21 Jan 2012

Esemka ~ Kancil ~ Tawon dan Beberapa Mobil Buatan Indonesia


Esemka adalah mobil buatan lokal (Indonesia) yang sedang ramai di beritakan media lokal Indonesia, Namun tahukah anda bahwa semangat memproduksi kendaraan lokal indonsia saat ini bisa dibilang sedang marak, seperti Kancil, Tawon, Komodo, Arina, Gea, Akaba dan yang terakhir adalah Arlip. Esemka, Kancil, Tawon dan berbagai merk lainnya ini terdiri dari beberapa jenis dan anda akan melihat tampilan beberapa produk tersebut pada halaman ini. Memang ada kerinduan masyarakat akan kemampua orang-orang Indonesia untuk membuat mobil sendiri, setidaknya jika seluruh komponen karoseri yang dimiliki itu dirancang, mempergunakan dan dibuat oleh murni orang-orang Indonesia dengan lisensi mereka sendiri. Terlebih jika, mobil-mobil tersebut secara keseluruhan (karoseri + mesin) di buat di Indonesia.

Beberapa mobil buatan Indonesia ini ternyata memiliki teknologi penggunaan bahan bakar yang berbeda-beda, seperti MARLIP (MARMUT LISTRIK LIPI) adalah kendaraan yang menggunakan Listrik sebagai bahan bakar dan MOBIL GEA (Gulirkan Energi Alternatif) yang menggunakan GAS sebagai bahan bakar. Kendaraan-kendaraan ini pun di buat untuk berbagai keperluan mulai untuk keperluan pribadi hingga kendaaraan Usaha.

Silahkan Simak bahasan Mobil-mobil buatan Indonesia dibawah ini.

1. MOBIL ESEMKA

Mobil Esemka memang layak mendapatkan sorotan berbagai media Indonesia, mengingat beberapa produk yang mereka luncurkan, Gaya dan penampilan Mobil ini sungguh menarik minat masyarakat. Mobil "Cling" Esemka pada awal "debutnya" memiliki Kandungan komponen lokal sebanyak 80 persen dan sisanya masih impor. Mobil yang termasuk jenis Sport Utility Vehicle (SUV) ini bermesin bensin dan memiliki kapasitas 1.500 cc dengan empat silinder plus sistem bahan bakar injeksi. Mesinnya merupakan produksi industri otomotif Korea, KIA (Mengingatkanku pada TIMOR yang hancur lebur). Mesin ini mampu memproduksi 105 tenaga kuda pada putaran mesin 5.500 rpm. Mobil Esemka dibuat dan dirakit oleh siswa-siswa SMKN 2 Solo, SMKN 5 Solo, dan SMK Warga Solo yang didampingi oleh Kiat Motor, Klaten. Jokowi , walikota surakarta adalah salah seorang pejabat yang pertama kali mempercayai dan menggunakan Mobil ESEMKA sebagai mobil dinas. Ia mengatakan "Sampai detik ini saya gunakan enggak ada kekurangan. Mesinnya halus, AC nya dingin, joknya nyaman, ruang kabinnya lega. Apalagi coba. Komentar saya hanya bagus dan nyaman semuanya,”. Esemka SUV secara umum cukup meyakinkan. Dengan kapasitas penumpang lebih banyak dari kebanyakan SUV hal ini menjadi wajar mengingat ukuran Eskemka yang mempunyai panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm serta tinggi 1.630 mm. Untuk urusan mesin Esemka menggendong mesin bensin 1.500 cc type SOHC yang menggunakan multi point injection 4 silinder bensin. Tenaga yang dihasilkan mesin pada 5.500 RPM adalah 105 Hp angka ini sebenarnya masih kalah dibanding kebanyakan SUV yang ada. Hanya saja memang Esemka belum punya fitur airbag. Harga Esemka jika sudah di produksei masal dibanderol Rp 90 Juta, harga yang terbilang murah untuk spesifikasi Esemka yang cukup menarik.



2. MOBIL TAWON

Mobil imut buatan PT Super Gasindo Jaya. Mobil Tawon ini sudah mampu membawa 4 orang dan dibanderol dengan harga 48 Juta. Dengan kapasitas mesin 650 cc dengan 4 Percepatan Transmisi Manual dan dapat dipacu hingga kecepatan 100 km/ jam! Diperkirakan mobil ini akan menggantikan bajaj2 di Jakarta dan jg akan diproduksi secara massal. Dinamakan Tawon karena filosofinya, Tawon itu rajin bekerja, pagi-pagi sudah bekerja, selain itu, Tawon memiliki komunikasi yang sangat tinggi antar sesamanya, serta hanya mau bersarang di tempat yang bersih. Tawon pun menghasilkan produk yang berdayaguna seperti madu, serta dengan sengatnya, membuat Tawon tidak mudah diganggu. AG-TAWON menggunakan bahan bakar BENSIN dan atau bahan bakar gas CNG, dan sudah memenuhi standarisasi Euro III, sehingga ramah lingkungan. AG-TAWON mulai dikembangkan sejak tahun 2007, dan diproduksi sejak tahun 2009, serta mengandung 90% Kandungan Lokal.



3. MOBIL GEA

GEA merupakan singkatan dari(Gulirkan Energi Alternatif). Nama GEA diberikan karena mobil yang bentuk dan spesifikasi mesinnya sangat mirip Nano tersebut memakai bahan bakar gas yang dijamin bisa ramah lingkungan. Jika diberi izin pemerintah, GEA menjadi merek mobil Indonesia yang produsennya adalah PT Inka (Industri Kereta Api), diprediksi PT INKA bisa memberi harga GEA pada banderol Rp 45 juta – Rp 50 juta per unit. Mesin GEA ini berkapasitas 650 cc dan telah diuji telah menempuh 10 ribu km dengan kecepatan 85 km per jam.


4. MOBIL KANCIL

Kancil (singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didisain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT. KANCIL (singkatan dari Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari). Beberapa komponen yang dikembangkan bersama berbagai industri komponen dalam dan luar negeri, dan Politeknik Mekanik Swiss (sekarang POLMAN) Bandung untuk sistem Front knuckle arm. Brakedrum dan wheel hub dikembangkan bersama PT. Bakrie Tosanjaya. Mesin dibuat oleh Fuji Heavy Industries, pabrikan pembuat mobil Subaru, Jepang.[1] Rear Axle dibuat oleh Fuji Machinery, juga dari Jepang. Transmisi otomatis (CVT, Torque Converter) dibuat oleh Huffco-Comet, Amerika Serikat. Sedangkan panel fiberglass body dibuat oleh PT. Induro, Tangerang.[rujukan?]. Panel body ini dikembangkan dari 2 buah master sample body dan cetakan pertama yang dibuat oleh PT. AITEM, suatu unit usaha di bawah PT. Dirgantara Indonesia. Sedangkan styling dan master clay model-untuk body-nya sendiri dibuat oleh PT. KANCIL sendiri. Mobil KANCIL memenuhi syarat layak jalan dari Departemen Perhubungan setelah memenuhi dan melalui beberapa syarat pengujian. Begitu juga wewenang untuk membuat Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dimiliki oleh PT. KANCIL. Dimensi Utama kancil adalah (panjang x lebar x tinggi) : 2.800 x 1.385 x 1.720 mm. Mesin : bensin, 1 silinder, 404 cc, 4 langkah, EH41 DUS. Tenaga maksimum : 13,5 hp (3.600 rpm). Kapasitas Tangki Bahan Bakar : 20 liter.




5. MOBIL KOMODO

Nama Komodo disematkan bukan karena bentuk mobilnya yang seperti Komodo, namun lebih pada fungsinya yang seperti Komodo, yakni selain kuat, Komodo bisa hidup di dua alam sekaligus. Seperti namanya, jangankan di lumpur, di air sekalipun Komodo sudah teruji kehandalannya. Mobil Komodo adalah garapan PT Fin Tetra Indonesia asal Cimahi, Jawa Barat. Komodo hanya mampu membawa 2 orang penumpang. Fin Komodo Teknologi, yang memproduksi mobil offroad, Komodo, teru berevolusi. Sejak pertama kali dikenalkan tahun 2007 lalu. Dan sekarang, sudah empat generasi pengembangannya, yang kini di banderol seharga Rp 70 Jutaan. Mobil offroad yang diprpoduksi di Cimahi ini kini bertenaga 14 Hp dan torsinya 17,6 Nm, dengan transmisi otomatis yang responsif. Bisa meminum premium, dengan konsumsi bahan bakarnya 1 liter bisa menempuh jarak 20 km.

6. MOBIL ARINA

Mobil Arina ini kapasitas mesinnya hanya 150 cc, kecepatannya mampu dipacu sampai dengan 70 km/jam, namun konsumsi BBMnya cukup hemat yaitu mencapai 40 km untuk 1 liter bensin. Mobil Arina, yang merupakan singkatan dari Armada Indonesia, badan hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes). Mobil mikro Arina akan terus dikembangkan sehingga menjadi 100 persen buatan negeri. Jika sudah 100 persen lokal, harganya bakal berada di bawah Rp 30 juta .


7. MOBIL WAKABA

Pengembangan mobil WAKABA singkatan dari Wahana Karya Bangsa ini dilakukan di Universitas Pasundan dengan melibatkan tiga orang peneliti dan 12 mahasiswa universitas Pasundan. Dana pengembangannya selain dari Pemda Jawa Barat, juga dari kementrian ristek serta Unpas dan Working Group yang menghabiskan dana lebih dari Rp 200 juta. Mobil kecil itu bermesin bensin 500 cc. Mesin yang dipakai mesin buatan BPPT Kemetrian Riset dan Teknologi, dengan tingkat kecepatan yang low speed.


8. MOBIL MARLIP

Selain mobil-mobil berbahan bakar konvensional di atas, ternyata jauh-jauh hari anak-anak Indonesia sudah merancang mobil listrik. Adalah Mobil bertenaga listrik produksi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) —disebut MARLIP (marmut listrik LIPI) dan dipasarkan PT. Marlip Indo Mandiri —merupakan salah satu wujud solusi ilmu pengetahuan dan teknologi atas krisis energi di negeri ini. Marlip di antaranya telah digunakan di rumah sakit, lokasi wisata, markas kepolisian, dan lapangan golf. Marlip juga digunakan saat peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika di Bandung. Namun, pemanfaatannya tetap belum signifikan. Spesifikasi teknis Marlip adalah berkecepatan 40 km/jam untuk jalan datar dan 20 km/jam untuk tanjakan, jarak tempuh 300 km, masa aktif delapan jam, waktu pengisian baterai tercepat 2,5 jam (rata-rata 4-5 jam), dan berat kosong 300 kilogram untuk jenis city car dan smart. Harga pesanan Rp 40 juta per unit.


9. MOBIRA (MOBIL RAKYAT) BUATAN PT SARIMAS AHMADI PRATAMA


Prototipe mobil Mobira 100% dibuat sendiri oleh DASEP AHMADI , pemilik PT. SARIMAS AHMADI PRATAMA, salah seorang dosen di ITB. Engine dari Mobira ini pun didesign dari nol dan dibuat sendiri dan di cor sendiri. “Saya ingin menunjukkan bahwa anak bangsa juga bisa membuat mobil sendiri tanpa impor komponen,” Tegas Ir. Dasep Ahmadi. Inilah Mobira alias Mobil Rakyat. Mobil mungil berwarna orange ini dipersiapkan khusus untuk kalangan strata menengah ke bawah. Yang menarik, mobil rakyat ini 100 persen buatan anak bangsa. Tidak ada komponen dari luar negeri. Semuanya diproduksi dalam negeri. Bodi, mesin, komponen, penggeraknya, semuanya diproduksi oleh putra bangsa. Bodi mobilnya 99 persen terbuat dari aluminium. Begitu juga cashing mesin, sasis, panel-panel mesin, serta komponen pengeraknya juga terbuat dari aluminium. Tipe mesin automatic. Silinder tunggal dengan kapasitas 200 cc. Kecepatan 50 sampai 60 kilometer per jam. Hemat bahan bakar. Jarak tempuh 30 kilometer per liter. BBM menggunakan premium biasa.

10. MOKO SULAWESI

MOKO adalah mobil Nasional (Mobnas) yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang menggandeng PT. Industri Kereta Api (PT INKA)dan Universitas Hasanuddin. Dalam proses perakitannya, mobil ini melibatkan 15 mekanik dan beberapa siswa jurusan teknik SMK 6 Makassar di Kawasan Industri Makasar (KIMA). Saat ini MOKO (Mobil Toko) buatan Makassar ini dirakit dengan kandungan komponen lokal mencapai 80%. UNHAS, melalui Pembantu Rektor III Prof Dr. Nazaruddin Salam, MT dan dekan fakultas Teknik Dr Ing Ir Wahyu H Piarah MS. ME telah bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, untuk memasukkan usulan pengembangan mobil moko jauh lebih baik lagi, bahkan direncanakan akan di buat versi mobil tenaga matahari. Mobil moko memakai mesin 2 silinder 4 tak, ini pun masih boros, setirnya belum powersteering jadi masih berat untuk diputar. Tiga komponen utama yang masih kurang adalah mesin, chasis dan interior masih jauh kalah dengan mobil komersil buatan jepang atau eropa. Harga jual MOKO ke konsumen di prediksi akan berada di angka kisaran 50 sampai 60 juta.




Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar