28 Sep 2012

Membedah makna Frasa ISTIGHFAR


Banyak dari kaum muslimin pastinya pernah mengucapkan ISTIGHFAR sebagai sebuah permohonan ampun / bertaubat kepada Allah SWT atas kesalahan-kesalahan yang pernah di perbuat baik di sengaja ataupun tidak. Bahkan frasa ini melekat di sebagian besar muslimin dalam keseharian dalam kehidupan. Dalam pemaknaan dan implementasi frasa ini terasa dangkal dan tidak berarti dan sering tidak berbekas dan kata-kata yang terucap hanyalah ucapan bibir semata.

Untuk menghindari kesalahan dalam mempraktekkannya sehingga permohonan ampun dan taubat kita tidak diterima oleh Allah SWT, maka sebaiknya kaum muslimin harus memahami secara benar apa-apa saja persyaratan-persyaratan agar ISTIGHFAR tersebut dikabulkan oleh Allah SWT.

Beristighfar adalah salah satu perintah Allah SWT kepada muslimin yang terdapat dalam Al Quran, yaitu pada surat Nuh (71) ayat 10:

فَقُلتُ استَغفِروا رَبَّكُم إِنَّهُ كانَ غَفّارًا(10) "maka aku katakan kepada mereka: ""Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,"

Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : “Dalam istilah syara’, taubat ialah meninggalkan dosa krn keburukannya, menyesali dosa yg telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tdk mengulangi dan berusaha melakukan apa yg bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubat telah sempurna” [Al-Mufradat fi Gharibil Qur’an, dari asal kata ” tauba” hal. 76]

Imam An-Nawawi dgn redaksional sendiri menjelaskan : “Para ulama berkata, ‘Bertaubat dari setiap dosa hukum ialah wajib. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dgn Allah, yg tdk ada sangkut paut dgn hak manusia maka syarat ada tiga. Pertama, hendak ia menjauhi maksiat tersebut. Kedua, ia hrs menyesali peruntukan (maksiat)nya. Ketiga, ia hrs berkeinginan untuk tdk mengulangi lagi. Jika salah satu hilang, maka taubat tdk sah.

Secara bahasa, frasa ini merupakan gabungan dari dua kata, yaitu kata IST dan kata GHAFARA.

IST artinya memohon atau meminta atau bisa juga diartikan sebuah harapan dan cita2. Karena seperti juga kata doa, jika hanya diartikan permintaan dan permohonan sedang kita sebagai pemohon bersifat pasif maka akan sia-sia dan pasti tidak akan tercapai maksud kita tersebut. Maka dari itu, artikanlah kata Ist dengan sebuah harapan dan cita2.

Kata GHAFARA dalam kamus2 bahasa Arab setidaknya terdapat dua makna. Pertama, jika kata ghafara ditujukan kepada sesuatu yang kotor, artinya adalah mensucikan dan membersihkan, menghilangkan kotoran tersebut. Kedua, jika kata ghafara ditujukan kepada sesuatu yang bersih dan suci, artinya adalah melindungi, menutupi, menjaga agar tidak terkena kotoran lagi.

Dengan demikian makna ISTIGHFAR adalah "sebuah harapan dan cita2 untuk membersihkan dan mensucikan diri kita dan kemudian menjaga dan melindunginya agar tidak terkena kotoran lagi" Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar