30 Jul 2011

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 4)


Post artikel ini adalah artikel ke 4 dari seri Mengenal dan Memahami Manusia di dalam Agama/Dien Islam. Artikel ini bersumber dari blog http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/mengenal-manusia-bag-4.html .Silahkan dibaca, semoga memberi manfaat buat anda.
======================================


Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat


Potensi Dasar Manusia

B. Potensi Eksternal

Disamping potensi internal yang melekat erat pada diri manusia, Allah juga menyertakan potensi external sebagai pengarah dan pembimbing potensi-potensi internal itu agar berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Tanpa arahan potensi external ini, maka potensi internal tidak akan membuahkan hasil yang diharapkan.

1. Potensi Huda

Yaitu petunjuk Allah yang mempertagas nilai kebenaran yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya untuk membimbing umat manusia ke jalan yang lurus.
“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur”, al-Insan:3.
“....Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati”, al-Baqoroh:38.

2. Potensi Alam

Alam semesta adalah merupakan potensi external kedua untuk membimbing umat manusia melaksanakan fungsinya. Setiap sisi alam semesta ini merupakan ayat-ayat Allah yang dengannya manusia dapat mencapai kebenaran.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat ayat-ayat bagi 'uli al-albab', yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan dalam keadaan berbaring; dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb Kami, tidalah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia", ali Imron:190-191.
“Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan (tempat berpijak) bagimu dan langit sebagai atap, dan menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”, al-Baqoroh:21-22.


Semua potensi yang Allah berikan kepada kita, bukanlah hal yang main-main dan terjadi dengan sendirinya tanpa maksud tertentu. Akan tetapi, potensi itu merupakan modal dasar yang Allah berikan agar kita sukses menjalankan tugas dalam perjalanan ini.


Dengan pemahaman yang baik akan keberadaan kita, seharusnya kita menyadari tentang diri kita yang sebenarnya. Kita tidak sedang bermain-main disini, kita tidak sedang senda gurau disini, tapi kita sedang bertugas untuk menjalankan kepemimpinan Allah atas bumi ini. Sebuah tugas yang maha berat yang hanya akan berhasil apabila kita mengoptimalkan segenap potensi yang ada pada kita.



Alhamdulillah Rabb al-'Alamin.


Bersambung Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar