HATI-HATI 10 HAL PEMBATAL SYAHADAT

Allah telah mewajibkan bagi seluruh hambanya untuk masuk ke dalam Islam dan berpegang teguh dengan ajaran-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang menyimpang darinya....

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM

Inilah hal pertama yang harus kita pelajari dalam islam yaitu mengenal manusia, mengenal diri kita. Jika ada anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya,....

Trading Forex Modal Gratis 15$

Anda mudah dalam Membuka Account Live untuk transaksi real, tidak terbatas membuka akun demo sebagai sarana untuk menguji atau latian, berbagai jenis account forex...

Mengenal Al-Quran.

Al-Quran berasal dari kata : ?َ?? - ???? - ????? - ????? berarti bacaan. Al-Quran adalah Kalamullah yang mulia dan terpelihara

Mengenal Allah

Mengenal Allah SWT, adalah suatu bagian terpenting bagi seorang yang mendeklarasikan dirinya seorang Muslim. Manalah mungkin ia bisa mengatakan dengan lantang bahwa dirinya muslim, sementara ia tidak mengenal dan memahami Allah yang menjadi sembahannya.

Skenario Global Kehidupan Manusia

Kehidupan dibumi telah dilalui pada suatu masa yang penuh dengan kegelapan. Tidak ada toleransi dan persamaan hak diantara mereka. Pertumpahan darah dan permusuhan berlangsung sebagai suatu hal yang biasa.

Makna Dien-ul-Islam

Sesungghnya Islam itu dien samawi yang befungsi sebagai rahmat dan nikmat bagi manusia seluruhnya. Din Islam memiliki nilai kesempurnaan yang tinggi, lagi pula sesuai dengan fitrah manusia dan cocok dengan tuntutan hati nuranimanusia seluruhnya sebagai makhluk ciptaan Allah dalam menerima Dinullah yang hak.

Tampilkan postingan dengan label Qalb. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qalb. Tampilkan semua postingan

26 Jul 2012

QALBUN SALIM

Al Qur'an Surat Ibrahim (37):83-84,

وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لإبْرَاهِيمَ إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongan Nuh. Ingatlah, ketika ia datang kepada Rabb-nya dengan Qalbun Salim.

QALBUN SALIM

Qalb, orang menterjemahkannya dengan Hati, tapi jangan salah paham, Qalb itu bukan liver, dan juga bukan otak. Hal ini mengacu kepada Al Quran, Al Hadits, dan data-data empiris. Bahwa ternyata ‘hati’ (Qalb) memiliki definisi sebagai: segumpal daging, yang berada di dalam dada, dan bisa bergetar-getar ketika dikenai perubahan perasaan.

22:46, "… Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah HATI (Qalb) yang ada di dalam DADA."

8:2, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah BERGETARLAH hati (Qalb) mereka…"

HR. Bukhari & Muslim dari Nu’man bin Basyir, "Ketahuilah, di dalam jasad ada SEGUMPAL DAGING (mudghah) yang jika baik daging itu maka baiklah seluruh jasadnya, dan jika jelek daging itu maka jeleklah seluruh jasadnya. Ketahuilah daging itu adalah hati (Qalb).’’

Dengan mengambil tiga acuan diatas kita bisa mendefinsikannya dengan tegas, bahwa hati (Qalb) adalah jantung. Tentu saja, Anda boleh berbeda pendapat dengan saya. Cuma, sebaiknya dengan landasan alias dalil ayat Al Quran, atau Al Hadits, atau data-data empiris ilmu pengetahuan yang sesuai. Jika tidak, dengan sendirinya, kesimpulannya menjadi lemah. Karena, hanya berupa pendapat pribadi yang sangat subyektif.

Maka, Hati yang diistilahkan Qalb adalah hati yang bersemayam di dalam dada, dan lebih spesifik lagi bersemayam di organ jantung. Hati yang Qalb adalah sebuah radar yang bisa mendeteksi dan sekaligus memancarkan getaran perasaan seseorang. Getaran sedih dan gembira akan terpancar dengan frekuensi yang berbeda. Getaran marah dan sabar juga terpancar dengan frekuensi yang berbeda.

Ini adalah sebuah pancaran gelombang yang benar-benar bisa diukur dengan menggunakan alat perekam gelombang jantung, ECG (Electro Cardio Graph). Meskipun penelitian dalam bidang ini masih sedang berjalan, tetapi sudah diketahui bahwa pola gelombang yang terekam dalam ECG itu sesungguhnya memiliki informasi yang sangat banyak. Diantaranya adalah ’problem mekanis’ alias kerusakan organ tersebut, sekaligus tentang ’problem psikologis’ alias kualitas perasaan si pemilik jantung.

Sebenarnya, secara awam, hal ini sudah bisa kita rasakan sendiri. Cobalah rasakan dan cermati, bagaimanakah pola getaran jantung Anda ketika sedang marah, sedang sedih, sedang takut, sedang terharu, sedang gembira, dan lain sebagainya? Tentu saja, semuanya berbeda sesuai dengan getaran perasaan yang menyertainya.

Frekuensi dan pola gelombang jantung itu ternyata merupakan ’kepanjangan tangan’ dari sesuatu yang lebih abstrak, yakni ’hati dalam’. Jantung adalah ’hati luar’, yang fungsinya hanya sebagai alat sensor khusus, semacam radar. Tetapi berfungsi timbal balik. Bukan hanya receiver alias penerima getaran, melainkan juga transmitter alias pemancar getaran. Maka, jantung bisa disebut sebagai indra transceiver, yang bekerja secara radiasi gelombang elektromagnetik. Bukan sekedar dipengaruhi oleh kinerja neurotransmitter dan hormon dalam darah yang membuatnya berdegup lebih kencang.

Sehingga, Al Quran menyetarakan organ jantung itu dengan mata dan telinga sebagai ’alat pelihat’ dan ’alat pendengar’. Dan bukan pada tataran ’persepsi melihat’ dan ’persepsi mendengar’. Perhatikanlah ayat berikut ini.

7:179, "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati (Qalb), tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."

Jadi, Qalb disetarakan dengan mata, bukan ’melihat’. Juga disetarakan dengan telinga, bukan ’mendengar’. Karena ’melihat’ dan ’mendengar’ itu memang tidak terjadi di mata dan telinga, melainkan di OTAK, yakni di pusat penglihatan dan pusat pendengaran. Meskipun mata dan telinganya sehat, tetapi jika pusatnya di otak bermasalah, atau pun saraf penghubungnya yang bermasalah, kita tidak akan bisa melihat atau mendengar. Melek tetapi tidak melihat, tidak tuli tetapi tidak bisa mendengar.Maka, demikianlah, getaran jantung itu menjadi transceiver yang lantas mem-feed-back kembali pola getaran tersebut ke pusat hati yang ada di otak. Dalam istilah Al Quran disebut sebagai Fu`ad, yakni ’Pusat Kecerdasan Hati’.

Qalbun salim adalah hati yang sudah melakukan pembuktian-pembuktian secara ilmiah dalam proses ber-Islam, sehingga memperoleh perasaan yang menggetarkan, dalam bentuk penyerahan diri kepada Allah. Dalam istilah lain bisa dikatakan dengan ‘rasio yang emosional’ atau ‘emosi yang rasional’. Yakni, penggabungan fungsi Hipocampus dan Amygdala dalam kinerja Sistem Limbik yang seimbang (dalam bahasa biologinya seperti itu). Dalam bahasa awam dapatlah dikatakan sebagai "kemampuan untuk menyeimbangkan antara pikiran (rasio) dan perasaan (emosi)".

Rasionalitas Ibrahim

21:62-63,

قَالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ 62 قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ

Mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?" Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara".

Emosionalitas Ibrahim

9:114,

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ إِلا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لأوَّاهٌ حَلِيمٌ

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

Sumber : SKI
Lanjutkan Membaca ...