HATI-HATI 10 HAL PEMBATAL SYAHADAT

Allah telah mewajibkan bagi seluruh hambanya untuk masuk ke dalam Islam dan berpegang teguh dengan ajaran-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang menyimpang darinya....

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM

Inilah hal pertama yang harus kita pelajari dalam islam yaitu mengenal manusia, mengenal diri kita. Jika ada anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya,....

Trading Forex Modal Gratis 15$

Anda mudah dalam Membuka Account Live untuk transaksi real, tidak terbatas membuka akun demo sebagai sarana untuk menguji atau latian, berbagai jenis account forex...

Mengenal Al-Quran.

Al-Quran berasal dari kata : ?َ?? - ???? - ????? - ????? berarti bacaan. Al-Quran adalah Kalamullah yang mulia dan terpelihara

Mengenal Allah

Mengenal Allah SWT, adalah suatu bagian terpenting bagi seorang yang mendeklarasikan dirinya seorang Muslim. Manalah mungkin ia bisa mengatakan dengan lantang bahwa dirinya muslim, sementara ia tidak mengenal dan memahami Allah yang menjadi sembahannya.

Skenario Global Kehidupan Manusia

Kehidupan dibumi telah dilalui pada suatu masa yang penuh dengan kegelapan. Tidak ada toleransi dan persamaan hak diantara mereka. Pertumpahan darah dan permusuhan berlangsung sebagai suatu hal yang biasa.

Makna Dien-ul-Islam

Sesungghnya Islam itu dien samawi yang befungsi sebagai rahmat dan nikmat bagi manusia seluruhnya. Din Islam memiliki nilai kesempurnaan yang tinggi, lagi pula sesuai dengan fitrah manusia dan cocok dengan tuntutan hati nuranimanusia seluruhnya sebagai makhluk ciptaan Allah dalam menerima Dinullah yang hak.

24 Nov 2011

Busway Koridor XI ~ Pulo Gebang - Kampung Melayu

Busway Koridor XI dengan Rute Pulo Gebang Kampung Melayu di targetkan akan beroperasi mulai akhir tahun ini (2011). Saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang dalam mengerjakan dengan cepat proyek ini, seperti pembuatan halte busway dan jalan-jalan yang harus disiapkan.


Menurut Udar Pristono (Kepala Dinas Perhubungan DKI), untuk tahap awal, akan ada 21 bus yang beroperasi di koridor XI ini.


"Saat ini proses pembangunan Koridor XI sudah mencapai 50 persen. Untuk operatornya sedang dalam proses lelang, Insya Allah bulan Desember 2011 beroperasi,” ujar Udar Pristono menambahkan.


Hal senada ditambahkan Kepala Badan Layanan Umum TransJakarta Muhammad Akbar, yang mengatakan bahwa Koridor XI membutuhkan sebanyak 42 bus.
"Dishub DKI tahun ini membeli 44 bus baru, sebanyak 23 bus akan diperuntukkan untuk Koridor X, dan 21 bus untuk Koridor XI sehingga masih dibutuhkan sekitar 21 bus lagi, yang pengadaannya dilakukan tahun 2012. Semua bus model gandeng," kata Akbar.


Koridor XI nantinya akan memiliki 19 halte, yakni :

  • halte Walikota Jakarta Timur,
  • Klinik Bidan Penggilingan (Dekat Stasiun Klender Baru),
  • Teratai Putih (Dekat Stasiun Buaran),
  • Stasiun Buaran,
  • Bioskop Buaran,
  • Kantor PPP,
  • Buaran I,
  • Kampung Sumur,
  • PMI Jakarta Timur,
  • Mall Klender,
  • SMU 12,
  • Pom Bensin Cipinang,
  • Taman Cipinang,
  • Kantor Imigrasi,
  • Pasar Enjo,
  • Flyover Jatinegara (Titik Transfer ke Koridor 10),
  • Stasiun Jatinegara,
  • RS Mitra, dan
  • Kampung Melayu.



Dari 19 halte yang akan dibangun, 18 di antaranya merupakan halte baru, dan satu halte renovasi atau pengembangan. Jalur busway Koridor XI sendiri dibangun sepanjang 20,5 kilometer dengan lebar koridor 3,64 meter. Namun sebagian jalur nantinya akan berupa mixed traffic atau bercampur dengan kendaraan lain.


Pasalnya, lebar jalan pada sejumlah lokasi yang ada tidak memadai untuk dibuat jalur khusus. Koridor ini juga terhubung dengan Koridor X (Cililitan-Tanjungpriok), Koridor V (Kampung Melayu-Ancol), dan Koridor VII (Kampung Melayu-Kampung Rambutan).


BLU Transjakarta juga menyiapkan sejumlah hal menghadapi rencana pengoperasian koridor baru ini. Akan ada dua operator yang mengoperasikan koridor XI ini, yakni operator melalui lelang, dan operator dari konsorsium.


Sedangkan perekrutan pegawai juga akan dilakukan karena dibutuhkan sekitar 200 pegawai baru yang akan bertugas di bagian tiketing, petugas pengaman halte, dan petugas di dalam armada.
Lanjutkan Membaca ...

23 Nov 2011

STUDI USHUL FIQH

A. Ta’rif dan Obyek Pembahasan Ushul Fiqh


Kata ushul fiqh adalah kata ganda yang berasal dari kata “ushul” dan “fiqh” yang secara etimologi mempunyai arti “faham yang mendalam”.
Sedangkan ushul fiqh dalam definisinya secara termologi adalah ilmu tentang kaidah-kaidah yang membawa kepada usaha merumuskan hukum-hukum syara’ dari dalil-dalinya yang terperinci[1 Adapun definisi ini dikemukakan oleh Amir Syarifudin. Dan Berikut merupakan definisi-definisi ushul fiqh menurut ulama ushul yang lain :

Abdul Wahab Khalaf memberikan definisi bahwa ushul fiqh adalah pengetahuan tentang kaidah dan pembahasannya yang digunakan untuk menetapkan hukum-hukum syara’ yang berhubungan dengan perbuatan manusia dari dalil-dalilnya yang terperinci[2

Al-Ghazali mena’rifkan ushul fiqh sebagai ilmu yang membahas tentang dalil-dalil hukum syara’ dan bentuk-bentuk penunjukan dalil terhadap hukum syara’[3

As-Syaukani mendefinisikan ushul fiqh sebagai ilmu untuk mengetahui kaidah-kaidah, yang mana kaidah tersebut bisa digunakan untuk mengeluarkan hukum syara’ berupa hukum cabang (furu’) dari dalil-dalilnya yang terperinci[4

Ulama Syafi’iy mendefinisikan ushul fiqh sebagai berkut:

“Mengetahui dalil-dalil fiqh secara global dan cara menggunakannya, serta mengetahui keadaan orang yang menggunakannya.“
Definisi ini mengambarkan bahwa obyek pembahasan ushul fiqh adalah dalil syara’ yang bersifat umum ditinjau dari ketepatannya terhadap hukum syara’ yang bersifat umum pula[5 Atau secara praktis obyek pembahasan ushul fiqh adalah dalil-dalil syara’ dari segi penunjukannya kepada hukum atas perbuatan orang mukallaf[6 Ushul fiqh juga membahas bagaimana cara mengistinbatkan hukum dari dalil-dalil, seperti kaidah mendahulukan hadis mutawatir dari hadis ahad dan mendahulukan nash dari dhahir[7
Dalam pembahasan tentang sumber hukum, dibahas pula tentang kemungkinan terjadinya kontradiksi antara dalil-dalil dan cara penyelesaiannya. Dan dibahas pula tentang orang-orang yang berhak dan berwenang dalam melahirkan hukum syara’[8

B. Tujuan Ushul Fiqh

Setelah mengetahui definisi ushul fiqh beserta pembahasannya, maka sangatlah penting untuk mengetahui tujuan dan kegunaan ushul fiqh. Tujuan yang ingin dicapai dari ushul fiqh yaitu untuk dapat menerapkan kaidah-kaidah terhadap dalil-dali syara’ yang terperinci agar sampai pada hukum-hukum syara’ yang bersifat amali. Dengan ushul fiqh pula dapat dikeluarkan suatu hukum yang tidak memiliki aturan yang jelas atau bahkan tidak memiliki nash dengan cara qiyas, istihsan, istishhab dan berbagai metode pengambilan hukum yang lain. Selain itu dapat juga dijadikan sebagai pertimbangan tentang sebab terjadinya perbedaan madzhab diantara para Imam mujathid. Karena tidak mungkin kita hanya memahami tentang suatu hukum dari satu sudut pandang saja kecuali dengan mengetahui dalil hukum dan cara penjabaran hukum dari dalilnya.
Para ulama terdahulu telah berhasil merumuskan hukum syara’ dengan menggunakan metode-metode yang sudah ada dan terjabar secara terperinci dalam kitab-kitab fiqh. Kemudian apa kegunaan ilmu ushul fiqh bagi masyarakat yang datang kemudian?. Dalam hal ini ada dua maksud kegunaan, yaitu:
Pertama, apabila sudah mengetahui metode-metode ushul fiqh yang dirumuskan oleh ulama terdahulu, dan ternyata suatu ketika terdapat masalah-masalah baru yang tidak ditemukan dalam kitab terdahulu, maka dapat dicari jawaban hukum terhadap masalah baru itu dengan cara menerapkan kaidah-kaidah hasil rumusan ulama terdahulu.
Kedua, apabila menghadapi masalah hukum fiqh yang terurai dalam kitab fiqh, akan tetapi mengalami kesulitan dalam penerapannya karena ada perubahan yang terjadi dan ingin merumuskan hukum sesuai dengan tuntutan keadaan yang terjadi, maka usaha yang harus ditempuh adalah merumuskan kaidah yang baru yang memungkinkan timbulnya rumusan baru dalam fiqh. Kemudian untuk merumuskan kaidah baru tersebut haruslah diketahui secara baik cara-cara dan usaha ulama terdahulu dalam merumuskan kaidahnya yang semuanya dibahas dalam ilmu ushul fiqh[9

C. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Ushul Fiqh

Ushul fiqh merupakan komponen utama dalam menghasilkan produk fiqh, karena ushul fiqh adalah ketentuan atau kaedah yang harus digunakan oleh para mujtahid dalam menghasilkan fiqh. Namun dalam penyusunannya ilmu fiqh dilakukan lebih dahulu dari pada ilmu ushul fiqh.
Secara embrional ushul fiqh telah ada bahkan ketika Rasulullah masih hidup, hal ini didasari dengan hadits yang meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bertanya kepada Muadz bin Jabal ketika diutus untuk menjadi gubernur di Yaman tentang apa yang akan dilakukan apabila dia harus menetapkan hukum sedangkan dia tidak menemukan hukumnya dalam al-Qur’an maupun as-Sunah, kemudian Muadz bin Jabal menjawab dalam pertanyaan terakhir ini bahwa dia akan menetapkan hukum melalui ijtihadnya, dan ternyata jawaban Muadz tersebut mendapat pengakuan dari Rasulullah. Dari cerita singkat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Rasulullah pada masanya telah mempersiapkan para sahabat agar mempunyai alternatif cara pengambilan hukum apabila mereka tidak menemukannya dalam al-Qur’an maupun as-Sunah. Namun pada masa ini belum sampai kepada perumusan dan prakteknya, karena apabila para sahabat tidak menemukan hukum dalam al-Qur’an mereka dapat langsung menanyakan pada Rasulullah.
Perumusan fiqh sebenarnya sudah dimulai langsung setelah nabi wafat, yaitu pada periode sahabat. Pemikiran ushul fiqh pun telah ada pada waktu perumusan fiqh tersebut. Diantaranya adalah Umar bin Khatab, Ibnu Mas’ud dan Ali bin Abi Thalib yang sebenarnya sudah menggunakan aturan dan pedoman dalam merumuskan hukum meskipun belum dirumuskan secara jelas.
Sebagai contoh, sewaktu sahabat Ali menetapkan hukum cambuk sebanyak 80 kali terhadap peminum khomr, beliau berkata “Bila ia minum ia akan mabuk, dan bila ia mabuk ia akan menuduh orang berbuat zina. Maka kepadanya dikenakan sanksi tuduhan berzina.” Dari pernyataan Ali tersebut, ternyata sudah menggunakan kaidah ushul, yaitu menutup pintu kejahatan yang akan timbul atau “sad al-Dzariah”. Contoh lain yaitu Abdullah ibnu Mas’ud yang menetapkan hukum berkaitan dengan masalah iddah, beliau menetapkan fatwanya dengan mengunakan metode nasakh-mansukh, yaitu bahwa dalil yang datang kemudian, menghapus dalil yang datang lebih dahulu. Dari dua contoh tersebut setidaknya sudah mampu memberi gambaran kepada kita bahwa para sahabat dalam melakukan ijtihadnya telah menerapkan kaidah atau metode tertentu, hanya saja kaidah tersebut belum dirumuskan secara jelas.
Pada periode tabi’in lapangan istinbat hukum semakin meluas dikarenakan banyaknya peristiwa hukum yang bermunculan. Dalam masa itu beberapa ulama tabi’in tampil sebagai pemberi fatwa hukum terhadap kejadian yang muncul, seperti Sa’id ibn Musayyab di Madinah dan Ibrahim al-Nakha’i di Iraq. Masing-masing ulama menggunakan metode-metode tertentu seperti mashlahat atau qiyas dalam mengistinbatkan hukum yang tidak ada dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Berkaitan dengan hal di atas, pada periode ulama, metode-metode untuk mengistinbat hukum mengalami perkembangan pesat diiringi dengan munculnya beberapa ulama ushul fiqh ternama seperti Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Syafi’i. Berangkat dari keragaman metode dalam mengistinbatkan hukum inilah yang menyebabkan perbedaan aliran fiqh dalam beberapa madzhab tersebut.
Abu Hanifah menetapkan al-Qur’an sebagai sumber pokok, setelah itu hadits Nabi, baru kemudian fatwa sahabat. Dan metodenya dalam menerapkan qiyas serta istihsan sangat kental sekali.
Sedangkan Imam Malik lebih cenderung menggunakan metode yang sesuai dengan tradisi yang ada di Madinah. Beliau termasuk Imam yang paling banyak menggunakan hadits dari pada Abu Hanifah, hal ini mungkin dikarenakan banyaknya hadits yang beliau temukan. Disamping itu Imam Malik juga menggunakan qiyas dan juga maslahat mursalah, yang mana metode terakhir ini jarang dipakai oleh jumhur ulama.
Selain dua Imam diatas, tampil juga Imam Syafi’i. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki wawasan yang sangat luas, didukung dengan pengalamannya yang pernah menimba ilmu dari berbagai ahli fiqh ternama. Hal ini menjadikan beliau mampu meletakkan pedoman dan neraca berfikir yang menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh mujtahid dalam merumuskan hukum dari dalilnya. Kemudian beliau menuangkan kaidah-kaidah ushul fiqh yang disertai dengan pembahasannya secara sistematis yang didukung dengan keterangan dan metode penelitian ke dalam sebuah kitab yang terkenal dengan nama “Risala“. Risala ini tidak hanya dianggap sebagai karya pertama yang membahas metodologi ushul fiqh, akan tetapi juga sebagai model bagi ahli-ahli fiqh dan para teoretisi yang datang kemudian untuk berusaha mengikutinya[10 Atas jasanya ini beliau dinilai pantas disebut sebagai orang yang pertama kali menyusun metode berfikir tentang hukum Islam, yang selanjutnya populer dengan sebutan “ushul fiqh“. Bahkan ada salah seorang orientalis yang bernama N.J Coulson menjuluki Imam Syafi’i sebagai arsitek ilmu fiqh. Namun yang perlu digarisbawahi, bahwa bukan berarti beliaulah yang merintis dan mengembangkan ilmu tersebut, karena jauh sebelumnya seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa mulai dari para sahabat, tabi’in bahkan dikalangan para Imam mujtahid sudah menemukan dan mengunakan metodologi dalam perumusan fiqh, hanya saja mereka belum sampai menyusun keilmuan ini secara sistematis, sehingga belum dapat dikatakan sebagai suatu khazanah ilmu yang berdiri sendiri.
Sepeninggal Imam Syafi’i pembicaraan tentang ushul fiqh semakin menarik dan berkembang. Pada dasarnya ulama pengikut Imam mujtahid yang datang kemudian, mengikuti dasar-dasar yang sudah disusun Imam Syafi’i, namun dalam pengembangannya terlihat adanya perbedaan arah yang akhirnya menyebabkan perbedaan dalam usul fiqh.
Sebagian ulama yang kebanyakan pengikut madzhab Syafi’i mencoba mengembangkan ushul fiqh dengan beberapa cara, antara lain: mensyarahkan, memperrinci dan menyabangkan pokok pemikiran Imam Syafi’i, sehingga ushul fiqh Syafi’iyyah menemukan bentuknya yang sempurna. Sedangkan sebagian ulama yang lain mengambil sebagian dari pokok-pokok Imam Syafi’i, dan tidak mengikuti bagian lain yang bersifat rincian. Namun sebagian lain itu mereka tambahkan hal-hal yang sudah dasar dari pemikiran para Imam yang mereka ikuti, seperti ulama Hanafiyah yang menambah pemikiran Syafi’i.
Setelah meninggalnya Imam-imam mujtahid yang empat, maka kegiatan ijtihad dinyatakan berhenti. Namun sebenarnya yang berhenti adalah ijtihad muthlaq. Sedangkan ijtihad terhadap suatu madzhab tertentu masih tetap berlangsung, yang masing-masing mengarah kepada menguatnya ushul fiqh yang dirintis oleh Imam-imam pendahulunya.

D. Aliran-aliran dalam Ushul Fiqh dan Kitab-kitanya

a. Aliran Mutakallimin

Penamaan Ulama Mutakallimim atau ulama kalam tersebut dalam hal ini karena para ulama kalam ini mengikutsertakan paham-paham teologi mereka di dalam penyusunan ilmu ushul fiqh. Keistimewaan ulama ini dalam menyusun ilmu ushul fiqh adalah pembuktian terhadap kaidah-kaidah dan pembahasannya yang dilakukan secara logis dan rasional dengan didukung oleh bukti-bukti yang autentik.
Mereka tidak hanya mengarahkan perhatiannya pada penerapan hukum yang telah ditetapkan oleh para imam mujtahid dan hubungan kaidah khilafiyah saja, melainkan semua hal yang rasional dengan didukung oleh bukti-bukti yang menjadi sumber hukum syara’. Kebanyakan ulama yang ahli dalam aliran ini adalah dari golongan Syafi’iyah dan Malikiyah.
Sedangkan kitab-kitab ushul fiqh yang terkenal dalam aliran ini diantaranya:
1. Al-Mustashfa karangan Abu Hamid al-Ghazali al-Syafi’i (wafat 505 H)
2. Al-Ahkam karangan Abu Hasan al-Amidi al-Syafi’i (wafat 631 H)
3. Al-Minhaj karangan al-Baidhawi al-Syafi’i (wafat 685 H). Sedangkan kitab yang berisi penjelasan dan komentar yang terbaik adalah kitab Syarah al-Asnawi[11
4. Al-Mu’tamad karangan Abu Hasan al-Bashri yang dalam aliran kalam ber-aliran Mu’tazilah
5. Al-Burhan karangan Imam Haramain[12

b. Aliran Hanafiyah

Ulama fuqaha yang paling banyak menggunakan metode ini adalah ulama kelompok Hanafiyah, karena itu metode ushul fiqh yang digunakan dalam aliran ini disebut aliran Hanafiyah.
Para ulama di dalam aliran ini menetapkan kaidah-kaidah dan pembahasan ushul fiqh dengan menggunakan kaidah-kaidah yang telah digunakan oleh imam mereka, dengan tujuan untuk melestarikan atau membumikan karya-karya imam mereka. Oleh karena itu dalam kitab-kitab mereka banyak menyebutkan masalah-masalah khilafiyah. Perhatian mereka hanya tertuju pada penjabaran ushul fiqh imam-imam mereka terhadap masalah khilafiyah mereka sendiri. Namun kadangkala mereka juga memperhatikan kaidah-kaidah ushul fiqh dalam perkara-perkara yang sudah disepakati. Adapun kitab-kitab yang terkenal di dalam aliran ini antara lain[13:
1. Kitab Ushul karangan al-Karahki
2. Kitab al-Ushul karangan Abu Bakar al-Razi
3. Kitab Ta’sis al-Nadzar karangan al-Dabbusi
4. Al-Manar karangan al-Hafidz al-Nasafi (wafat 790 H)[14
Sedangkan kitab yang berisi pembahasan dan komentar yang terbaik adalah kitab Misykatul Anwar[15

c. Aliran Pembaharu

Ada sebagian ulama lain yang menyusun ilmu ushul fiqh dengan menggabungkan antara dua metode di atas. Maksudnya mereka mencoba memberikan bukti kaidah-kaidah ushul fiqh yang sekaligus membeberkan dalil-dalilnya dan menerapkan kaidah-kaidah itu terhadap masalah-masalah khilafiyah[16
Kitab-kitab ushul fiqh yang merupakan gabungan dari kedua metode di atas antara lain adalah[17:
1. Kitab Badi’un Nidham karangan Muzhaffaruddin al-Baghdadi al-Hanafi (wafat tahun 694 H). Kitab ini merupakan gabungan dari kitab karangan bazdawi dengan kitab al-Ahkam.
2. Kitab al-Taudhih li shadris Syari’ah dan kitab al-Tharir karangan Kamal bin Hamam
3. Kitab Jam’ul Jawami’ karangan Ibnus Subuki, beliau merupakan ulama dari madzhab syafi’i[18

============

[1 Amir Syarifudin, Ushul Fiqh I, (Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu, 1997), hlm. 35
[2 Abdul Wahab Khalaf, Ilmu Ushul Fikih, (Jakarta: Pustaka Amani, 2003), hlm. 2
[3 A. Djazuli, Ilmu Fiqh, (Jakarta: Prenada Media, 2005), hlm. 7
[4 Ibid.
[5 Abdul Wahab Khalaf, Op.cit., hlm. 3
[6 A. Syafi’i Karim, Fiqih Ushul Fiqih, (Bandung: Pustaka Setia, 2001), hlm. 50
[7 Nasrun Haroen, Ushul Fiqh, (Jakata: Logos Wacana Ilmu, 1997), hlm. 3
[8 Amir Syarfudin, Op.cit., hlm. 41
[9 Ibid.
[10 Wael B. Halaq, Sejarah Teori Hukum Islam, (Jakarta: Rajawali Pers, 2001), hlm. 44
[11 Abdul Wahab Khalaf, Op.cit., hlm. 10
[12 Amir Syarifudin, Op.cit., hlm. 40
[13 Ibid.
[14 Abdul Wahab Khalaf, Op.cit., hlm. 10
[15 Ibid.
[16 Ibid., hlm. 11
[17 Ibid.
[18 Amir Syarifudin, Op.cit., hlm. 40


Sumber : Studi Komprehensif Islam
Lanjutkan Membaca ...

Makna Dien-ul-Islam

Bi Ismi Allah al-Rahman al-Rahiim
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat.

A. Pengantar

Sesungghnya Islam itu dien samawi yang befungsi sebagai rahmat dan nikmat bagi manusia seluruhnya. Allah SWT berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (5:3).

Din Islam memiliki nilai kesempurnaan yang tinggi, lagi pula sesuai dengan fitrah manusia dan cocok dengan tuntutan hati nuranimanusia seluruhnya sebagai makhluk ciptaan Allah dalam menerima Dinullah yang hak. Sebagaimana Firman Allah SWT :

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (30:30).

Maka konsekuensi daripada itu, Islam menjadi Din Dakwah, yakni Din yang harus disampaikan kepada seluruh manusia, agar manusia mengimaninya dengan penuh keikhlasan tanpa paksaan, bahwa Islam satu-satunya Din yang hak dan sebaliknya din yang batil harus ditolak, sebab sudah jelas antar din yang lurus “Ar-Rasydu” (Islam) dengan din yang bengkok “Al-Ghayy” (ghairul Islam), sebagaiman ditegaskan dalam surat al-baqarah ayat: 256.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. " (2:256).

B. Makna Dien

Secara bahasa, kata din mempunyai arti bermacam-macam, terambil dari kata:
دينة -– دينا -- يدين -- دان, yang artinya: tunduk, patuh, taat, pembalasan, nasehat dan undang-undang.

Adapun makna dien dalam al-Quran sebagai berikut:

Makna dien dalam al-Quran

1. Syariah

Arti dien dalam al-Quran bermakna syariah, seperti termaktub dalam surah Syura (42) :13.

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ(13)
Dia telah mensyari`atkan untuk kamu tentang dien apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

Dan terdapat pula dalam surah yang sama ayat:21.

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ(21)
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yangmensyariatkan untuk mereka dien yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.

2. Undang-undang/Hukum Negara

dien juga berarti undang-undang/hukum negara, terdapat dalam surat Yusuf (12):76.

فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَاءِ أَخِيهِ ثُمَّ اسْتَخْرَجَهَا مِنْ وِعَاءِ أَخِيهِ كَذَلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِي دِينِ الْمَلِكِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ(76)
Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurutundang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki: dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

3. Sistem hidup/Way of life

dien juga dapat diartikan sistem hidup/way of life, ideologi terdapat dalam surat al-Mukmin (40):26.

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِي أَقْتُلْ مُوسَى وَلْيَدْعُ رَبَّهُ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَنْ يُظْهِرَ فِي الْأَرْضِ الْفَسَادَ(26)
Dan berkata Fir`aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar dien atau menimbulkan kerusakan di muka bumi".

4. Sistem Pengabdian

dien berarti sistem pengabdian, sebagaimana terdapat dalam surat al-Kafirun (109) ayat 1-6.

قُلْ يَاأَيُّهَا الْكَافِرُونَ(1)لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ(2)وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(3)وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ(4)وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(5)لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ(6)
Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan mengabdi apa yang kamu abdi. Dan kamu bukan pengabdiTuhan yang aku abdi. Dan aku tidak pernah menjadi pengabdi apa yang kamu abdi. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi pengabdi Tuhan yang aku abdi. Untukmulah din-mu, dan untukkulah, din-ku".

5. Pembalasan dan Pertanggung-jawaban

Dan dalam surat ash-Shaffat (37)l ayat 53 dien diartikan pembalasan atau pertanggung jawaban.

أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَدِينُونَ(53)
"Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberipembalasan?" (37:53).

Berdasarkan arti ayat-ayat di atas dapat disimpulkan bahwa dien berarti syariah, undang-undang, hukum negara, sistem hidup / way of life, ideologi sistem pengabdian dan pembalasan.

Adapun berdasarkan sumbernya, bahwa dien ada dua, yaitu: dien yang bersumber dari Allah dan dien yang bersumber dari manusia. Yang bersmber dari manusia ada dua proses, yaitu: (1) dien yang langsung dari raja (diktator, otoriter). (2) dien yang memalui proses parlemen (demokratis).

C. Keberadaan Dien Sebelum Dan Saat Kedatangan Dien Al-Islam

Sebelum Islam lahir, berbagai filsafat dan budaya telah tumbuh bersimpang siur. Dari aspek theologis, mereka memiliki ideologi aba-ana yang berakar dari tradisi nenek moyang dan bertuhan ganda / polytheisme, sinkretisme, talbis dan terpecah belah.

Keberadaan Dien Sebelum Dien Al-Islam

1. Sinkretisme (talbis)

a. Politeisme


Para pemimin jahiliyah dalam berdien hanya dengan sangkaan-sangkaan saja, tidak berkeyakinan, menganggap benar dien Allah dan menganggap bagus dien ghairullah.

Firman Allah dalam surah al-An’am (6) ayat: 136.

وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَذَا لِشُرَكَائِنَا فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَى شُرَكَائِهِمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ(136)
Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bahagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami". Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu. (6:136)

Mereka membuat peraturan, undang-undang (din) semata-mata untuk menipu rakyatnya dengan cara mencampuradukkan antara hak dan yang batil untuk mengaburkan din, sehingga menganggap baik perbuatan batil dan sebaliknya. Sebagaimana firman Allah dalam surah al-An’am ayat 137.

وَكَذَلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِنَ الْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلَادِهِمْ شُرَكَاؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُوا عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ(137)
Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang yang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agamanya. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”. (6:137).

b. Berhalaisme

Orang-orang jahiliyah pra Islam adalah penyembah berhala, sekalipun mereka percaya akan adanya Allah dan dengan tegas mereka tidak mengakui bahwa mereka menyembah berhala, mereka mengaku menyembah Allah. Sedangkan berhala hanya sebagai lambang/simbol untuk memertahankan statusquo serta sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Hal ini sebagaimana diterangkan dalam surat az-Zumar (39):3.

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ(3)
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

2. Pecah Belah (Talbis)

dien pada masa jahiliyah terpecah belah menjadi beberapa golongan, masing-masing banggga dengan golongannya. Sebagaimana diterangkan dalam surat ar-Rum (30) ayat 31-32.

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ(31)مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ(32)
dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. (30:31-32).

Dijelaskan pula dalam surat al-Mu’minun (23) ayat 52-53.

وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ(52)فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ(53)
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)”. (23:52-53).

D. Ruang Lingkup Dien

Sebagaimana makna dien (hukum, undang-undang, sistem hidup), maka secara garis besar ruang lingkup dien itu meliputi: Rububiyah, Mulkiyah dan Uluhiyah/Ubudiyah. Ruang lingkup tersebut berlaku untuk semua din, baik Islam maupun ghairul Islam.

Ruang Lingkup Dien

1. Lingkup Rububiyah

Dien dalam lingkup Rububiyah, berarti suatu konsepsi hukum/ sistem perundang-undangan yang diberlakukan untuk mengatur kehidupan manusia di muka bumi. Perhatikan firman Allah dalam surat al-Syura (42):21.

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ(21)
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.

2. Lingkup Mulkiyah

Dien dalam lingkup Mulkiyah adalah sistem pemerintahan.

فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَاءِ أَخِيهِ ثُمَّ اسْتَخْرَجَهَا مِنْ وِعَاءِ أَخِيهِ كَذَلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِي دِينِ الْمَلِكِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ(76)
Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki: dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

3. Lingkup Uluhiyah

Dien dalam lingkup Uluhiyah/ Ubudiyah adalah pelaksanaan sistem peribadatan yang dilakukan oleh umat/rakyat berdasarkan Rububiyah (sistem perundang-undangan) di dalam Mulkiyah (Pemerintahan). Firman Allah dalam surat al-Kafirun (109): 1-6.

قُلْ يَاأَيُّهَا الْكَافِرُونَ(1)لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ(2)وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(3)وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ(4)وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(5)لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ(6)
Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku".

Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat difahami bahwa ruang lingkup dien meliputi seluruh aspek kehidupan yang secara intregral meliputi lingkup Rububiyah (perundang-ndangan), lingkup Mulkiyah (sistem pemerintahan) dan lingkup Uluhiyah/Ubudiyah (sistem peribadahan), di mana ketiganya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

E. Dien Al-Islam

Kata Islam adalah yang diberikan oleh Allah sendiri, terdapat di beberapa ayat dalam al-Quran, antara lain QS. 5;3, 3;19,83,85, dan QS. 2;112.

Secara bahasa, kata Islam terambil dari asal kata: اسلم - يسلم - اسلاما, yang artinya “menyerahkan diri, tunduk, patuh dan taat.

Kata “aslama” itulah menjadi pokok kata Islam yang mengandung segala arti yang terkandung dalam makna pokoknya. Sebab itu orang yang melakukan “aslama” disebut “muslim”. Bererti orang itu telah menyatakan dirinya taat, tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Dengan melakukan “aslama” seseorang telah terjamin hidupnya di dunia dan akhirat.

Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah (2) :112.

بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ(112)
(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Dengan demikian, dien Islam berarti ketaatan, ketundukan dan kepasrahan setiap muslim kepada undang-undang/syariat Allah bagai ketundukan dan kepasrahan alam semesta yang tidak pernah menentang/menyimpang dari sunatullah, inilah pokok dari penamaan dien dengan Islam menjadi dien-al-Islam (dienullah). Seperti diterangkan dalam surat Ali Imran (3):83.

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ(83)
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka hanya dien Islam yang diakui oleh Allah. Sebagaimana firman-Nya surat Ali Imran (3):19.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ(19)
Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

Dan siapa yang memilih selain dien Allah (Dien Islam) maka dia tertolak dan merugi. Firman Allah dalam surat Ali Imran (3): 85.

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ(85)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Nama-Nama Lain Dien Islam Adalah:
Dienullah terdapat dalam Qs. 3:83.
Dienulhaq terdapat dalam QS. 9:33, 61:9 dan 48:28.
Dienul Qayyim, terdapat dalam QS. 30;30, 12;40.
Dienul Khalis, terdapat dalam QS. 39:2-3, dan 98:5.

1. Prinsip-Prinsip Dasar Islam

Dien al-Islam memiliki prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:

a. Tauhid

Tauhid artinya mengesakan Allah, lawan dari isyrak, artinya mensekutukan Allah. Firman Allah dalam surah al-Ikhlash (112):1-4.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

Misi setiap rasul adalah “Tauhid” menyeru manusia agar mentauhidkan Allah. Sedangkan perwujudan dari Tauhid adalah ketundukan dan penyerahan secara total hanya kepada Allah. Sebagaimana difirmankan Allah dalam surat al-An’am (6):161-163:

قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ(161)قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ(162)لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ(163)
Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik". Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

b. Kaffah.

Kaffah artinya lengkap, komplit, menyeluruh (universal). Dien al-Islam bersifat “kaffah” meliputim berbagai aspek, tidak ada satu persoalanpun yang terlupakan dalam Islam.

Firman Allah dalam surat al-Baqoroh (2):208.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ(208)
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Dalam surat al-An’am (6):38.

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ(38)
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

c. Ikhlash

Ikhlash artinya bersih, murni, tidak bercampur. Dien al-Islam menganut prinsip ikhlash, karena Islam itu bersih dari intervensi manusia dalam corak dan bentuk apapun. Ia semata-mata bersumber dari Allah, serta pengabdiannyapun hanya kepada Allah. Firman Allah dalam surat az-Zumar (39):2-3.

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ(2)أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ(3)
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

Serta terdapat dalam surat al-Bayyinat (98):5.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ(5)
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Yang dimaksud ikhlas (Mukhlis) dalam kandungan ayat tersebut mempunyai dua makna: (a) membersihkan konsepsi dien dari pengaruh manusia, sehingga dien tetap bersih hanya bersumber dari Allah dan kepada Allah. (b) Menuntaskan pengamalan seluruh isi dien al-Islam, sehingga dien tersebut tegak (idhar).

d. Idhar/Iqomah

Dien al-Islam menganut prinsip idhar/iqomah, artinya dien Islam harus tegak dan direalisasikan. Firman Allah dalam at-Taubah (9):33.

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ(33)
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

Dan dalam surat asy-Syura (42): 13.

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ(13)
Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

e. I’tisham

I’tisham artinya berpegang teguh, lawan dari tafaruq (bercerai-berai). Islam menganut prinsip i’tisham agar umat Islam selalu bersatu. Perhatikan firman Allah dalam surat Ali Imran (3):103.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ(103)
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

2. Kerangka Sistem Islam

Islam adalah sistem hidup yang kaffah (QS. 2:208) dibangun atas kerangkan Rububiyah, Mulkiyah dan Uluhiyah. Ketiga kerangka tersebut dapat dikorelasikan dengan ayat-ayat amtsal Kalimat Thayyibah sebagaimana dalam QS. 14:24-25.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ(24)تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ(25)
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

Dan dalam ayat-ayat amtsal dalam surat an-Nur (24): 35-37.

اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ(35)فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ(36) رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ(37)
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

Agar lebih jelas korelasi antara kerangka sistem Islam dengan ayat-ayat amtsal di atar, perhatikan skema berikut ini:

a. Rububiyah Islam (Aslun/Nur)

Islam sebagai sebuah sistem memiliki hukum dan perndang-undangan yang komplit, yang berlaku sepanjang zaman. Lihat QS. 42:13.

b. Mulkiyah Islam (Far’un/Buyut)

Islam sebagai sebuah sistem memiliki pemerintahan Islam sebagai tempat/teritorial bagi pelaksanaan hukum/perundang-undangan Islam. Firman Allah dalam surat an-Nuur (24):55.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ(55)
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

c. Uluhiyah Islam (Ukulun/Rijal)

Kerangka sistem Islam lainnya adalah Uluhiyah Islam, yaitu adanya sebuah sistem pengabdian yang dilaksanakan oleh masarakat Islam (umat, ibadullah) di dalam Mulkiyah Islam. Firman ALLAH dalam surat Thaha (20): 14.

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي(14)
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Dalam surat al-Furqon (25): 63-64.

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا(63)وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا(64)
Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.

Perhatikan pula firman Allah dalam surat al-Maidah (5):54.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ(54)
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa kerangkan sistem Islam meliputi Rububiyah Islam (sistem perundang-undangan), Mulkiyah Islam (sistem Pemerintahan Islam), dan Ulihiyah Islam (sistem pengabdiian). Ketiga kerangka sistem tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh dalam sistem Islam, sebagaiman utuhnya akar (aslun), batang (far’un) dan buah (ukulun) dalam sebuah amtsal “Pohon Yang Baik” (Syajarah Thayyibah).

F. Kesimpulan

1. Secara bahasa dien berarti tunduk, patuh, taat, pembalasan, masehat dan undang-undang.

2. Dalam al-Quran, kata dien bermakna syariah, hukum/undang-undang negara, way of life, sistem pengabdian dan pertanggung jawaban.

3. Sebelum Islam lahir, masarakat jahiliyah mengikuti tradisi nenek moyang dan bertuhan ganda/polytheisme, talbis dan terpecah belah.

4. Kerangka sistem Islam meliputi Rububiyah Islam (sistem perundang-undangan), Mulkiyah Islam (sistem pemerintahan Islam) dan Uluhiyah Islam (sistem pengabdian Islam).

al-Hamdu li Allah Rabb al-'Alamin


Sumber : Studi Komprehensif Islam
Lanjutkan Membaca ...

Roboforex Demo Contest

Roboforex dengan program rutinnya saat ini sedang membuka pendaftaran untuk kontes trading forex periode Desember 2011 dan merupakan Demo Kontes ke 10 . Berikut keterangannya.

Demo Contest 10

Pendaftaran Dibuka hingga : 27.11.2011 23:59

Biaya  :  Gratis

Trading Kontes ini akan dimulai pada : 28.11.2011 00:00  hingga  30.12.2011 23:59

Setelah Pendaftaran , anda akan melihat konfirmasi seperti berikut ini :

Account created successfully!

Note! We recommend you to store this data securely - it will protect your account form the unauthorized access.

Account information:

Account number-----
Account password------Change
Investor password-----
Account typeDemo-Contest
Account currencyUSD
Leverage1 : 100Change
Contest dataYour account has been automatically verified for the contest.

Segera Daftar ke Roboforex dan dapatkan 15$ Tanpa Perlu Deposit untuk memulai Trading Riel . Baca cara mendapatkan bonus 15$ disini.
http://jabotabekinfo.blogspot.com/2011/09/trading-forex-modal-gratis-15.html



Hadiah Kontes




PosisiHadiah Uang
Untuk Pemenang
Hadiah Uang
Untuk Affiliates
1700 USD210 USD
2550 USD165 USD
3420 USD126 USD
4350 USD105 USD
5290 USD87 USD
6240 USD72 USD
7180 USD54 USD
8130 USD39 USD
990 USD27 USD
1050 USD15 USD
Total:3000 USD900 USD
Lanjutkan Membaca ...

Skenario Global Kehidupan Manusia

Skenario Global Kehidupan Manusia

Bi ismi Allah al-Rahman al-Rahim.
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat.

"bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya, maka dari itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang benar, ada yang bersyukur dan ada pula yang berkufur", al-Insan(76):1-3.

Kehidupan dibumi telah dilalui pada suatu masa yang penuh dengan kegelapan. Tidak ada toleransi dan persamaan hak diantara mereka. Pertumpahan darah dan permusuhan berlangsung sebagai suatu hal yang biasa. Bagi mereka, siapa yang kuat maka dia akan mengalahkan yang lemah. Semua ini mereka lakukan semata-mata untuk bisa bertahan hidup mengikuti hukum-hukum alam yang telah ditetapkan. Mengikuti sebuah sistem kehidupan yang disusun sebagai siklus 'rantai makanan'.
"ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada Malaikat: 'sesungguhnya Aku akan menjadikan khalifah di bumi'. Malaikat berkata: 'apakah Engkau akan menjadikan makhluk yang merusak dan saling menumpahkan darah sebagai khalifah, padahal kami selalu bertasbih memuji dan mensucikan Engkau?'. Rabb berfirman: 'sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui'", al-Baqarah(2):30.
Allah Maha Berkehendak, diciptakanlah suatu era baru bagi sebuah kehidupan yang lebih beradab. Maka Dia ciptakan Adam, 'seorang' species baru yang merupakan awal bagi 'manusia modern'. Species-species manusia sebelum Adam yang menjalani kehidupan berdasarkan pola 'animal instinct' telah dipunahkan oleh Allah. Adam, inilah manusia pertama yang digelari sebagai khalifah. Sebuah jabatan yang sungguh mulia diberikan kepada Adam dan keturunannya. Jabatan yang memberikan kewenangan penuh untuk mengatur dan memanfaatkan semua sumber daya yang ada di bumi berdasarkan konsep 'rahmatan lil alamin'. Jabatan yang tidak diberikan kepada satu makhluk-pun sebelum Adam. Dan juga tidak diberikan kepada satu Malaikatpun, dalam hal ini Malaikat hanya diberikan tugas sebagai fasilitator dan bukan eksekutor.
"dan Allah mengajarkan Adam 'asma' sesempurna-sempurnanya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: 'sebutkanlah kepada-Ku 'asma' itu jika kamu adalah benar!', malaikat menjawab: 'Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada Kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.'", al-Baqarah(2):31-32.
Pada tahapan ini, dimulai proses pembekalan kecerdasan kepada Adam, diajarkanlah sebuah 'asma' yang akan membawa kehidupan dibumi kepada kasih sayang sejati, kepada perdamaian dan kemakmuran bagi seluruh alam. Sebuah 'asma' dari Yang Maha Rahman Rahim.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.
"dan ketika Kami berfirman kepada malaikat: 'sujudlah kepada Adam!', maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabbur, ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.", al-Baqarah(2):34.
Kemudian diadakanlah sebuah ikrar kesetiaan antara Adam dan Malaikat disaksikan oleh Allah. Ikrar yang akan menjadikan bukti ketaatan malaikat kepada Allah untuk mendukung segenap upaya perjuangan Adam dalam mewujudkan "rahmatan lil 'alamin". Semua malaikat setuju, kecuali Iblis seorang malaikat yang protest karena menganggap dirinyalah yang seharusnya pantas menyandang jabatan khalifah tersebut. Dan dengan sukarela Iblis memilih untuk menjadi oposisi bagi Adam.
"dan ketika Kami berfirman kepada malaikat: 'sujudlah kamu semua kepada Adam!', lalu mereka sujud kecuali iblis. Iblis berkata: 'apakah aku akan sujud kepada orang yang engkau ciptakan dari tanah?". Iblis berkata: 'terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.", al-Israa(17):61-62.
Kelihatan sekali kesombongan yang di peragakan oleh Iblis. Kesombongan merasa paling hebat, merasa paling mulia dan merasa harus dimuliakan. Dengan kesombongan seperti ini iblis menentang Allah, menentang kekhalifahan Adam yang sebetulnya merupakan hasil musyawarah antara Allah dan malaikat termasuk iblispun hadir dalam musyawarah tersebut.

Dimulailah kekhalifahan Adam dengan bekal dukungan penuh malikat dan dendam membara iblis.
Dengan kesombongan Iblis akan menggunakan segala upaya dalam rangka menjatuhkan Adam dan keturunannya, dengan motivasi hanya ingin menunjukan bahwa pilihan Allah kepada adam adalah salah dan bahwa seharusnya dialah yang terpilih sebagai khalifah. Sebuah motivasi yang rendah untuk pertumpahan darah yang tak terhitung jumlahnya.

Sejak saat itu maka terdapat dua kubu yang saling bertentangan, saling bersaing untuk mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, saling berperang untuk mencapai kejayaan. Kubu Allah diwakili oleh Adam dan penerusnya, dan kubu Selain Allah diwakili oleh Iblis dan penerusnya.

HAQ vs BATHIL,
ADAM vs IBLIS,
IBRAHIM vs NAMRUDZ,
MUSA vs FIR'AUN,
ISA vs ROMAWI YAHUDI,
MUHAMMAD vs MEKKAH.

Dimana Posisimu, jika kau pada posisi Muhammad, mari kita kuatkan ikatan persatuan diantara kita, kita rapatkan barisan pada Jalan Allah ini. Jika kau pada posisi Mekkah, bersiap-siaplah untuk berhadapan dengan tentara kami, tentara Allah.

Terima Kasih, Wassalam.
al-Hamdu li Allah Rabb al-'Alamin.

Sumber : http://www.facebook.com/groups/265538080123749/
Lanjutkan Membaca ...

Lopez Casanova Pernah Mengkristenkan Ribuan Orang dalam Sepekan

Lopez Casanova Pernah Mengkristenkan Ribuan Orang dalam Sepekan, Bernama lengkap Melissa Lopez Casanova, ia lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Protestan yang sangat taat. Dalam keluarganya ada beberapa pastor, penginjil, pendeta, dan guru. Kedua orang tuanya menginginkan agar Lopez menjadi pemimpin Kristen. Karenanya, sejak kecil ia dimasukkan di sekolah khusus untuk mempelajari Alkitab.

Namun, Allah memberinya hidayah. Dalam perjalanan mempelajari Alkitab, Lopez malah menemukan Islam. Ia pun memeluk agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai agama terakhirnya.

“Aku bersyukur dilahirkan dalam keluarga Protestan yang religius yang memungkinkanku mempelajari Alkitab. Jika tidak, aku mungkin tidak mampu memahami pesan Islam,“ ujarnya.

Lopez menjadi seorang Muslimah karena kepercayaan dan keyakinannya terhadap Tuhan. “Itulah yang kemudian membuatku mengakui validitas Islam sebagai agama dari Tuhan.“

Lalu, bagaimana perjalanan spiritualnya dalam menemukan Islam?


meski Lopez tumbuh dalam keluarga yang religius, di California, Amerika Serikatia bergaul dengan teman-teman Kristen dari sektor atau denominasi yang bermacam-macam. Ia juga berteman dengan mereka yang beragama Yahudi, juga seorang Saksi Yehuwa. “Aku tak pernah menghakimi apa yang mereka yakini dan aku pun tidak memiliki ketertarikan terhadap kelompok agama mana pun,'' ujarnya.

Menurut dia, Kristen nondenominasi seperti dirinya selalu diajarkan bahwa, “Jika kamu percaya Kristus, kamu adalah seorang umat Kristen, dan kita semua sama di mata Tuhan, apa pun denominasi yang membedakan kita.“

Seiring perjalanan Lopez dihadapkan pada sebuah kegamangan akan agama yang dianutnya. “Aku tidak mengetahui seberapa lama Alkitab telah diubah dan dimodifikasi. Setiap golongan dalam Kristen selalu mengklaim bahwa golongan merekalah yang benar, sedang yang lainnya salah."

Namun jauh di lubuk hatinya, Lopez selalu meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan.

Ia pertama kali mendengar nama “Allah“ dari pengajarnya di sekolah Alkitab. “Orang Cina berdoa pada Buddha, dan orang Arab berdoa pada Allah.“ Saat itu, ia menyimpulkan bahwa Allah adalah nama sebuah berhala.

Kuliah di jurusan bisnis internasional membuat Lopez merasa perlu menguasai bahasa asing untuk menunjang kariernya di masa depan. Atas saran teman kuliahnya, Lopez mempelajari bahasa Arab.

“Temanku beralasan, negara mana pun yang memiliki penduduk Muslim menggunakan bahasa Arab karena itu merupakan bahasa asli Alquran,“ katanya.

Saat itu, pada 2006, Lopez mendengar kata “Alquran“ untuk pertama kalinya. Di kelas bahasa Arab yang diikutinya, Lopez mengenal banyak mahasiswa Muslim. Mereka umumnya keturunan Timur Tengah yang lahir dan besar di AS.

Kelas pertama yang diambilnya pada 2006 bertepatan dengan bulan Ramadhan. Lopez terkesan dengan amalan puasa yang dilakukan temanteman Muslimnya. Ia memandangnya sebagai bentuk ketundukan hamba di hadapan Tuhannya.

Lopez pun mencoba berpuasa, bukan karena tertarik menjadi Muslim, melainkan semata untuk mengekspresikan ketundukannya sebagai umat Kristen yang taat. “Itu pun karena puasa juga ada dalam agama Kristen. Yesus pernah berpuasa selama 40 hari," katanya.

Pada bulan Ramadhan itu, seorang teman Muslim memberinya literatur Islam dan sekeping compact disk (CD) yang ditolaknya. Ia teringat ucapan ibunya, “Semua agama yang salah adalah benar menurut kitab mereka.“ Lopez tak tergoda untuk mengenal Islam, agama asing yang salah di matanya.

Mengkristenkan 55 ribu orang dalam sepekan


Musim panas 2008, Lopez bergabung dengan para misionaris Kristen dan melakukan perjalanan ke Jamaika untuk sebuah misi Kristenisasi. Ia dan timnya membantu orang-orang miskin di sana. Ia dan timnya dan berhasil mengkristenkan sekitar 55 ribu orang dalam sepekan.

Sepulang dari Jamaika, Lopez berdoa memohon petunjuk. Ia ingin melakukan lebih banyak pengabdian pada Tuhan. “Permintaan itu dijawab-Nya dengan memberiku seorang teman Muslim," katanya.

Ia beberapa kali mengajak teman Muslimnya ke gereja dan berpikir bahwa temannya akan terpengaruh dan menjadi seorang Kristen sepertinya.

Suatu saat, temannya mengatakan bahwa gereja adalah tempat yang bagus, tetapi ia menyayangkan kepercayaan jamaatnya yang memercayai Trinitas.

“Sayangnya, temanku salah menguraikan pengertian dari Trinitas itu. Aku hanya tertawa dan meralatnya,“ kata Lopez.

Ia sempat berpikir tentang betapa fatalnya jika ia melakukan hal yang sama. Memberikan komentar soal agama lain yang tidak dipahami dengan baik adalah sesuatu yang dinilainya sebagai ucapan yang kurang berpendidikan.

Ia pun memutuskan mempelajari hal-hal mendasar tentang Islam. Lopez mulai menemukan persamaan antara Kristen dan Islam. Itu terjadi ketika ia mengetahui bahwa ternyata Yudaisme, Kristen, dan Islam berbagi kisah dan nabi serta keti ganya dapat diusut asal muasalnya ingga bertemu dalam silsilah sejarah yang sama.

“Sebenarnya, lebih banyak persamaan antara Kristen dan Islam dibanding perbedaan antara keduanya,“ kata Lopez.

Suatu hari, ia kagum dengan teman Muslimnya yang tidak malu berdoa dan shalat di tempat umum, dengan lutut dan kepala di atas lantai. “Sementara, aku bahkan terkadang malu untuk sekadar menundukkan kepala sambil memejamkan mata (berdoa) saat hendak makan di tempat-tempat umum.“

Perasaan 'aneh' saat mendengar ayat Alquran


Di lain hari, teman Muslimnya kembali ikut serta pergi ke gereja bersama Lopez. Di tengah perjalanan dengan menggunakan mobil itu, temannya memohon izin memutar CD Alquran di mobilnya karena ia sedang mempersiapkan diri untuk shalat.

“Agar sopan, aku mengizinkannya. Selanjutnya, aku hanya ikut mendengarkan dan menyimaknya,“ kata Lopez.

Hal yang tidak diduga pun terjadi. Ia masih ingat bagaimana ayat-ayat Alquran yang didengarnya memunculkan sebuah perasaan aneh. Perasaan itu berbaur dengan kebingungan yang tak bisa dijelaskan.

“Aku tidak bisa memahami mengapa diriku bisa mengalami perasaan semacam itu terhadap sesuatu di luar Kristen," katanya.

Setelah beberapa lama pergolakan batin itu dirasakannya. Lopez akhirnya memutuskan untuk mengenal jauh tentang Islam. Namun, hingga hari penting itu, ia masih menyimpan perasaan takut. Hingga saat menyetir mobilnya, ia berdoa, “Tuhan, lebih baik aku mati dan dekat dengan-Mu daripada hidup selama satu hari, namun jauh dari-Mu.“

Lopez berpikir, mengalami kecelakaan mobil saat menuju Islamic Center San Diego untuk bersyahadat adalah membuktikan pilihan yang salah. Namun, ia tiba di tujuan dengan selamat, dan mengikrarkan keislamannya di hadapan publik.

Jumat itu, 28 Agustus 2008, beberapa hari menjelang Ramadhan, Lopez memeluk Islam. “Sejak itu, aku adalah seorang Muslim yang bahagia, yang mencintai shalat dan puasa. Keduanya mengajarkanku kedisiplinan sekaligus ketundukan kepada Tuhan," katanya.
Lanjutkan Membaca ...

Queenie Padilla - Artis Philipina Memilih Islam

Bahagia Semu tapi Tersesat di Dunia Hiburan, Queenie Padilla Memilih Islam.

Queenie Padilla - seorang Aktris Filipina, memutuskan berhenti dari industri hiburan di negaranya guna mendalami Islam. Menurut dia, Islam membawa kedamaian batin dalam hidupnya.

"Islam adalah jalan hidup. Anda tahu apa tujuan hidup anda. Selama ini, aku seperti hidup dalam dosa. Namun, Allah SWT memanggilku pada Islam. Kini, aku begitu dekat dengannya," ungkapnya, seperti dikutip abs-cbnnews.com, Selasa (22/11).

Queenie mengungkapkan, dalam dunia hiburan ia seolah berada dalam persimpangan jalan, antara bahagia dan tersesat. Betul ia bahagia, tapi tidak utuh.


"Saya seolah tidak memiliki kebahagiaan itu. Sekarang, Allah SWT dalam hidup saya, Alhamdulillah, Tiada Tuhan Selain Allah. Aku sangat bahagia dan puas dengan kehidupan sebagai seorang Muslim," kata dia haru.

Anak dari aktor laga, Robin Padilla ini mengaku ayahnya merupakan sosok dibalik keputusannya memeluk Islam. "Ayah begitu sabar menungguku mengucapkan dua kalimat syahadat," kenang dia.


Begitu dalam keinginan Queenie mendalami Islam, hingga ia memutuskan untuk naik haji. Baginya, ibadah haji kian menyempurnakan keislamannya. "Aku ingin menjadi berbeda karena Islam," ujarnya.

Queenie menyadari pula menjadi Muslim paripurna bukan tanpa perbuatan. Seperti halnya, Muslim lain di seluruh dunia, Queenie memiliki kewajiban untuk menyebarkan syiar Islam. Ia pun mengutarakan niat itu, saat bertamu di rumah Allah.

"Aku ingin berbagai nikmat Islam kepada masyarakat Filipina," katanya.

Kini, Queenie benar-bernar berbeda. Ia mengenakan jilbab. Ia pun tengah mendalami studi Islam selepas haji. "Aku harus total untuk hidup dengan cara Islam," tegasnya

Sumber : Republika .com
Lanjutkan Membaca ...

26 Sep 2011

Trading Forex Modal Gratis 15$

RoboForex adalah Broker Forex berkualitas untuk trading forex secara online. Perusahaan RoboForex terdaftar di New Zealand sesuai dengan Undang-Undang Perseroan tahun 1993, nomor registrasi 2538375, dan juga terdaftar pada Financial Services Complaints Ltd dengan Nomor Keanggotaan 4148. FSCL adalah organisasi independen dan non-komersial, yang didirikan untuk menyelesaikan sengketa antara lembaga keuangan dan klien mereka. Skema Resolusi Sengketa eksternal, disetujui oleh Menteri Urusan Konsumen New Zealand, ini adalah alat yang digunakan untuk penyelesaian klaim antara perusahaan dan kliennya.

Anda mudah dalam Membuka Account Live untuk transaksi real, tidak terbatas membuka akun demo sebagai sarana untuk menguji atau latian, berbagai jenis account forex, memiliki fitur lengkap baik menggunakan Platform MetaTader 4 dan 5, trading dengan menggunakan Multi Akun Manager, VPS (Virtual Private Hosting) bagi trader dengan robot, berbagai macam instrumen perdagangan dan kualitas transaksi yang memungkinkan pelanggan untuk menggunakan strategi forex online trading.

Keuntungan Forex Online

  • MetaTrader Platform 4 dan 5
  • Teknologi NDD & STP Dealing
  • Lebih dari 200 Instrumen perdagangan
  • Mata Uang, Saham, Minyak, Emas dan CFD
  • Up to 3.5% annual on the available funds
  • Tersedia akun cent untuk Fix and Pro
  • Mata Uang Deposit USD / EUR
  • Expert Advisors
  • Program Affiliasi 5 Level

Kondisi Forex Online

  • Level2 Quotes
  • Minimum deposit mulai $10
  • Minimal Spread 0 pips
  • Minimal Ukuran Lot of 0.01
  • Leverage sampai dengan 1:500
  • Floating Spread / Fixed Spread
  • Instant execution / Market execution
  • Tidak selip dalam order S/L & T/P
  • Tidak ada Swap

Cara Mendapatkan 15$ di Akun Live Anda:

  1. Bonus "<>" senilai 15$ Untuk Klien Baru, PC/Laptop belum pernah untuk mendaftar di RoboForex dan hanya berlaku 1 x welcome bonus.
  2. Hanya Account yang telah diverifikasi RoboForex, Verifikasi Promo ini sangat ketat ( 2 hari kerja ). yang akan mendapatkan bonus tersebut. Harap sabar menunggu.
  3. Tidak berlaku untuk Klien yang sudah mendapat Bonus $5 promo sebelumnya
  4. Buka Account dan pilih Account tipe Fix-Cent atau Pro-Cent (HANYA UNTUK ACCOUNT CENT)
  5. Account Fix-Cent Spread Tetap, Account Pro-Cent Spread Floating/berubah-ubah.
  6. Pilih Laverage 1:500 ( Penting, agar katahanan dana lebih kuat).
  7. Affiliate code : dgc (untuk Klien Indonesia dan Malaysia)
  8. Jangan lupa untuk mencentang kotak GET Your (WELCOME BONUS 2.0),
  9. Jangan lupa untuk mencentang kotak I agree with the terms of bonus program, seperti gambar di bawah ini.
  10. Apabila Pendaftaran Selesai lakukan verifikasi E-mail.
  11. Login ke akun anda dan Update Data dan Upload scan KTP/SIM anda agar Account anda di verifkasi ( 2 hari kerja ). Klik disini untuk login.
  12. Cara UpDate Data dan Upload KTP/PASSPORT 
  13. Setelah Account Anda di verifikasi lakukan langkah 13 sampai langkah 20
  14. Silahkan Uninstal/hapus Metatrader4 RoboForex yang lama
  15. Download Metatrader4 RoboForex yang Terbaru 
  16. Setup dan Run Metatrader 4 di PC/Laptop anda dan login memakai data akun anda (cek email anda).
  17. Pilih server Roboforex-fix (untuk akun Fix) atau Roboforex-pro (untuk akun pro)
  18. Ketika Run/membuka Metatrader pertama kali akan ada LIVE UPDATE, klik START
  19. Klik menu Tools di MetaTrader4: "Tools >> Options >> Expert Advisors" lakukan/centang seperti gambar di bawah ini:
    welcome bonus2.png
  20. Klik menu view di metatrader, pilih navigator, Pilih Scripts, klik 2X verify_client seperti gambar di bawah ini.

    welcome bonus1.png
  21. Tunggu sampai ada keterangan di Chart seperti gambar di bawah ini dan klik OK.
    welcome bonus3.png



SIAP MEMBUKA ACCOUNT DENGAN BONUS $15 Klik Banner Dibawah


Lanjutkan Membaca ...