6 Des 2011

Hubungan SHALAWAT dan SHALAT.


Secara bahasa shalat berasal dari kata sha-la-ya yang berdasarkan kaidah i'lal (lafadz yang mengandung huruf 'illat) berubah menjadi sha-laa. Sha-laa artinya adalah menghubungkan, berarti shalat adalah segala aktifitas manusia yang setiap detak jantungnya dan hembusan nafasnya selalu terhubung (online) kepada ALLAH dengan TALI Rasul-Nya.

PEMBAHASAN

Apa yang dimaksud terhubung disini adalah DZIKR (online),

Al Quran Surat Tha-Ha(20):14,

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilaah (yang hak) selain Aku, maka Ibadahlah kepada-Ku dan dirikanlah shalat untuk Dzikr kepada-Ku.

Dengan selalu online kepada ALLAH maka dapat dipastikan bahwa manusia akan terhindar dari berbuat keji dan munkar.

Al Quran Surat Al-Ankabut(29):45,

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Konektivitas (Dzikrullah) memerlukan TALI PENGHUBUNG. Tali itu dalam surat 2:256 di sebut dengan istilah "Al-Urwah Al-Wutsqa" dan dalam surat 3:103, disebut dengan istilah "Hablillah".

Al Quran Surat Al Baqarah (2):255,

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

coba kita urai,

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ,

- Tak ada KEBENCIAN dalam AL-DIEN.
- ikroha (إِكْرَاهَ) diartikan kebencian karena merujuk kepada 9:33, 61:9
- Kariha (كْرَهَ) dalam ayat 9:33 dan 61:9 artinya BENCI.
- Kebencian kepada Dien adalah bentuk KEMUSYRIKAN (baca 9:33 dan 61:9 nya ya).
- Bentuk kalimat ini berupa khobariyah (kalimat berita) namun bermakna AMR (perintah).
- Perintah bagi siapa saja yang IMAN untuk menghapus kemusyrikan dari muka bumi.

قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ

- Sungguh telah DIJELASKAN apa itu RUSYDU dan apa itu GHAYYI.
- Cara menghapuskan kemusyrikan dari muka bumi adalah dengan DAKWAH dalam rangka menjelaskan kepada manusia APA itu RUSYDU dan apa itu GHAYYI.
- sekali lagi ini menunjukkan bahwa ada kaitan erat dengan 9:33 dan 61:9.
- dalam 9:33 dan 61:9 dijelaskan misi diutusnya Rasul adalah untuk memenangkan Dien Islam sehingga tak ada lagi kemusyrikan di bumi ini (kroscek dengan 8:39).
- Apa itu Rusydu dan apa itu Ghayyi?

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ

Maka, siapa yang KAFIR kepada THAGHUT dan IMAN kpd ALLAH.

- Nah, disini jawabannya, RUSYDU itu adalah MENGKAFIRKAN THAGHUT dan MENGIMANI ALLAH, sebaliknya GHAYYI adalah MENGIMANI THAGHUT dan MENGKAFIRKAN ALLAH.
- dua sisi ini otomatis, artinya jika kita tak beriman kepada ALLAH maka otomatis kita IMAN kepada THAGHUT dan sebaliknya (sadar atau tidak sadar).
- Jika kita mengaku beriman kepada ALLAH, tapi disisi lain kita tidak mengkafirkan THOGHUT maka itulah yang disebut dengan MUSYRIK (IKROHA FID DIEN).
- THAGHUT adalah segala sesuatu yang menetapkan HUKUM selain hukum ALLAH (4:60-63), THAGHUT juga adalah PEMIMPIN (2:256).

فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ


  • Maka sungguh ia telah berpegang kepada Al-'Urwah Al-Wutsqa.
  • Yang tdk akan putus.
  • dan Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.


Inilah inti pembahasan, orang yang berpegang teguh kepada TALI PENGHUBUNG sebagai WASILAH untuk DZIKRULLAH (aktivitas sholat) adalah:

  • Mereka yang komitmen untuk menegakkan Al-Dien Al-Haq, seperti apa yang telah dilakukan oleh Rasul2 Allah (9:33 dan 61:9)
  • Tujuan akhir dari penegakkan Al-Dien Al-Haq adalah agar tidak ada lagi kemusyrikan (Tanha 'Anil Fakhsya wal Munkar, nyambung dengan tujuan inti Sholat dalam surat An-Nisa diatas).


Demikian teoritisnya dari sudut pandang Al-'UrwahAl-Wutsqa (2:255), bagaimana kalau kita melihat dari sudut pandang Hablillah (3:103). Mari kita lanjut kepada praktisnya dulu dari Al-Urwah Al-Wutsqa...!

Telah dijelaskan diatas, bahwa Al-'Urwah Al-Wutsqa kaitannya adalah kepada penegakkan Al-Dien Al-Haq seperti misinya para Rasul2 Allah (9:33 dan 61:9), untuk mengetahui bagaimana praktisnya mari kita ungkap saja ayatnya.

‎Al Quran Surat Surat At-Taubah(9):33,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Al Quran Surat As-Shaaf(61):9,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Mukjizat Al-Quran, ternyata 2 ayat ini sama persis, gak ada secuil hurufpun yang berbeda. Ada apa ini? Ternyata ini menunjukkan praktisnya proses berpegang teguh kepada Al-'Urwah Al-Wutsqa (aktivitas sholat) itu sendiri, coba perhatikan:

Al-Taubah (9) = Taubat = Kembali = Baro'ah (nama lainnya).

Al-Shaff (61) = Barisan = Jama'ah.

Inilah praktek konkretnya, dimulai dengan bertaubat kepada Allah kemudian berpegang teguh kepada-Nya dalam barisan orang2 yang mau menegakkan Dien-Nya.

Taubah (kembali mengikatkan diri kepada Allah)= Baro'ah (berlepas diri dari ikatan kepada selain-Nya.

Al-Shaff = Barisan = Jama'ah, sebagai syarat pokok untuk kita berpegang teguh kepada HABLILLAH. Subhanallah, ternyata nyambung dengan HABLILLAH (yang tadi kita singgung diatas).

‎Al Quran Surat Ali-Imron(3):103,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu kepada tali Allah (Hablillah) secara berjama'ah (جَمِيعًا), dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka (masa sebelum berjama'ah), lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya (dengan memasukkannya kepada jama'ah). Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Redaksi ayat yang sangat indah, bikin kulit merinding kalau kita baca dengan qalbu yang salim.

Coba kita urai...

وَاعْتَصِمُوا = berpeganglah kalian semua,

بِحَبْلِ اللَّهِ = kepada HABLILLAH (TALI ALLAH)

- kaitkan dengan 2:255 hablillah sama dengan al-'Urwah al-Wutsqa,
- kaitkan juga dengan Al-Taubah (taubat, kembali kepada ikatan dengan Allah)

جَمِيعًا = secara ber-jama'ah (bersama2 dalam satu barisan)

- kaitkan dengan Al-Shaff (barisan)

وَلا تَفَرَّقُوا = dan jangan berpecah belah (tafarruq).

- kaitkan dengan 30:30-32, tafarruq sama dengan musyrik.
- musyrik adalah target yang akan dihilangkan dengan aktivitas penegakkan Dien ini (9:33 dan 61:9 dikaitkan dengan 8:39).

"dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka (masa sebelum berjama'ah), lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya (dengan memasukkannya kepada jama'ah). Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."

Dalam jama'ah inilah kita sesama orang yang komit untuk melaksanakan 9:33 dan 61:9 (aktifitas berpegang kpd TALI ALLAH atau SHOLAT) kita dikatakan sebagai SAUDARA. sekali lagi ini menunjukkan mukjizat Al-Quran, bahwa antara satu ayat dengan ayat lainnya bagaikan kepingan puzzle2, ternyata ini nyambung dengan inti surat Al-Shaff yaitu ayat 4.

Al Quran Surat As-Shaff(61):4,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Bangunan yang tersusun kokoh = Saudara.

Kesimpulan,

Sholat (dalam bentuk tunggal) atau Sholawat (dalam bentuk jama') adalah aktivitas manusia untuk selalu terhubung kepada Allah. Terhubung kepada Allah dalam artian selalu dalam keadaan dzikrullah. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk mencegah fakhsya dan munkar berupa kemusyrikan.

Hubungan sudah pasti membutuhkan alat penghubung, alat itulah yang disebut dengan Hablillah atau Al-Urwah Al-Wutsqa. Hablillah atau Al-Urwah Al-Wutsqa adalah kumpulan manusia2 yang telah berlepas diri dari ikatan kepada selain Allah untuk kemudian kembali berpegang kepada ikatan dengan Allah. Mereka berperang dijalan Allah untuk memenangkan Dien Al-Haq sehingga tak ada lagi kemusyrikan di muka bumi ini. Dalam istilah resminya, inilah yang disebut dengan Jama'ah, kelompok manusia2 yang diselamatkan oleh Allah dari api neraka.

Di dalam jama'ah yang program intinya adalah penegakkan Dien Al-Haq sesuai dengan misi diutusnya Rasul2 Allah, manusia2 melaksanakan aktivitas sholatnya kepada Allah.

Al Quran Surat Al Ahzab(33):56,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan Malaikatnya MENGHUBUNGKAN DIRINYA kepada Nabi (dengan menurunkan Dien Al-Haq untuk ditegakkan), Wahai orang-orang yang beriman, HUBUNGKANLAH DIRIMU kepadanya (Nabi, untuk bersama2 menolongnya dalam penegakkan Dien itu), dan tunduk patuh berserah dirilah kamu kepadanya dengan penyerahan diri yang sebenar-benarnya.

Dalam jama'ah itulah aktivitas sholat (pelaksanaan penegakkan Dien) dapat dilakukan dengan khusyu'. Khusyu' artinya fokus. Khusyu' juga diartikan oleh Nabi dengan istilah Ihsan, yaitu sholat seakan2 kita melihat Allah dan Allah melihat kita.

Aktivitas saling melihat ini hanya bisa diwujudkan dalam jama'ah. dimana diantara sesamanya selalu saling mengawasi, saksi menyaksikan, lihat melihat, nasihat menasihati.

Al Quran Surat At-Taubah (9):105,

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu (aktivitas sholat), maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu (sebagai wujud nyata dari Ihsan), dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".

Inilah ujung dari pelaksanaan sholat sebagai mi'rajnya orang2 yang beriman, yaitu dengan penegakkan Dien Islam sehingga tercipta suatu sistem yang akan menjadi bingkai seluruh aktifitas hidup kita. Allah melalui talinya yaitu Rasul dan orang2 yang beriman akan selalu melihat kita dalam setiap gerak langkah kita. Dan kita melalui orang2 yang beriman dan Rasul-Nya datang menghadap kepada Allah dengan penuh ketundukkan.

Saat itulah yang disebut sebagai Hari Qiyamat (Qiyam = tegak, Tegaknya Dien di muka bumi). Dimana wujud Allah akan terlihat nyata dalam kehidupan manusia, Allah nyata MENYAKSIKAN dan nyata MENGESAHKAN aktivitas ibadah kita kepada-Nya.

Inilah akhir dari perjalanan perjuangan penegakkan Dien Al-Haq, Dien Al-Islam.

Al Quran Surat Al Fath(48):28,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan Dien Al-Haq agar dimenangkan-Nya terhadap semua dien yang lain. Dan cukuplah Allah sebagai SAKSI.


Sumber = Studi Komprehensif Islam Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar