HATI-HATI 10 HAL PEMBATAL SYAHADAT

Allah telah mewajibkan bagi seluruh hambanya untuk masuk ke dalam Islam dan berpegang teguh dengan ajaran-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang menyimpang darinya....

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM

Inilah hal pertama yang harus kita pelajari dalam islam yaitu mengenal manusia, mengenal diri kita. Jika ada anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya,....

Trading Forex Modal Gratis 15$

Anda mudah dalam Membuka Account Live untuk transaksi real, tidak terbatas membuka akun demo sebagai sarana untuk menguji atau latian, berbagai jenis account forex...

Mengenal Al-Quran.

Al-Quran berasal dari kata : ?َ?? - ???? - ????? - ????? berarti bacaan. Al-Quran adalah Kalamullah yang mulia dan terpelihara

Mengenal Allah

Mengenal Allah SWT, adalah suatu bagian terpenting bagi seorang yang mendeklarasikan dirinya seorang Muslim. Manalah mungkin ia bisa mengatakan dengan lantang bahwa dirinya muslim, sementara ia tidak mengenal dan memahami Allah yang menjadi sembahannya.

Skenario Global Kehidupan Manusia

Kehidupan dibumi telah dilalui pada suatu masa yang penuh dengan kegelapan. Tidak ada toleransi dan persamaan hak diantara mereka. Pertumpahan darah dan permusuhan berlangsung sebagai suatu hal yang biasa.

Makna Dien-ul-Islam

Sesungghnya Islam itu dien samawi yang befungsi sebagai rahmat dan nikmat bagi manusia seluruhnya. Din Islam memiliki nilai kesempurnaan yang tinggi, lagi pula sesuai dengan fitrah manusia dan cocok dengan tuntutan hati nuranimanusia seluruhnya sebagai makhluk ciptaan Allah dalam menerima Dinullah yang hak.

Tampilkan postingan dengan label Muallaf Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muallaf Inggris. Tampilkan semua postingan

20 Sep 2012

Jonathan -Jono- Armstrong - Menjadi Mualaf sejak Okt 2000


Jonathan Armstrong atau Jono, selebritis yang kian menanjak di Indonesia Menjadi Muallaf sejak Oktober 2000, awalnya ia dikenal sebagai bassist band Gugun Blues Shelter. Namun saat ini, wajahnya sangat sering mondar-mandir di berbagai stasiun televisi.

Ia lahir dari keluarga Kristen yang taat. Ayahnya adalah seorang pendeta. Meski begitu, sang ayah samasekali tidak menghalangi Jono untuk pindah keyakinan. Jono bercerita tentang awal ketertarikannya memeluk Islam yang mulai timbul sejak ia bertandang ke Aceh. Pada kunjungan pertama ke Aceh, ia tinggal selama tiga bulan, dan ia berkelana ke berbagai daerah di Aceh, terutama Sabang.

"Awalnya, saya berpikir soal Islam yang neatif-negatif saja, tapi saat saya menginjkkan kaki di Aceh, Islam terasa beda di sana," ujar jono.

Jono adalah pria kelahiran Inggris, sebelumnya ia memang tidak pernah mengenal soal Islam. Ia beranggapan, Islam identik dengan jihad, terorisme, bom bunuh diri, hingga poligami. Tapi, ketika berada di Aceh, hal negatif soal Islam yang ada di pikirannya seolah sirna.

"Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, orang-orang Islam di Aceh itu 180 derajat jauh beda dengan yang ada di pikiran saya. Nggak ada itu yang namanya pukul-pukul istri dan lain-lain yang negatif. Orang Islam di sana ramah, kekeluargaannya masih kuat, nggak ada yang negatif-negatif," kisahnya.

Dari situ, Jono mulai tertarik belajar lebih dalam soal Islam. Jono pun merasa tak kesulitan mempelajari Islam lebih dalam. Setelah perjalanannya mengarungi Aceh usai, ia sempat pulang ke Australia dan kembali rindu pada Aceh. Akhirnya, ia kembali. Kedatangannya yang kedua di Tanah Rencong mempertemukannya pada wanita Aceh bernama Fauziah yang kini menjadi istrinya. Fauziah berusaha membantu Jono belajar mengenal Islam lebih dekat. Sebagai kekasih, Fauziah lekas bertanya pada Jono, apakah ia, benar-benar tertarik memeluk agama Islam, Jono pun menyatakan yakin, ingin berpindah menjadi seorang muslim.

Karena yakin dengan keputusannya, ia lantas pulang ke negara asalnya, Inggris, meminta izin pada orangtuanya, untuk memeluk Islam. Ia merasa bersyukur, izinnya disambut baik sang ayah. Meski sempat sang ayah mempelajari dan mencari tahu soal Islam lebih jauh, tapi akhirnya, kata setuju terucap.

"Saya bilang sama bapak saya, saya mau masuk Islam. Terus dia bilang, bagus itu, nggak apa-apa. Karena bapak saya sudah belajar juga, dia punya Al Quran dalam bahasa Inggris, jadi dia tahu bagaimana Islam."

"Waktu masuk Islam, prosesnya nggak lama. Waktu itu saya konsultasi sama Ketua MUI di Aceh namanya Yusni Sabi, saya konsultasi sama dia, dan kata dia, 'oke, dua hari lagi kita bikin acara kecil di Masjid Raya Aceh Baitturahman', dan saya di Islamkan di tempat itu," ceritanya.

"Waktu itu saya belum menikah dengan Fauziah. Dan saya sempat pulang ke Inggris, kembali lagi ke Aceh, bulan Desember saya menikah," katanya.

Puasa adalah yang paling sulit dijalani

Menjadi mualaf, tak lantas membuat Jono menjadi muslim yang taat. Ia masih terus belajar memperdalam keyakinannya pada Islam. Fauziah, katanya sebagai istri yang sabar menuntunnya belajar. Mulai dari salat, mengaji hingga memberi contoh yang baik termasuk saat menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Baginya, berpuasa mengajarkannya banyak hal. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan emosi dan amarah. Sulit bagi Jono menjalani kewajiban umat muslim satu ini. Bahkan, tak jarang, puasanya batal karena tak bisa menahan haus.

"Saya masih terus berusaha memperdalam keislaman saya. Sejauh ini, puasa saya juga masih banyak yang bolong, tapi bersyukur, istri saya selalu sabar menuntun," katanya.

Cobaan setelah menjadi Muslim

Menjadi keluarga yang menganut ajaran Islam, cobaan juga sempat mampir padanya. "Waktu itu , kalau tidak salah pas saya punya anak kedua, Tobi, itu cobaan berat sekali. Keluarga Fauziah kena tsunami, dan saya waktu itu belum punya pekerjaan tetap. Keluarga Fauziah banyak yang hilang, dan akhirnya kami sempat pulang ke Inggris," kisahnya.

Setelah cobaan bertubi-tubi menghampirinya, tahun 2004, Jono mulai merasakan nikmat berkah sang Maha Kuasa. Di tahun itu, Jono diajak bergabung, masuk dalam grup band Gugun Blues Shelter hingga akhirnya nama band itu populer. Jono mulai full bekerja di musik, dan mulai mendapatkan tawaran job dari berbagai stasiun televisi.

"Waktu itu, saya ngisi acara Belajar Indonesia di Trans TV, jadi host dan tampil 8 episode. Setelah itu, tampil di Dahsyat dan jadwal manggung Gugun Blues Shelter makin padat. Pokoknya rezeki ada terus setelah cobaan itu, " katanya.

Tahun lalu, Jono juga mulai mengisi acara sahur di RCTI. Setelah kontraknya habis, ia ditawari untuk tampil di acara Canda Bule dan tahun ini, Jono kembali memeriahkan acara sahur di 'Waktunya Kita Sahur' yang tayang di Trans TV.

"Selama saya masuk Islam, saya banyak dapat berkah. Rezeki mengalir, apalagi sekarang saya mengisi acara sahur, saya bisa menghibur banyak orang di bulan puasa."

"Meskipun saya bukan orang Indonesia, tapi mereka merasa senang bisa terhibur. Dan saya juga senang bisa menghibur mereka. Ini merupakan berkah buat saya," tegasnya.


sumber : dakwahdiriku.blogspot.com
Lanjutkan Membaca ...

7 Agu 2011

Thomas Webber, Pencari kebenaran yang menemukan Islam

Seperti kebanyakan kisah revert ke Islam cerita saya sederhana dari perspektif luar. Anak muda menemukan agama yang berbeda untuk keluarganya dan akhirnya memberitahu mereka dan beralih.


Namun, seperti banyak hal dalam hidup, itu adalah perjalanan dari sebuah perjalanan dan bukan mendapatkan ke tempat tujuan yang tampaknya paling sulit. Tentu saja dalam Islam perjalanan tidak akan lengkap sampai ditakdirkan Allah Ta'ala, namun, bukan kita mencapai tonggak sejarah di sepanjang jalan. Jadi aku akan menceritakan kisah hidup saya hingga sekarang dan harapan-harapan saya dan aspirasi untuk masa depan.


Aku lahir di Inggris, sebuah keluarga dari dua orang tua yang penuh kasih dan satu kakak laki-laki (Colin), segera akan diikuti oleh saudara kembarku (Linda) dan kemudian oleh dua saudara perempuan saya yang lain Melissa (yang meninggal saat saya masih kecil) dan adik bungsu Emily.


Aku tidak pernah dibaptis, sebagaimana ayah saya tidak percaya dalam menempatkan bayi yang tidak bisa menjadi objek, melalui suatu upacara keagamaan. Namun, ibuku akan mengirim kami untuk sebuah sekolah minggu Kristen untuk belajar tentang Kekristenan.


Juga, apa yang bisa saya katakan tentang itu? Sayangnya untuk ibuku, pikiran saya relatif cerdik
pada usia muda dan sebagai hasilnya Aku tidak pernah mengerti mengapa mencintai semua Tuhan yang kuat bisa membunuh Anaknya untuk mengampuni dosa kami.


This was surely not right when if He was so all powerful and all sins were against Him He could just have forgiven us all! Surely this is not what a loving God would do.
As the years drew on I disregarded what I was taught about God. Religious holidays became all about presents and time off to relax. I was lost but I didn’t know it. After all, these religious people would never be able to prove their religions like the sciences we were taught at school. To me they were just weak-minded or stupid.
As time went on I would continue to be successful at school and get good grades pleasing my parents, and everything was fine. It wasn’t until sometime after my 13th birthday that I would start to become religious.


Ini tentu saja tidak benar saat Dia begitu Maha Kuasa dan semua dosa bagi yang melawan Dia, dia bisa mengampuni kita semua! pasti ini bukanlah apa yang Tuhan mengasihi lakukan.
Seperti tahun-tahun tergambar saya diabaikan apa yang diajarkan apa yang diajarkan tentang Tuhan. Libur keagamaan menjadi hadiah dan waktu untuk bersantai. Aku tersesat tapi saya tidak tahu. Setelah semua ini, orang-orang yang religious tidak akan pernah dapat membuktikan agama mereka seperti Ilmu Pengetahuan yang diajarkan di sekolah. Bagi saya mereka hanya berpikiran lemah atau bodoh.


Seiring berjalannya waktu Saya akan terus sukses di sekolah dan mendapatkan nilai yang baik dan menyenangkan orang tua saya, dan semuanya baik-baik saja. Itu tidak sampai beberapa waktu setelah ulang tahun ke-13 saya bahwa saya akan mulai menjadi religious.


Ketika saya berkata religius, itu tidak berarti mempraktekan ajaran kristen. Tapi aku mulai berharap ke beberapa bentuk Tuhan bahwa saya akan berhasil dan mencapai semua hal yang aku butuhkan. Itu lebih suatu keyakinan untuk hal-hal yang tidak dapat saya rekayasa bagi diri saya.


Sebagaimana perkembangan apa yang saya pelajari disekolah tentang berbagai keyakinan, Budha kelihatannya sebagai sesuatu yang baik, karena disana tidak ada Tuhan dan itu adalah tentang menjadi orang yang baik, dan itu adalah suatu yang mendasar dari apa yang saya pelajari dari kristen.


Saat itu saya mulai berfikir bahwa agama hanyalah suatu hal yang akan membuat manusia memiliki moral. Saya terus melanjutkan untuk mencoba menjadi manusia yang baik tapi tidak dapat mengeluarkan saya dari keguncangan bahwa saya memiliki sesuatu yang hilang.


Setahun atau lebih sebelum saya lulus SMA, kakak saya menjadi seorag Kristen yang terlahir kembali. Sayangnya bagi saya seperti pengalaman yang negatif sebagaimana ia berusaha untuk meng-konversi saya ke agama nya dan saya tetap tidak dapat menerima bahwa yesus telah di bunuh untuk mengampuni dosa-dosa kami.


Saya menarik diri dari segala bentuk pemikiran tentang agama dari keluarga dan teman-teman
untuk menghindari perdebatan berkelanjutan dengan mereka dan juga untuk menghindari dicap aneh, (yang hanya satu dari jibes kejam sekarang saya sangat menyesal telah mendarat pada kakak saya.)


Jiwa pencarianku terus tertekan dan tersembunyi hingga setahun atau lebih. Dan kemudian terjadi serangan teroris pada World Trade Center. Pertama kali saya tidak mempercayai itu bisa terjadi. Berita berlanjut melaporkan kisah tentangnya, tapi tidak mempengaruhi saya secara khusus melanjutkan hidup saya. Ia tidak sampai laporan tentang Islam teroris, pembalasan terhadap Muslim dan serangan terhadap Afghanistan dan kemudian Irak yang saya mulai pertanyakan ke pemerintah saya dan AS. Hal ini pada akhirnya mendorong saya menuju untuk menemukan kebenaran Islam.


Saya tidak dapat mempercayai bahwa muslim dapat menjadi teroris dan yang bisa hanyalan kebencian dan pembunuh. Ini sangat aneh sehingga saya mengabaikan hal ini dan mungkin pikiran saya menjadi ingin belajar tentang agama ini untuk yang pertama kalinya.


Itu belum terjadi hingga saya sampai dapa tahun pertama dari kuliah tahun ke enam saat saya berteman dengan seorang muslim. Awalnya i tidak percaya Dia-she- akan menjadi teman saya sebagaimana dia berkata sedikit hingga saya mengenalnya. Pada pertemanan ini adalah bentuk jelas bahwa muslim bukanlah eksentrik atau orang gila dan nyatanya mereka orang yang nyata-nyata normal.


Kemudian saya mulai mempelajari Islam di Internet ketika tidak ada orang disekitar saya; Saya belum siap jika orang lain mengetahui bahwa saya mempelajari Islam. Saya mulai mempercayai apa yang saya baca namun masih sedikit bingun dan perjalanan pemahaman saya berjalan lambat.


Akhirnya, liburan musim panas datang dan aku berada di tepi keyakinan dalam Islam. Aku ingin mempercayai kebenaran itu tapi bagaimana aku bisa membuktikannya. Dari tahun saya nilai bagus
dan mencoba untuk menjadi sempurna di mata orangtuaku, aku benci menjadi salah.


Pada musim panas aku tidak bisa dengan mudah bertemu teman Muslim saya tapi begitu banyak yang ingin kutanyakan padanya. Kadang dia akan menelepon dan Saya akan bicara padanya beberapa jam mencoba untuk membangun keberanian untuk mengatakan padanya aku membutuhkan bantuannya.


Akhirnya aku berani menjelaskan kebingungan saya tentang agama dan tidak pernah bisa mengakui
Aku ingin menjadi seorang Muslim, saya tidak tahu dengan pasti bahwa ini adalah kehendak tidak ada seperti yang saya telah begitu banyak ketakutan dalam pikiran saya. Juga, akhirnya aku berhasil menceritakan dan ia memiliki hal-hal baik untuk dikatakan.


Jadi, aku sekarang yakin bahwa saya harus menjadi seorang Muslim namun bagaimana saya memberitahu orang-orang dan mencari tahu lebih banyak? aku belum dapat mengatakannya kepada keluarga saya, saya teringat kekejaman yang ditimbulkan ketika adik saya menjadi seorang Kristen. Aku takut aku akan menerima yang sama atau lebih buruk.


Setidaknya dia mengikuti agama dari negara saya dimana kami dibesarkan, dan tentunya ini akan memjadi berbeda bukan ? Perjalanan saya sejak titik ini menjadi bagian terberat. Bagaimana saya dapat menemukan lebih jika tidak dapat mengatakan kepada siapapun karena takut keluarga anda akan tahu ? Dan akhirnya dalam periode yang cukup lama saya secara perlahan berhasil curhat kepada teman dan keluarga.


saya memutuskan ber-syahadat pada ulang tahun ke 20, mengetahui jika saya tidak menetapkan tanggal maka itu tidak akan pernah terjadi. Jadi akhirpekan sebelum saya pergi ke konfrensi persatuan dan perdamaian global di London yang begitu berkesan. Saya menjadi tahu hari senin berikutnya saya akan menyatakan kesaksian iman tapi belum terjadi hingga menghabiskan sabtu malam di rumah teman kami dan saya pastinya akan mengatakan syahadat pada hari senin.


Malam itu aku berbaring untuk tidur dan aku dengan Adzan di kepalaku. Ini adalah suatu yang terbaik. Hari berikutnya Saya melihat orang-orang bersyahadat untuk diri mereka sendiri dan merindukan Senin yang akan datang.


Senin akhirnya datang dan akhirnya aku mengatakan Syahadat yang terasa aneh, sepertinya ini menjadi akhir. Saya tahu cerita terbaik memiliki awal, tengah dan akhir tetapi Anda akan menunggu sedikit lebih lama untuk akhirnya, tapi perjalanan ini masih belum selesai. Saya masih memiliki Al-Quran dan hadist untuk belajar dan banyak lagi selain itu.


http://www.islamreligion.com/articles/2136/
Lanjutkan Membaca ...

28 Jan 2011

Heseltine : Mualaf Inggris yang tak Meninggalkan Islam Meski Bercerai

Kisah Mualaf Inggris, Perceraian Tak Membuatnya Meninggalkan Islam

Pekan kemarin media massa internasional memberitakan bahwa jumlah mualaf di Inggris meningkat pesat, meski agama Islam di negeri itu, seperti umumnya di negara-negara Barat, digambarkan secara negatif dan masih menjadi target kecurigaan masyarakat.

Sensus yang pernah dilakukan di seluruh wilayah Kerajaan Inggris menyebutkan bahwa pertambahan mualaf antara 14.000 sampai 25.000 orang. Tapi sebuah studi terbaru yang dilakukan lembaga think-tank lintas agama Faith Matters menyebutkan bahwa jumlah mualaf di Inggris lebih besar dari estimasi selama ini. Menurut lembaga itu, jumlah mualaf di Inggris mencapai 100.000 orang, dimana setiap tahunnya dipekirakan ada 5.000 warga Inggris yang menjadi orang Islam baru atau mualaf.

Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan jumlah orang yang menjadi mualaf setiap tahunnya di Jerman dan Perancis. Di kedua negara tersebut, diperkirakan hanya 4.000 orang yang mengucapkan syahadat.setiap tahunnya.

Lanjutkan Membaca ...