30 Jul 2011

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 6)


Post artikel ini adalah artikel ke 6 dari seri Mengenal dan Memahami Manusia di dalam Agama/Dien Islam. Artikel ini bersumber dari blog http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/mengenal-manusia-bag-6.html .Silahkan dibaca, semoga memberi manfaat buat anda.


Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat


Sifat Dasar Manusia Dan Cara Mengatasinya

Manusia diciptakan disertai sifat-sifat dasar yang negatif, yang apabila tidak diarahkan ke arah yang positif, maka akan menjatuhkan dirinya ke dalam kerugian.
“Demi Masa, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling menasihati dalam kebenaran (haq) dan kesabaran”, al-'Ashr:1-3.
Hal ini, merupakan masalah yang sangat serius, karena bila manusia tetap pada tabiat dasar itu, maka ia berada dalam kerugian yang nyata. Oleh karena itu, manusia harus berjuang untuk mengatasinya. Secara umum cara mengatasinya adalah dengan beriman kepada Allah dan melaksanakan amal shaleh, serta saling menasihati untuk tetap dalam haq dan kesabaran. Untuk itu marilah kita mengenali sifat-sifat dasar itu dan cara mengatasinya.

1. Keluh Kesah dan Kikir.

"Sesungguhnya manusia itu diciptakan dengan sifat halu’ yaitu keluh kesah. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir”, al-Ma'arij: 19-21.
Keluh kesah dan kikir timbul karena tidak adanya rasa syukur atas karunia yang Allah berikan dan tidak sabar atas cobaan-Nya, sehingga ia senantiasa merasa kurang dan tidak cukup dalam segala hal dan tidak sabar atas musibah-musibah yang menimpanya. Apabila sifat ini dituruti, maka manusia akan terombang-ambing dalam keragu-raguan, dan sikap syu’udzan kepada Allah, sehingga mengingkari nikmat yang telah Allah berikan. Untuk itu, sifat ini harus diluruskan, dan diarahkan kepada arah yang benar, yaitu dengan mengerjakan shalat dan amalan-amalan shaleh lainnya.


Sedangkan untuk mengatasi sifat kikir yaitu dengan menginfakkan harta kepada fakir miskin.
“Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalat, dan orang-orang yang dalam hartanya terdapat bagian tertentu, bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa, dan orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang yang takut terhadap hari pembalasan, Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman dari kedatanganya, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela, barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melewati batas, Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara syahadatnya, dan orang yang memelihara shalatnya, Mereka itu kekal di dalam surga lagi dimuliakan”, al-Ma'arij: 22-35.

2. Lemah

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu. Dan manusia diciptakan dengan sifat lemah", al-Nisa':28.
Dengan tabiat kelemahan manusia itu, Allah memberikan keringanan dan kemudahan baginya. Untuk mengatasi kelemahannya itu manusia harus menerima kemudahan dan keringan yang Allah berikan. Bagi manusia memadai apa yang telah ia usahakan sesuai dengan keadaannya.
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakan”, al-Najm:39.

3. Susah Payah

Allah menciptakan manusia dalam keadaan yang sangat berat, yaitu adanya berbagai halangan dan rintangan yang harus dihadapinya.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah”, al-Balad:4.
Cara mengatasinya adalah dengan mengadakan perjuangan untuk membebaskan perbudakan manusia atas manusia. Apabila manusia enggan mengadakan perjuangan, maka ia akan senantiasa di dalam kesusahpayahan itu. Oleh karena itu, ia harus bangkit mempergunakan potensi yang ada dan menyusun kekuatan bersama-sama untuk perjuangan pembebasan tersebut.
"Tahukah kamu jalan yang mendaki lagi sukar itu? Yaitu melepaskan budak dari perbudakan, dan memberi makanan pada hari kelaparan kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat dan orang miskin yang teramat miskin dan dia termasuk orang yang beriman dan saling berpesan bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka itu adalah golongan kanan”, al-Balad:10-18.

4. Tergesa-gesa

“Dan adalah menusia bersifat tergesa-gesa”, al-Isro:11.
Tergesa-gesa ialah ingin mendapatkan/mencapai sesuatu dengan segera tanpa memelalui proses yang seharusnya. Karena ketergesa-gesaannya itu, maka manusia sering terjerembab ke jalan yang salah, sehingga hanya menghasilkan kekecewaan. Karena tergesa-gesa adalah merupakan sifat negatif, maka ia harus ditundukkan dan diarahkan ke jalan yang benar.


Cara mengatasinya adalah dengan bersabar, sebagaimana diperintahkan Allah dalam firman-Nya.
“Bersabarlah kamu seperti sabarnya ulu al-'azmi min al-rasul dan janganlah kamu minta disegerakan siksa kepada mereka”, al-Ahqaf:35.


Alhamdulillah Rabb al-'Alamin.


Bersambung....... Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar