9 Jan 2012

Menjadi MU'MIN yang HAQ Berdasar QS At Taubah 9:111-112


Untuk menjadi MU'MIN yang HAQ ternyata memang tidak mudah jika kita merujuk pada Al Quran Surat At Taubah (9) ayat 111 - 112. Iman bukan hanya sekedar percaya, Iman juga bukan hanya sekedar yakin. Berikut ini adalah informasi dari Allah SWT yang memberikan ke ilmuan bagi manusia dengan menurunkan Al Quran sebagai petunjuk hidup manusia terhadap siapa saja yang masuk dalam kategori Mu'min yang HAQ itu :

إِنَّ اللَّهَ اشتَرىٰ مِنَ المُؤمِنينَ أَنفُسَهُم وَأَموٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ ۚ يُقٰتِلونَ فى سَبيلِ اللَّهِ فَيَقتُلونَ وَيُقتَلونَ ۖ وَعدًا عَلَيهِ حَقًّا فِى لتَّورىٰةِ وَالإِنجيلِ لقُرءانِ ۚ وَمَن أَوفىٰ بِعَهدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاستَبشِروا بِبَيعِكُمُ الَّذى بايَعتُم بِهِ ۚ وَذٰلِكَ هُوَ الفَوزُ العَظيمُ  

(111) "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."
Berdasarkan pada ayat diatas, Orang-orang yang dikategorikan mu'min adalah orang-orang yang telah "menjual" diri dan harta mereka , dan Allah membelinya dengan Jannah (Surga).

Bagaimanakah Tahapan Menuju Mu'min yang Haq itu ?

Tahapan-tahapan yang harus di lalui untuk menjadi Mu'min/Mu'minat adalah sebagaimana di ungkapkan pada ayat selanjutnya.

التّٰئِبونَ العٰبِدونَ الحٰمِدونَ السّٰئِحونَ الرّٰكِعونَ السّٰجِدونَ الءامِرونَ بِالمَعروفِ وَالنّاهونَ عَنِ المُنكَرِ وَالحٰفِظونَ لِحُدودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ المُؤمِنينَ
(112) Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu'min itu.

Berdasarkan ayat diatas, untuk menjadi MU'MIN yang HAQ, paling tidak ada 8 langkah yang harus kita lakukan.

1. التَّائِبُونَ

Taubat secara bahasa adalah kembali, kembali kepada sebenar-benarnya INSAN. Insan diciptakan oleh ALLAH untuk beribadah (51:56). Insan diberikan MAQOM (pangkat/jabatan) yang terbaik (95:4) yaitu sebagai khalifah (duta/mandataris) Allah untuk memakmurkan bumi (11:61) dengan menerapkan Ad-Dienul Islam. Kelengkapan dari tujuan, tugas dan fungsi Insan telah ditetapkan oleh Allah dan telah disepakati oleh NAFSI (7:172), inilah LEGAL CONTRACT antara INSAN dengan ROBB-nya.

Seiring dengan perjalanan INSAN pasca kelahirannya ke bumi, masuklah berbagai doktrin dan informasi-informasi baru (bid'ah) baik itu dari orang tua, lingkungan, pendidikan (2:36). Informasi baru inilah yang menyebabkan manusia terlupa akan hakikat kehidupan yang sebenarnya. Maka Allah, dengan kasih sayangnya mengingatkan kembali kepada Insan akan LEGAL CONTRACT yang telah di tanda-tanganinya dahulu. Allah menurunkan Al-Dzikr (pengingat, 7:2) dan mengutus Rasul-Nya sebagai pemberi peringatan (51:50).

Insan yang menerima Kitab-Nya dan mengikuti Rasul-Nya maka ia akan teringat akan tujuan, tugas, fungsi ia berada di dunia ini. Bukti akan adanya kejadian "teringat kembali" ini adalah dengan bergetarnya qalbu (8:2) dan bergetarnya kulit (39:23) "seolah hal ini telah saya nantikan sejak lama". Maka bercucuranlah air mata dengan penuh keharuan (5:83) dan seketika itu juga ia bersujud (17:107) sebagai tanda bahwa mulai hari ini ia akan kembali menjadi Insan yang seutuhnya. LEGAL CONTRACT yang telah terlupakan kini diperbaharui kembali dengan sebuah iqrar syahadat (3:52).

2. الْعَابِدُونَ

'Abid secara bahasa adalah budak atau pekerja (16:75). Setelah ia memahami akan tujuan, fungsi, tugas ia diciptakan kemudian ia kembali untuk bertekad menjalankannya (41:30) dan dengan sebuah penanda-tanganan kembali kontrak kerja (3:52) maka sejak saat itulah Insan tersebut resmi menjadi pekerja Allah ('abdu Allah/hamba Allah).

3. الْحَامِدُونَ

Hamid secara bahasa adalah yang memuji. Memuji Allah adalah memahami betul akan segala keagungan Allah (29:63). Insan yang memuji Allah adalah Insan yang sadar betul akan keberadaan Allah sebagai pencipta dan pengatur seluruh jagat (45:36). Insan yang memuji tidak akan pernah sekalipun protest akan segala peraturan yang telah ditetapkan oleh boss-nya (39:75). Tak ada pilihan lain baginya selain bekerja keras, cerdas dan ikhlash menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pekerja Allah (40:65). Bukan semata-mata memuji dengan kata-kata indah tapi memuji adalah menyerahkan segala ketundukan dan pengabdian hanya kepada Allah, boss-nya (28:70).

4. السَّائِحُونَ

Saaih secara bahasa adalah yang bepergian atau melawat (kunjung-mengunjungi). Pekerja Allah yang telah menyerahkan ketundukan dan pengabdiannya kepada Allah saja tidak akan diam terpaku. Ia akan bergerak membelah bumi untuk berdakwah mengajak manusia kepada Jalan Robb-nya (16:125)

5. الرَّاكِعُونَ dan 6. السَّاجِدُونَ

Raki’ secara bahasa adalah yang ruku’. Sajid secara bahasa adalah yang sujud. Ruku’ adalah bentuk nyata dari sebuah ketundukan akan hukum-hukum Allah. Dan sujud adalah bentuk nyata dari sebuah dukungan penuh akan terlaksananya hukum-hukum tersebut di muka bumi. Aktifitas ruku’ dan sujud baru dapat terlaksana setelah aktifitas saaih, artinya bahwa bicara ruku’ dan sujud adalah bicara sistem kerja bersama di antara pekerja-pekerja Allah (2:43). Membangun sebuah sistem kerja yang rapih dan terorganisir dengan baik dalam upaya mentegakkan hukum-hukum Allah (2:125).

7. الآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ

Dengan terwujudnya ke 6 hal yang tersebut diatas, maka akan terlahir sebuah generasi ummat terbaik yang terlahir untuk seluruh manusia di bumi (3:110). Dari merekalah segala tumpuan harapan akan terwujudnya rahmat di muka bumi (22:41). Merekalah yang disebut JAMA’AH yang senantiasa bahu membahu dalam mewujudkan wahdaniyat Allah.

8. وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ

Di tangan merekalah hukum-hukum Allah terpelihara. Merekalah mu’min yang sebenar-benarnya yang mendedikasikan seluruh hidupnya hanya untuk bekerja kepada Allah.

KONKLUSi :  Al Quran surat Al Anfal ayat 74 adalah arah bagi yang dituju berkenaan dengan pembahasan ayat diatas.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.

Sumber : http://www.facebook.com/groups/265538080123749/permalink/332373100106913/ Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar