5 Des 2011

Intisari Sejarah Rasululullah SAW


Sejarah / Sunnah Rasul adalah bukti konkret didalam gerak langkah atau perjalanannya untuk merealisasikan Al-Qur’an yang diamanahkan Allah kepadanya. Darinya ada ke ilmuan bagi manusia tentang bagaimana menerapkan Islam dalam Kehidupan. Artikel ini saya ambil dari salah satu dokumen group facebook Studi Komprehensif Islam.

Fungsi Sejarah

Sebagai Ibroh / Pelajaran, 12/111.

Sebagai Mau’idzah / Nasehat / Pengajaran, 4/58.

Sebagai Nakala / Peringatan, 2/66.

Sebagai Dzikra / Peringatan, 12/109, 47/10.

Sebagai Hudan / Petunjuk, 12/111.

1. Apa tugas Rasul? -> 9/33. 61/9. 48/28 -> Utusan Allah yang membawa Huda dan Dienul Haq untuk dimenangkan mengungguli semua Dien yang lain walaupun musyrik membencinya.

2. Kenapa “Dien” yang haq harus dimenangkan? -> 9/32. 61/8.

3. Langkah apa yang diambil oleh Rasul? ->42/13, “Aqiim-ud-Dien” / Tegakkan Dien.

4. Dien yang mana? -> Dienulhaq / dienullah / dienulislam. 3/19.

  • Hadits Rosul : “Islam itu tinggi, dan tidak ada yang lebih tinggi daripadanya”.
  • Menegakkan dienulhaq inilah uswah yang hasanah.

5. Siapa figur yang baik bagi seorang mu’min? -> 33/21.

Sejarah perjalanan Rasul dalam rangka menegakkan “Dien” dimulai dari turunnya wahyu pertama yaitu “Iqra” s/d “Al-Yauma”. Perjalanan ini selama 23 tahun, 12 tahun 6 bulan 22 hari adalah fase mekkah dan sisanya adalah fase madinah.
Kondisi Mekkah
  1. Pemerintahan yang berdasarkan ideologi “Aba-ana”, 2/170.
  2. Eksekutif : Pimpinan tertinggi Abu Jahal dengan nama asli Abu Amr bin Hisyam Al-Hakam.
  3. Legislatif : Lembaga tertinggi Dar-un-Nadwah.
  4. Yudikatif : Hukum Jahiliyah, 5/50.
  5. Birokrasi : Masyarakat.
  6. Fungsi Dar-un-Nadwah : Tempat Musyawarah, Tempat Menetapkan Undang-undang, Tempat Mengatur Roda Pemerintahan.
  7. Dasar untuk menetapkan Undang-undang : Hawa Nafsu / Pola Pikir, 5/49.

6. Bagimana keadaan masyarakat Mekkah?, masih adakah masyarakat Muslim?

  • Kaum Yahudi : percaya kpd Allah, Kitabnya Taurat, Tempat beribadahnya Sinagoge.
  • Kaum Nashrani : percaya kpd Allah, Kitabnya Injil, Tempat beribadahnya Gereja.
  • Kaum Ibrahim : Percaya kpd Allah, Kitabnya Suhuf Ibrahim, Tempat biribadahnya Ka’bah.
  • Golongan Quraisy : Percaya kpd Allah, Pengabdian mereka lebih cenderung kpd ajaran nenek moyang.
  • Ditambah lagi 360 faham / aliran. Termasuk organisasi yang bernama “Hilful Fudhul” yang motor penggeraknya adalah Muhammad bin Abdullah.
  • Kalau kita perhatikan masyarakat mekkah ketika itu adalah muslim, 22/78. 10/31.

7. Akan tetapi, apakah masyarakat tersebut sudah beriman? ->49/14-15.

8. Kenapa belum beriman? -> Karena Iman itu belum melekat dan belum sepenuhnya kpd Allah.

9. Kalau begitu apa yang mereka imani? ->4/51

  • Orang yang merasa beriman kpd Allah, kemudian beriman pula kpd Thogut mereka itulah orang-orang fasiq, 5/49.
  • Dan dengan kefasiqannya mereka mencampur adukkan antara yang haq dengan yang bathil, 3/71.
    Akibat Ahli kitab menyembunyikan yang haq, maka fungsi wahyu hanya: diseminarkan, didiskusikan, dibaca, diMTQ-kan dan hanya sebatas ilmu/wacana.
  • Apabila ahli kitab bersikap demikian, maka Allah katakan mereka sebagai keledai pembawa kitab, 62/5.
  • Kitab adalah ketetapan / undang-undang / Hukum Allah, sehingga Allah menegur manusia, 4/60.
    Kitab / ketetapan / undang-undang / Hukum yang digunakan bukan hukum Allah, sehingga masyarakat menjadi masyarakat Jahiliyyah, 5/50.

10. Jadi kalau hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki, bagaimana keadaan masyarakatnya?

  • 5/44, 5/45, 5/47.
  • Akibat mereka tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka akan terjadi : 29/67 (rampok-merampok), 5/80 (kerjasama dengan orang kafir).
  • Dengan adanya ahli kitab bekerjasama dengan orang kafir maka terjadilah sistem, dan sistem yang berlaku adalah sistem Fir’aun, 28/4.
  • Karakteristik sistem Fir’aun : sewenang-wenang, memecah belah, menindas, membunuh dan berbuat kerusakan.
  • Dengan kata lain duplikat masyarakat rusak, masyarakat jahiliyyah yang penuh dengan tahyul, bid’ah, khurafat.

11. Bagaimana kondisi Muhammad bin Abdullah saat itu?

  • Aktif dalam Ormas (Hilf-ul-Fudhul) yang disahkan oleh pemerintahan Abu Jahal.
  • Dijuluki “Al-Amin” karena telah membantu serta aktif dalam memperjuangkan Dar-un-Nadwah.
  • Meskipun begitu Allah menganggap bahwa Muhammad bin Abdullah adalah sesat 93/7.
  • Jadi apapun yang diusahakan Muhammad, Allah menilainya 0 (nol).
  • Baru pada usia 37 tahun Muhammad sadar akan kesesatan masyarakatnya dan berlepas diri dari masyarakatnya untuk kemudian mencari kebenaran dengan ber”Tahannuts” di gua Hira, 42/52.
  • Sehingga pada usia 40 tahun turunlah wahyu pertama yaitu 96/1-5, sekaligus merupakan SK pengangkatan Muhammad sebagai Rasulullah.

12. Iqra’! (bacalah!), apa yang harus dibaca?

  • Membaca tentang persoalan kondisi, berarti membaca persoalan yang ada pada masyarakat, sistem, birokrasi, hukum, tatanan kehidupan Ipoleksosbud dan lain-lain.
  • Jadi persoalan Iqra’ adalah persoalan berat?, kenapa?, karena pasti akan menghadapi musuh-musuh yang berat, 25/31, 6/112.
  • Dimanakah musuh-musuh itu berada? -> 6/123.

13. Siapa musuh yang berat bagi Muhammad pada saat itu?

  • Rezim mekkah -> Nasional.
  • Romawi (Blok barat) dan Persia (Blok Timur) -> Internasional.

14. Bagaimana keadaan Muhammad setelah menerima tugas yang berat ini?
  • Bergetar dan terasa amat berat mendengar perintah itu, maka isterinya menyelimutinya yang artinya adalah menutupi / merahasiakannya untuk tidak diketahui orang lain.
  • Karena Iqra’ Muhammad ingin merubah sistem yang berlaku dan yang diberlakukan oleh Abu Jahal.
  • Sehingga Muhammad sering menyendiri dan masyarakat yang mengetahui menganggapnya gila, 15/6, 51/52.
  • Turunlah wahyu kedua 68/2. Sekaligus sebagai bantahan dari Allah bahwa orang yang menggunakan Al-Qur’an bukanlah orang gila.
  • Kemudian turun wahyu ketiga 73/1-3, yang memerintahkan Muhammad untuk berda’wah pada kondisi malam / dzulumat / wahyu belum mengatur kehidupan.
  • Kemudian turun wahyu keempat 74/1-4, yang memerintahkan Muhammad untuk mengagungkan Robb-nya (lebarkan sayap / ekspansi).
  • Selain itu ayat ini memerintahkan muhammad untuk membersihkan pakaiannya, artinya adalah 60/4 : Putus hubungan, mengingkari program kerjanya, menyatakan musuh, benci selama-lamanya sampai mereka beriman kpd Allah, 109/1-6, jadi ukuran bersih disini adalah adanya garis batas yang jelas (furqon/pembeda).

15. Bagaimana teknis da’wah Rasul pada kondisi Mekkah?
  • 73/10, 18/16.
  • Dengan melalui jalur da’wah lewat keluarga dan sahabat maka terbentuklah “Dar-ul-Arqam” yang beranggotakan 39 orang, inilah orang-orang yang pertama-tama mengabdikan diri kpd Allah dengan sepenuhnya, dinamakan sebagai pelopor muslim (6/163).
  • Fungsi Dar-ul-Arqam : Pusat kegiatan aqidah berdasarkan Al-Qur’an, pengkaderan, pengembangan da’wah.
  • Maka Dar-ul-Arqam adalah mulkiyyah Allah, dan mulkiyyah Allah bercirikan: tidak kooperatif / kerjasama, tidak minta legalitas lembaga kafir (“wa kafa bi-llahi syahida” / 48:28), tidak berjuang melalui lembaga kafir Mekkah.

16. Bagaimana sikap kafir Mekkah terhadap gerakan Muhammad (Dar-ul-Arqam)?.
  • Dikatakan gila 15/6, 51/52.
  • Terjadi penangkapan terhadap pihak Muhammad, seperti Bilal bin Rabbah, Abdullah bin Mas’ud, Amr bin Yasir.
  • Bilal bin Rabbah disiksa dengan dijemur diterik matahari dan ditimpa batu besar hanya untuk menyatakan eksisitensi berhala-berhala mereka.
  • Amr bin yasir juga disiksa dan dipaksa kafir tetapi hatinya menolak, kemudian setelah bebas Amr menghadap Rasul untuk meminta hukuman atas orang yang dipaksa kafir tetapi hatinya menolak, maka turunlah ayat 16/106.

17. Bagaimana langkah Rasul dalam menghadapi keadaan sepeti ini?
  • Pada tahun 5-6 kenabian, Rosul menghijrahkan angkatan pertama terdiri dari 15 orang dan angkatan kedua 100 orang sahabat ke Habsyi dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib.
  • Pada tahun ini juga terjadi penawaran dari pihak Mekkah kepada Rosul agar menghentikan da’wahnya, Mekkah menawarkan kpd Rosul melalui Abu Thalib 3 Ta (tahta, harta, wanita)
  • Apa jawaban Rosul terhadap penawaran itu?, -> “wahai paman, meskipun mereka meletakkan matahari ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku, dengan maksud agar Aku meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan kutinggalkan. Biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu ditanganku atau Aku binasa karenanya”. 109/1-6.

18. Langkah apalagi yang dilakukan oleh pihak Mekkah untuk menghentikan gerakan Rasul?.
  • Pada tahun ke 7 – 10 kenabian, Abu Jahal cs mengadakan Boikot / Embargo sosial ekonomi kpd pihak Rasul selama kurang lebih 3 tahun dilembah Syi’ib.
  • Isinya adalah : Tidak boleh mengadakan hubungan dagang dengan pihak Muhammad, tidak boleh berkomunikasi, tidak boleh menjalin hubungan perkawinan, tidak boleh mengirim bahan makanan.
  • Bagaimana kondisi pihak Muhammad dengan terjadinya pemboikotan ini?, 2/214, 2/155. Sampai akhirnya piagam pemboikotan yang digantungkan di Ka’bah habis dimakan rayap.
  • Namun apakah Rasul berhenti?, Tidak!, Rasul tetap istiqomah, 3/146.
  • Bagaimana langkah Rasul selanjutnya?, da’wah ke Tha’if, meskipun terjadi penolakan oleh penduduknya yang melempari batu dan kotoran.
  • Ditahun ini pula Siti Khadijah dan Abu Thalib meninggal dunia, namun apakah hal ini menghentikan perjuangan Rasul?, Tidak!.

19. Lantas bagaimana langkah Rasul selanjutnya?.
  • Selanjutnya Rasul memutar haluannya ke Yatsrib dengan mengutus beberapa sahabatnya untuk menda’wahi orang-orang Yatsrib.
  • Pada tahun 11 kenabian, 6 orang Yatsrib menyatakan masuk Islam dan kembali ke Yatsrib untuk menda’wahkan Islam.
  • Pada tahun ke 12 awal, Rasul menerima 13 orang terdiri dari 12 laki-laki dan 1 orang wanita, maka terjadilah pelaksanaan Bai’at dibukit Aqabah yang disebut “Bai’at Aqabah Ula”.
  • Pada tahun ke 12 akhir, Rasul menerima 75 orang lagi masuk Islam.
  • Dengan bertambahnya kekuatan, maka Rasul secara diam-diam (tanpa diketahui pihak musuh) membentuk struktur pemerintahan dengan dibentuknya 12 departemen, dan sebagai duta petama di Yatsrib Rasul mengutus Mus’ab bin Umair.

20. Mengetahui pergerakan Rasul sudah sampai kearah itu, bagaimana langkah pihak musuh (Abu Jahal cs.)?.
  • 8/30, mengadakan rapat di Dar-un-Nadwah dengan tujuan untuk menangkap, memenjarakan, membunuh atau mengusir Muhammad.
  • Bahkan Abu Jahal berjanji memberikan 100 ekor unta bagi siapa yang berhasil menangkap Muhammad, hidup atau mati. Tujuannya adalah jangan sampai Rosul berhasil hijrah ke Yatsrib.

21. Bagaimana drama hijrah ini terjadi?
  • Sebelum Rasul hijrah, Rasul memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidur Rasul, Tujuannya adalah untuk mengelabui musuh.
  • Kemudian Rasul pergi secara diam-diam bersama Abu Bakar dan bersembunyi di Gua Tsur selama 3 hari untuk menghilangkan jejak, 9/40.
  • Jadi sejarah mencatat perjuangan Muhammad ditandai secara simbolik yaitu dari masuk gua keluar gua (gua Hira – gua Tsur), 17/80.
  • Pada hari ke 8 Rasul sampai di Quba untuk memantau persiapan.
  • Pada hari ke 12 Rasul masuk ke Yatsrib, dan mendapat sambutan yang sangat meriah dari orang-orang yang merindukan Rasul, yaitu kalangan Muhajirin dan Anshor.

22. Apa langkah pertama yang dilakukan Rasul sesampainya di Yatsrib?
  • Memproklamasikan berdirinya Negara Islam Madinah, 7/158.
  • Mengganti nama Yatsrib menjadi Madinat-ur-Rasul / Madinat-un-Nabi atau lebih dikenal dengan nama Madinah.

23. Kenapa Rasul memproklamasikan Negara di Yatsrib?, apakah sah menurut hukum internasional?

  • Terjadi perang segitiga di Yatsrib antara Suku Aus – Suku Yahudi – Suku Khazraz yang sudah berlangsung selama 120 tahun.
  • Dengan perang tersebut maka Yatsrib vakum kepemimpinan, berarti kekosongan pemerintahan / kepemimpinan.
  • Proklamasi Negara Islam Madinah tidak diperjuangkan melalui kerjasama dengan orang-orang kafir.
  • Dengan adanya Proklamasi Negara Islam Madinah maka tercetuslah Piagam Madinah yang ringkasannyanya adalah sebagai berikut:
    • Madinah adalah tempat suci, harus ditaati dan dihormati serta dipertahankan dari serangan luar dengan biaya sendiri.
    • Apabila terjadi serangan dari luar, harus dipertahankan secara bersama-sama.
    • Masyarakat Yahudi dapat tinggal dengan aman, dijaga keselamatan harta dan jiwanya, dan sebagai tanda tunduk harus membayar jizyah, 9/23.
    • Masyarakat yahudi dapat beribadah menurut tata caranya, tetapi hukum yang berlaku adalah hukum Allah dan Rosul-Nya.
  • Jadi syarat tegaknya Madinah adalah:
    • Harus ada Proklamasi, 7/158.
    • Proklamasi dalam keadaan vacum of the power / vakum kepemimpinan.
    • Tidak melalui kerjasama dengan lembaga kafir.
      • Bagaimana pandangan Allah terhadap tegaknya Negara Islam Madinah? -> 3/19, 3/85, 10/25.
      • Maka dengan adanya Proklamasi Madinah, terbentuklah 2 Negara yaitu Negara Kafir Mekkah dan Negara Islam Madinah, 26/63.
      • Ciri-cirinya
        Mekkah Madinah

        Menafkahkan harta bukan dijalan Allah, 4/38-39
        Tempat kebinasaan, 14/28
        Tentara Iblis, 26/95
        Dzolim, 4/97
        Perang di jalan Syetan, 4/76

        Menafkahkan harta di jalan Allah, 2/273
        Tempat Keselamatan, 10/25
        Tentara Allah, 48/7
        Syuhada, 4/69
        Perang di jalan Allah, 4/76
24. Bagaimana sikap kafir Mekkah terhadap tegaknya Madinah?
  • Mekkah mempersiapkan angkatan perang untuk menyerang madinah, termasuk orang Islam yang tidak ikut hijrah, terkena wajib militer oleh Mekkah.
  • Rasulpun mempersiapkan angkatan perang, 8/60, 22/39, 22/40, 2/216.
25. Pada tahun ke 2 Hijrah terjadilah perang pertama antara Mekkah vs Madinah, yaitu perang Badar.
  • Kekuatan Mekkah 1000 vs Kekuatan Madinah 331 Mujahid.
  • Mekkah dipimpin oleh Abu Jahal vs Madinah dipimpin oleh Muhammad Rasulullah.
  • Dimenangkan oleh pihak Madinah, karena 8/9, 8/17, dan pada perang ini Abu Jahal mati, diganti oleh Abu Sufyan (Abu Jahal II).
  • Orang Islam yang ikut berperang membela Mekkah matinya kafir, karena tidak ikut hijrah padahal sebelumnya telah diperingatkan oleh Allah, 61/10, 4/100, 4/140.
26. Pada tahun ke 3 Hijrah terjadilah perang Uhud.
  • Kekuatan Mekkah 3000 vs Kekuatan Madinah 1000 mujahid.
  • Mekkah dipimpin oleh Khalid bin Walid vs Madinah dipimpin oleh Muhammad Rasulullah.
  • Hari pertama dimenangkan oleh Madinah, hari kedua Madinah kalah.
  • Kenapa kalah?, -> 3/152, 3/165, 3/140, 3/166, 9/81, 9/38, 9/120.
  • Bagaimana sikap Rasul setelah kembali ke Madinah?, -> 3/159, 9/11.
27. Pada tahun ke 5 Hijrah terjadilah perang Khandaq (Parit).
  • Perang ini juga dinamakan perang sekutu (Al-Ahzab), karena pihak musuh merupakan persekutuan antara golongan Quraisy, ahli kitab Yahudi yang terusir dari Madinah karena melanggar dan kabilah Ghatafan.
  • Kekuatan Sekutu 10.000 tentara vs Madinah 3.000 Mujahid.
  • Dimenangkan oleh Madinah, strategi Madinah sangat menguntungkan karena adanya parit / Khandaq, 33/9,22,23,25.
28. Pada tahun ke 6 Hijrah.
  • Pelaksanaan Haji dan Umrah bersama 1.000 sahabat, dipimpin oleh Utsman bin ‘Affan.
  • Utsman diutus untuk memasuki Mekkah dan tatkala mendengar berita bahwa Utsman terbunuh, maka Rasul mengambil sikap dengan para sahabat untuk memerangi Mekkah.
  • Diadakanlah perjanjian antara Rasul dan para sahabat, perjanjian tersebut dinamakan “Bai’at-ur-Ridhwan”, 48/18,10.
  • Setelah mengadakan perjanjian tersebut ternyata Utsman tidak dibunuh, malah selanjutnya Utsman membuat strategi di Mekkah.
  • Abu Sufyan melihat pasukan Rasul, mereka merasa gentar sehingga diadakanlah perjanjian Hudaibiyah.
29. Perjanjian Hudaibiyah
  • Abu Sufyan mengutus Suhail bin Amr untuk menemui Rasul dalam rangka perjanjian Hudaibiyah.
  • Isi perjanjian Hudaibiyah:
    1. a. Tidak diawali dengan ‘basmalah’ dan Muhammad tanpa gelar Rasulullah
    2. b. Pelaksanaan Haji-Umrah pada tahun depan selama 3 hari.
    3. c. Gencatan senjata selama 10 tahun.
    4. d. Orang Mekkah yang masuk Madinah harus dikembalikan ke Mekkah.
    5. e. Orang Madinah yang masuk Mekkah tidak dikembalikan.
  • Dengan adanya perjanjian tersebut banyak para sahabat yang tidak menerima, dianggap perjanjian tersebut menguntungkan pihak Mekkah.
  • Maka para sahabat diberitahukannya tentang strategi yang telah diatur Rosul, sehingga dengan adanya perjanjian tersebut Madinah sangat beruntung.
  • Terbukti dengan strategi tersebut masuklah dua oarang panglima Mekkah Khalid bin Walid dan Amr bin ‘Ash kedalam Islam (Madinah), kemudian keduanya dikembalikan ke Mekkah untuk berda’wah menyelamatkan umat, 105/5.
  • Ternyata banyak warga Mekkah yang menjadi warga Madinah.
  • Maka Rasul senantiasa mengadakan perjanjian / Bai’at kepada orang-orang yang menyatakan hijrah ke Madinah, 9/12,13.
30. Pada tahun ke 7 Hijrah Rasul membuat program.
  • Program jangka pendek adalah Futuh Mekkah.
  • Program jangka panjang mengirim surat-sirat kepada Raja-raja.
  • Raja Heraclius – Romawi oleh Dihja bin Khalifah Alkabi.
  • Raja Chosru II – Persia oleh Abdullah bin Khudzafah.
  • Raja Muqauqis – Mesir oleh Khatib bin Abi Balta’ah.
  • Raja Al-Harits bin Abi Samar – Syam oleh Syuhya bin Wahab Al-Asady.
  • Raja Negus – Habsyi oleh Amr bin Umaiyah.
  • Raja Bazan – Yaman oleh Muhajir bin Umaiyah.
  • Pengiriman surat-surat ini adalah sebagai ekspansi.
31. Pada tahun 8 Hijrah.
  • Terjadi perang Mu’tah
  • Dilatar belakangi oleh pembunuhan yang dilakukan oleh Raja Syam kepada utusan Rasul.
  • Tentara Kafir yang tak terhitung jumlahnya vs Madinah 3.000 Mujahid.
  • Pada penyerangan ke Syam, madinah kalah karena kekuata yang tidak seimbang.
  • Dalam perang tersebut gugurlah 3 orang panglima Madinah sebagai Syuhada’, Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, Abdullah bin Rawahah. Dan pasukan yang masih tersisa ditarik ke Madinah oleh Panglima Khalid bin Walid.
32. Pada tahun ke 9 Hijrah
  • Pasukan ‘berani mati’ (Jaisul Usron) dengan kekuatan 4.000 Mujahid yang dipimpin oleh Rasul bermaksud untuk menyerang Syam, namun penyerangan tidak dilanjutkan.
  • Rasul memutar haluan untuk menyerang Mekkah dan menghancurkan Mekkah dengan sehabis-habisnya.
  • Pasukan bertambah lagi menjadi 10.000 Mijahid.
  • Sebelum menyerang Mekkah Rasul membuat strategi dulu di lembah Gudaid, strateginya adalah strategi Ibrahim (memasuki Mekkah dari 4 Penjuru), 2/260, 105/1-5.
  • Bagian Barat dipimpin oleh Saad bin Abi Waqash.
  • Bagian Timur dipimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah.
  • Bagian Selatan dipimpin oleh Khalid bin Walid.
  • Bagian Utara dipimpin oleh Zubair bin Awwam.
  • Kemudian Rasul memperhitungkan bahwa Islam akan menang Insya Allah dalam keadaan aman, 48/27.
  • Sebelum menghancurkan Mekkah Abu Sufyan menyatakan untuk masuk Islam (Madinah), dan siap melaksanakan Dien-ul-Islam.
  • Rasulullah menginstruksikan kepada semua orang-orang mu’min untuk masuk rumah-rumahnya, pos-posnya, masjid-masjidnya. Strategi ini memakai pola (strategi) Sulaiman AS, 27/18.
  • Strategi Rasul berhasil mamasuki Mekkah, maka Rasul langsung menginstruksikan agar semua menyerbu Mekkah.
  • Menghancurkan semua berhala-berhala dan programnya.
  • Menghancurkan struktur Mekkah dengan sehabis-habisnya,17/7.
  • Kenapa harus dihancurkan sehabis-habisnya?, karena 9/17,18.
  • Menyerbu Mekkah sambil meneriakkan 17/81.
  • Dengan hancurnya struktur Mekkah, maka Rasul mengangkat Muadz bin Jabal sebagai duta Madinah di Mekkah.
  • Inilah yang dikatakan “Yaum-ul-Akhir”.
33. Pada tahun ke 10 Hijrah
  • Pelaksanaan haji wada’ (persiapan) dengan jumlah mu’min atau pasukan sebanyak 140.000 jama’ah berkumpul di ‘Arafah.
  • Maka pada saat itu pula Allah menurunkan 5/3.
  • Pada Khutbahnya Rasul berpesan kepada kita untuk berpegang kepada Kitabillah dan Sunnah Rasul-Nya.
34. Pada tahun ke 11 Hijrah
  • Rasul wafat pada tanggal 8 Juni 634 M / 12 Rabi’ul Awal.
  • Maka Madinah dipimpin oleh Khalifah Abu Bakar Shiddiq.
  • Dan program selanjutnya adalah ekspansi ke seluruh dunia / Khalifah fil Ardh.

Kesimpulan

  1. Tugas setiap Rosul adalah untuk menegakkan Dien Allah secara Kaffah, 48/28, 42/13, 33/62.
  2. Sunnah / Sejarah Rosul adalah aktifitas yang dinamakan langkah / perjuangan dalam menegakkan Dien Allah yang dimulai dari Iqra’ – Alyauma, Mekkah – Madinah.
  3. Kapan saja dimana saja menegakkan Dien harus berpola pada Sunnah jika tidak bukan ibadah namanya.
  4. Demikian sejarah perjuangan Islam pada masa Rasul, bagaimana dengan sejarah perjuangan Islam di Indonesia?


Sumber : Studi Komprehensif Islam Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar