluruh Tunisia dan dunia Arab, menjadi sebuah legenda yang sebenarnya. Namun Muhammad Bouazizi tak pernah meminta dirinya menjadi buah bibir pembicaraan orang. Bibinya, Radia Bouazizi mengatakan impian Bouazizi adalah menyimpan uang yang cukup untuk dapat menyewa atau membeli sebuah truk pick-up. "Bukan untuk dipakai berjalan-jalan," katanya, "tetapi untuk pekerjaannya." Keponakan-nya adalah seorang penjual sayur-mayur. "Dia akan pulang dengan lelah setelah mendorong gerobak sepanjang hari. Yang ia inginkan adalah sebuah mobil pick-up." Namun sebaliknya, ia malah telah memulai revolusi.

Muhammad Bouazizi itu seperti ratusan pemuda putus asa lainnya, pemuda tertindas di wilayah Sidi Bouzid Sidi. Banyak dari mereka punya gelar sarjana, namun menghabiskan hari-hari mereka berkeliaran di kafe-kafe yang melapisi jalan-jalan berdebu di kota miskin ini, 300 kilometer sebelah selatan ibukota Tunis.

Bouazizi, 26 tahun, tidak memiliki gelar sarjana, yang hanya bisa ia capai hanya tingkat "Baccalaureat" yang secara kasar setara dengan sekolah tinggi. Dia, bagaimanapun, lebih beruntung daripada kebanyakan orang yang setidaknya ia masih bisa meraih penghasilan dari menjual sayuran, pekerjaan yang dia lakoni selama tujuh tahun.

Lanjutkan Membaca ...

20 Jan 2011

Terbukti Tunisia Memang Kehilangan 1,5 Ton Emas Mereka

Kas negara Tunisia telah kehilangan 1,5 ton emas, menurut sebuah kelompok industri, di tengah laporan bahwa presiden terguling dan istrinya telah mengumpulkan harta kekayaan negara sebelum melarikan diri ke luar negeri.

Tunisia memiliki cadangan 6,8 ton emas pada Desember tahun lalu, dan jumlahnya tidak berubah selama sedikitnya satu dekade, menurut laporan online Desember lalu yang diterbitkan oleh World Gold Council (WGC), yang juga sejalan dengan perkiraan yang dikeluarkan oleh Dana Moneter Internasional pada bulan Oktober.

WGC secara teratur menerbitkan statistik global terhadap emas dan memiliki otoritas di sektor ini.

Lanjutkan Membaca ...

19 Jan 2011

Tunisia Revolusi Pertama di Dunia Arab

Imam Islamic Center Washington DC, Muhammad al-Asi mengatakan bahwa revolusi Tunisia sebenarnya yang pertama dari jenisnya di seluruh dunia Arab.

"Tunisia sekarang, saya akan mengatakan, berada di persimpangan jalan yang sangat halus ... ini akan menjadi perubahan akar rumput pertama di dunia Arab," kata al-Asi dalam sebuah wawancara dengan Press TV.

"Di 22 negara bangsa Arab ... ini adalah pertama kalinya rakyat turun sendiri ke jalan dan mengekspresikan protes sosial mereka sehingga dapat menggeser pemerintahan diktator dan memulai proses membentuk pemerintah yang lebih representatif di kursi kekuasaan," tambahnya .

Lanjutkan Membaca ...

Allahu Akbar! rakyat Tunisia menuntut tegaknya syariat Islam dan negara Islam

TUNIS (Arrahmah.com) - Untuk pertama kalinya dalam 23 tahun, pemuda Muslim melaksanakan sholat berjamaah di jalan-jalan di kota Tunisia. Hal ini menjadi mungkin setelah digulingkannya pemerintahan diktator Zine El Abidine Ben Ali.

Sebelumnya, Menteri Pembangunan Daerah, Silvan Shalom menyatakan keprihatinan tentang penggulingan penguasa diktator Ben Ali, karena "langkah ini akan memfasilitasi pergerakan Islam di negeri ini".

Shalom, mantan penduduk asli komunitas Yahudi di Tunisia, mengakui bahwa Barat memang buta tentang pelanggaran HAM oleh Ben Ali.

"Sekarang, setelah jatuhnya rezim ini, ada kekhawatiran bahwa pergerakan Islam yang telah dilarang, tidak hanya akan datang kembali namun akan merebut kekuasaan," keluh bajingan Zionis ini.

Selama kerusuhan, kepolisian Tunisia menangkap sejumlah orang asing bersenjata, termasuk satu dengan paspor Jerman, yang diduga mengorganisir serangan dan penembakan.

Perlu diingat bahwa Zionis sering menggunakan paspor palsu dari negaranegara lain dan mengirimkan kelompok terorisnya untuk melakukan pembunuhan dan serangan teroris.

Sementara itu, rakyat Tunisia yang tidak puas dengan hasil kudeta terhadap pemerintah negara itu, menyerukan perubahan radikal dalam politik.

Pada 15 Januari, rakyat Tunisia melakukan aksi massa menuntut pembebasan tahanan politik dari penjara diktator. Demonstrasi dilakukan dengan dama dan didukung oleh militer dan polisi Tunisia.

Aksi yang menarik ribuan orang, secara terbuka menyeru untuk mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah Islam dan untuk memastikan konsolidasi negerinegeri Muslim.

Selain itu, para demonstran menuntut laporan dari pemerintah terkait hubungan mereka dengan Amerika dan negara yang menyebut diri "Israel".

Lanjutkan Membaca ...

Islam di Tunisia : Di Mana Gerakan Islam Tunisia?

Zine el-Abidine Ben Ali di Tunisia sudah berakhir. Kerusuhan terus tumbuh di negeri ini ditandai dengan rentetan kejadian berturut-turut: Pada 12 Januari, ia menyatakan keinginannya untuk segera melakukan pembatasan pers dan ia hanya akan turun setelah masa jabatannya berakhir pada tahun 2014.

Pada 14 Januari, Ben Ali memecat semua jajaran pemerintahnya dan mengumumkan bahwa pemilihan baru akan diadakan enam bulan mendatang—oh, betapa sembrononya sang presiden! Dan sekarang, berita terbaru menunjukkan bahwa militer menghapus Ben Ali dari kekuasaan dan sang presiden yang buruk itu telah melarikan diri ke luar negeri.

Mengingat ketidakefektifan historis publik Arab dalam menghasilkan perubahan nyata dalam pemerintah, peristiwa minggu lalu itu sebenarnya menjadi sesuatu yang tidak luar biasa. Sementara laporan dan analisis difokuskan pada protes masyarakat, ada yang hilang dari digulingkannya rezim Ben Ali, yaitu gerakan Islam. Kemana gerangan gerakan Islam Tunisia?

Lanjutkan Membaca ...

Leila Istri Ben Ali Telah Berencana Gulingkan Suaminya pada 2013

Surat kabar Perancis Le Monde Selasa kemarin (18/1) melaporkan bahwa istri presiden yang tergulingkan, Leila Trabelsi sebenarnya telah merencanakan untuk menggulingkan suaminya dan mengambil alih jabatan presiden dengan dukungan kerabatnya pada tahun 2013, setelah seruan untuk diadakannya pemilihan umum.

Surat kabar itu mengutip seorang penasehat Ben Ali yang menyebutnya namanya "Ziad" - bahwa ada konspirasi yang tumbuh di dalam istana Kartago, bahkan sebelum dimulainya percikan revolusi untuk menggulingkan Ben Ali, yang terguling dari kekuasaannya dan meninggalkan negara itu Jumat pekan lalu di bawah tekanan protes rakyat.

Diungkapkan juga telah terjadi pertarungan yang kuat antara Ben Ali dan istrinya sejak September lalu, sejak seorang saudara dan keponakan salah satu keluarga presiden hadir di istana.

Lanjutkan Membaca ...

18 Jan 2011

WikiLeaks Sulut Kolaps di Tunisia?

INILAH.COM, Tunis – Pemerintah Tunisia mengalami kolaps, sebagian karena inflasi harga makanan dan pengangguran, tetapi juga karena WikiLeaks. Benarkah?

Salah satu kabel pemerintah AS dirilis oleh WikiLeaks (melalui @ spbaines) memaparkan korupsi keluarga Presiden Tunisia, yang masuk hingga bisnis negara ini, dan kemampuannya dalam mengatasi supremasi hukum.

Keluarga Presiden Ben Ali yang disebut "The Family" terkena kebocoran ini. Meskipun pemerintah sudah berusaha memblokir akses ke WikiLeaks awal bulan ini.

Menurut survei tahunan Transparency International dan observasi kontal Kedutaan, korupsi diTunisia semakin buruk. Entah itu uang, jasa, tanah, properti, bahkan kapal pesiar, keluarga Presiden Ben Ali dikabarkan selalu menginginkannya dan mendapatkan apa yang diinginkan.

Imbas terhadap ekonomi sudah jelas, dimana investor Tunisia, yang kini takut akan campur tangan “The Family” terhadap investasi-investasi terdahulu. Alhasil, tingkat investasi domestik rendah dan pengangguran tinggi. Demikian ungkap kabel kedutaan AS di Tunisia.

Tampaknya setengah komunitas bisnis Tunisia dapat mengklaim, koneksi Ben Ali didapat melalui perkawinan, dan banyak kekisruhan ini juga dibuat sebagian besar keturunan mereka.

Ben Ali memiliki tiga anak-anak dengan istri pertamanya Naima Kefi, yakni Ghaouna, Dorsaf dan Cyrine. Mereka menikah masing-masing dengan Zarrouk Slim, Slim Chiboub, dan Marouane Mabrouk, semua dengan kekuasaan ekonomi yang signifikan.

Masalah yang tidak kalah pelik berasal dari klan Trebelsis, garis keluarga istri keduanya, Leila ben Ali.Disebutkan, Leila adalah simpanan Ben Ali ketika masih menjadi perdana menteri, yang ketika hamil menipu Ben Ali dengan mengatakan bahwa ia mengandung anak laki-laki. Hal yang sangat diinginkan Ben Ali, ayah dari tiga anak perempuan. Tak heran, bila Leila segera dinikahinya.

Keluarga Trebelsi perlahan mulai mengakumulasi kekuasaan begitu banyak sehingga mereka memonopoli perekonomian Tunisia melalui premanisme, intimidasi, pengambilalihan dan pencurian langsung dan beroperasi dengan kekebalan. Ada dugaan korupsi yang dilakukan Trabelsi kerap barbar, akibat rendahnya pendidikan, status sosial yang rendah, dan konsumsi yang mencolok.

Lihat saja aksi Leila di tengah perkembangan real estat dan booming harga tanah. Ia sadar, kepemilikan properti bisa jadi rejeki nomplok atau satu cara pengambilalihan aset. Pada musim panas 2007 lalu, Leila menerima tanah yang diinginkan di Carthage gratis dari pemerintah dalam rangka membangun Carthage International School.

Selain tanah, sekolah menerima 1,8 juta dinar (US $ 1,5 juta) hadiah dari pemerintah. Dan dalam hitungan minggu, pemerintah telah membangun jalan baru dan stoplights untuk memfasilitasi akses sekolah.

Namun dilaporkan, Leila telah menjual Carthage International School untuk investor Belgia, meski Kedutaan Besar Belgia saat ini belum mampu mengkonfirmasi rumor. Bila ini benar, maka Leila mendapat laba yang luar biasa banyak, mengingat semua itu diperoleh tanpa biaya sepeser pun.

Sementara beberapa keluhan tentang klan Trabelsi berasal dari penghinaan untuk kecenderungan sifat orang kaya baru. Tunisia juga berpendapat bahwa Trabelsis dibenci karena penyalahgunaan sistem.Dengan aksi ini, masayarakat Tunisia mengindentifikasi mereka dengan bahasa mafia "The Family".Adapun kepala mafia tersebut adalah BelHassen Trabelsi, yang tidak lulus SMA.

Belhassen adalah anggota keluarga paling terkenal dan dikabarkan telah terlibat dalam berbagai macam skema korupsi, dari Banque de Tunisie hingga pengambilalihan properti dan pemerasan.

Belhassen juga memiliki sebuah maskapai penerbangan, beberapa hotel, salah satu dari dua stasiun radio swasta Tunisia, pabrik perakitan mobil, distribusi Ford, perusahaan pengembangan real estat, dan lainnya.

Namun, Belhassen hanya satu dari sepuluh saudara kandung Leila, masing-masing dengan anak-anak mereka sendiri.

Presiden sering diberikan kemudahan, yang diperkirakan banyak digunakan klan Trabelsi dan Ia dinilai tidak sadar tentang kecurangan mereka. Bahkan seoroang pendukung kuat dalam pemerintahan menyatakan, bahwa masalah bukan pada Ben Ali, tetapi "The Family" yang terlalu jauh melanggar aturan. Namun demikian, sulit untuk percaya Ben Ali tidak sadar tentangnya tumbuhnya masalah korupsi.

Pada 2006, Imed dan Moaz Trabelsi, keponakan Ben Ali, juga dilaporkan mencuri kapal pesiar dari pengusaha Perancis yang mempunyai hubungan baik, Bruno Roger, Ketua Lazard Paris. Pencurian yang banyak diberitakan media Perancis, terungkap ketika sebuah kapal pesiar, baru dicat untuk mengaburkanidentitas, muncul di pelabuhan Sidi Bou Said.

Di sektor perbankan, pebisnis Tunisia mempunyai lelucon, bahwa hubungan terpenting yang dapat dimiliki adalah dengan bankir. Hal ni mencerminkan pentingnya koneksi pribadi ketimbang rencana bisnis yang kuat dalam mengamankan pembiayaan.

Terkait hal ini, perwakilan dari Credit Agricole mengatakan, Marouane Mabrouk, menantu Ben Ali membeli 17% saham dari Banque du Sud,yang saat ini menjadi Attijari Bank, segera sebelum privatisasi bank. 17% saham ini sangat penting untuk memperoleh saham pengendali di bank sejak privatisasi hanya mewakili 35% saham di bank.

Perwakilan Credit Agricole menyatakan bahwa Mabrouk menjual sahamnya ke bank asing dengan harga premium, dimana pemenang tender, Santander-Attijariwafa yang berkebangsaan Spanyol-Maroko membayar premium dari nilai buku ke Mabrouk.

Lanjutkan Membaca ...

Bencinya Rakyat Tunisia Kepada Istri Presiden

VIVAnews - Dulu disembah-sembah, sekarang dicaci maki. Itulah yang harus ditanggung Presiden Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali, dan keluarga. Kekuasaan Ben Ali berakhir secara tidak terhormat saat dia dan keluarga kabur ke Arab Saudi, Jumat 14 Januari 2011, setelah tidak bisa lagi mengendalikan kemarahan rakyat akibat krisis ekonomi.

Menurut kantor berita Associated Press (AP), rakyat Tunisia tidak saja muak dengan Ben Ali - yang memerintah selama 23 tahun - namun juga kepada istrinya, Leila Trabelsi. Mantan penata rambut itu berganti status menjadi Ibu Negara saat suaminya menjadi presiden Tunisia, melalui kudeta tak berdarah, pada 1987.

Di mata rakyat, Leila tidak jauh beda dengan suaminya, bersikap semena-mena dan arogan. Bahkan Leila dianggap sebagai simbol korupsi dan ketamakan di Tunisia.

Lanjutkan Membaca ...

17 Jan 2011

Ulama Al-Azhar: Menjatuhkan Presiden Tunisia Dibenarkan dalam Islam

Hukum Islam menyatakan bahwa kepatuhan kepada para pemimpin bukan merupakan ajaran yang absolut melainkan para pemimpin harus terikat dengan komitmen mereka kepada ajaran Islam dan kemampuan mereka untuk menjaga martabat rakyat dan memberikan rakyat kehidupan yang layak, beberapa ulama Al-Azhar menegaskan.

Abdil Mouti Bayoumi, anggota dari Majma' al-Buhuts Islamiyah (lembaga riset Islam Al-Azhar), mengatakan kepada Al-Masry Al-Youm bahwa ketaatan umat Islam terhadap penguasa adalah tidak mutlak karena aturan Islam menyatakan bahwa "tidak ada ketaatan kepada mahluk, dalam bermaksiat kepada sang pencipta atau Allah."

Ketika penguasa tidak memenuhi apa yang telah dia janjikan selama kampanye pemilu, masyarakat memiliki hak untuk tidak taat kepadanya dan apabila korupsi menjadi semakin meluas, ketidaktaatan kepada penguasa menjadi suatu kewajiban, tambahnya.

Lanjutkan Membaca ...

Keluarga Ben Ali Melarikan Diri ke LN dengan 1,5 Ton Emas


Keluarga Presiden Tunisia yang terguling Zine El Abidin Ben Ali dilaporkan meninggalkan negara itu dengan membawa 1,5 ton emas senilai lebih dari 45 juta euro.

Mengutip informasi yang diterima dari dinas rahasia Perancis, surat kabar Perancis, Le Monde, Senin ini (17/1) mengungkapkan bahwa Leila Trabelsi, istri presiden terguling, telah membawa emas batangan ke luar negeri sebelum runtuhnya rezim Ben Ali.

Pemerintahan Ben Ali selama 23-tahun telah berakhir pada hari Jumat lalu setelah berminggu-minggu protes jalanan terjadi di seluruh negara Afrika Utara tersebut.


Lanjutkan Membaca ...