4 Okt 2012

Ayat demi ayat meluruhkan hatinya


Ayat demi ayat meluruhkan hatinya. Kebenciannya terhadap Islam dan Muslim menguap. "Inilah kebenaran. Pertanyaannya, bagaimana aku berubah," kata Ibrahim Killington. Ketertarikannya membaca isi Al Quran berawal dari perkenalannya dengan Baba Ali yang santun dan humoris. Ia begitu terkejut, ternyata ada Muslim yang humoris dan santun.

Ia mulai membaca Alquran. Ia pikir, ia telah mendapatkan kesempatan untuk membaca kitab yang menjadi rujukan teroris. Awalnya, ia takut terpengaruh. Nyatanya, ia begitu terkejut dengan isi Alquran.

Ibrahim Killington, Sebelum menjadi Muslim, lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, Menenggak minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. "Saya bergaul dengan orang yang sama seperti saya. Dengan harapan, kesenangan dan kebahagian itu tak pernah berakhir," kenang dia.

Pemberitaan negatif baik cetak maupun elektronik yang semakin gencar juga mempengaruhi pandangannya terhadap Islam dan Muslim. Pemberitaan itu menanamkan padanya bahwa setiap Muslim melakukan kekejaman di seluruh dunia. Kebenciannya terhadap Islam dan Muslim mulai tumbuh. Ia merasa negaranya sudah diacak-acak oleh Islam dan Muslim. "Mereka itu penjahat berbahaya di dunia," kata dia.

Satu hari, ia mendengar siaran radio tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW, dari sebuah program 'Terror Talk'. Radio itu mempertanyakan keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan studi banding prilaku terorisme di seluruh dunia. "Saya mulai mempertanyakan apa yang diyakini umat Islam pada waktu itu. Kebetulan saya tengah mencari kebenaran," kata dia. Peristiwa ini juga memicunya untuk mengenal lebih dalam tentang kebenaran dalam Islam baik dari bacaan-bacaan maupun dari dunia maya.

Dengan ayat-ayat Al Qur'an, kebenicannya terhadap Islam terus menguap. Untuk dapat berubah, Pertama yang ia lakukan adalah pergi ke masjid. Ia habiskan waktu sepanjang hari untuk banyak membaca literatur tentang Islam. Ia mengatakan kepada ibunya bahwa ia tengah berada di masjid. Mendengar itu, ibunya sontak berteriak. "Tidak, anda tidak bisa berada di masjid. Anda adalah seorang Kristen," kata ibunya.

"Banyak cerita tentang bagaimana kisah orang yang memeluk Islam. Mereka merasa kembali ke rumah setelah sekian lama pergi. Itulah yang aku rasakan," kenang dia.

"Ketika anda ingin mencari tahu tentang Islam dan Muslim, ada baiknya anda pergi ke masjid. Di sana, anda akan mendapatkan informasi sebenar-benarnya. Jangan takut akan apa yang keluarga anda pikirkan. Islam itu lahir untuk kita, umat manusia," paparnya lagi.

Sumber: Republika.co.id Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar