29 Jan 2011

LG Buka 11 Gerai Pusat Servis


LG Buka 11 Gerai Pusat Servis

JAKARTA--MICOM: Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, PT LG Electronics Indonesia menambah 11 gerai pusat servis guna memperkuat layanan purnajual di tengah upaya menjadi pemimpin pasar elektronik di Indonesia.

"Saat ini LG memiliki 52 pusat servis dan akan menambah 11 pusat servis baru tahun ini, sehingga menjadi 63 gerai," ujar Direktur Layanan Pelanggan PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) An Seonghun di Jakarta, Rabu (26/1).

Pusat servis baru tersebut tersebar di beberapa daerah antara lain Kelapa Gading dan Mangga Dua (Jakarta), BSD (Bumi Serpong Damai), Tarakan, Rantau Prapat (Sumatera Utara), Bangka, dan Rengat.

Dari 11 pusat servis tambahan tersebut, delapan di antaranya merupakan pusat servis untuk seluruh produk LG, mulai dari barang elektronik rumah tangga sampai dengan produk teknologi informasi, (TI) dan telepon genggam.

Sisanya, dua di antaranya merupakan pusat servis khusus untuk produk (TI) dan telepon genggam, dan satu pusat servis khusus untuk produk TI saja yaitu di Mangga Dua.

Ditambahkan Manager Layanan Pelanggan LGEIN Rully Sujarko, investasi satu gerai layanan mencapai sekitar Rp300 juta. Selain penambahan jumlah pusat servis, LGEIN juga, kata dia, menyiapkan pusat informasi (call centre) tanpa libur untuk melayani pertanyaan calon konsumen seputar produk dan tips menggunakan produk secara benar.

"Konsumen bisa menghubung nomor bebas pulsa 0800-123-7777. Tim kami akan siap memberikan solusi tepat bagi setiap keluhan konsumen yang masuk," katanya.

Perusahaan elektronik itu juga meluncurkan tujuh program layanan purnajual, yaitu jaminan kunjungan teknisi ke rumah pelanggan, kemudian pengecekan produk secara berkala yaitu 10 hari, 10 minggu, dan 10 bulan, terutama untuk produk elektronik kelas atas.

Selain itu, LG juga mencanangkan target servis satu hari untuk telepon genggam atau telepon genggam itu diantar bila tidak selesai dalam satu hari. "Biasanya perbaikan telepon genggam membutuhkan waktu sekitar 25 menit dan bila hanya meng-'up grade' saja hanya 10-15 menit," kata Rully.

Sementara itu, Presdir LGEIN Kim Weon Dae optimistis pasar elektronik di Indonesia akan tumbuh signifikan seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah, kenaikan pendapatan per kapita, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Indonesia merupakan pasar yang strategis bagi LG Electronics. Indonesia bersama negara ASEAN lainnya merupakan pasar elektronik yang terus berkembang, dibandingkan Amerika Serikat dan Uni Eropa," ujar Kim.

Ia mencanangkan LGEIN yang memiliki pabrik di Legok (Tangerang) dan Cibitung (Bekasi) mampu memimpin pasar elektronik di Indonesia. Tahun lalu menurut Konsultan Pusat Loyalitas dan Kepuasan Pelanggan, Yuliana Agung, pasar elektronik Indonesia mencapai Rp28 triliun.

"Di tengah persaingan pasar elektronik yang ketat, tidak hanya bagi sesama barang elektronik bermerek, tapi juga dengan non-merek, maka keunggulan layanan purnajual sangat menentukan untuk meraih pasar yang lebih besar," katanya. (Ant/OL-2) 


Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar