1 Feb 2011

ElBaradei, Agen Amerika Penunggang Revolusi Mesir


ElBaradei, Agen Amerika Penunggang Revolusi Mesir

Jakarta (SI ONLINE)-Dalam wawancara di sebuah televisi swasta nasional, Selasa pagi (1/2/2011), mantan rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra mengatakan bahwa jika Presiden Hosni Mubarak mundur maka diperlukan tokoh yang bisa diterima semua kalangan untuk memimpin Mesir. Azyumardi menunjuk tokoh yang dimaksud adalah Mohammed ElBaradei. Mantan Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) itu dinilai Azyumardi bisa diterima kalangan Islam sekaligus dunia internasional, termasuk Amerika.

Azyumardi beralasan bahwa sulit mencari pengganti Hosni Mubarak. "Tokoh Ikhwanul Muslimin pun tidak ada", alasannya.

Tentu, pendapat Azyumardi itu bukan sekedar pendapat seorang 'cendekiawan muslim', tetapi merupakan 'suara Amerika'. Azyumardi menyuarakan kepentingan Amerika. Apakah suara itu bisa diterima rakyat Mesir?. Belum tentu.

Partai al-Karama,salah satu partai politik Mesir, jelas-jelas menyatakan ElBaradei hanyalah orang yang menunggangi aksi rakyat Mesir. Menurut laporan Kantor Berita Fars News mengutip Reuters, di saat sebagian kelompok-kelompok politik Mesir tengah melakukan penjajakan dan berunding untuk mencitrakan Mohammad ElBaradei sebagai pemimpin oposisi, Partai al-Karama menentang keras kasak-kasuk ini.

Dalam laporannya Reuters menyebutkan bahwa Partai al-Karama secara transparan menolak keras ide ini seraya menegaskan bahwa selama ini Mohammad ElBaradei tinggal di luar Mesir.

"ElBaradei ingin menunggangi aksi rakyat Mesir menentang Hosni Mubarak," tegas Hamdeen Sabahy, Ketua Partai al-Karama.

Alasan penolakan itu, ElBaradei sebagai pejabat diplomasi Mesir lebih banyak menghabiskan umurnya di luar Mesir. ElBaradei tiba di Mesir pada 28 Januari tepat tiga hari setelah dimulainya kebangkitan rakyat Mesir dan sebagian kelompok politik Mesir berusaha memperkenalkannya sebagai wakilnya.

Mohammad ElBaradei (68) menjabat Dirjen IAEA hingga tahun lalu dan selama itu pula ia tidak pernah mengambil sikap kritis terhadap pemerintah Hosni Mubarak. Penentangannya terhadap pemerintah Mubarak baru dilakukannya pada Februari tahun lalu setelah kembali ke Mesir.

Sekilas El Baradei

Mohamed ElBaradei lahir pada 17 Juni 1942 di Kairo, Mesir. Ia adalah anggota Asosiasi Hukum Internasional dan American Society of International Law.

Pada 7 Oktober 2005, Baradei dan IAEA dianugerahi Penghargaan Perdamaian Nobel untuk "usaha-usahanya dalam mencegah energi nuklir dari digunakan untuk tujuan-tujuan militer dan untuk memastikan bahwa energi nuklir untuk tujuan yang damai digunakan dalam cara-cara paling aman."

Ia menikah dengan Aida Elkachef, seorang guru TK di Sekolah Internasional Wina, dan mempunyai dua orang anak, Laila dan Mostafa.

Gelar doktornya diperoleh dari Universitas New York dalam bidang Hukum internasional pada tahun 1974. Sementara gelar sarjana hukumnya diperoleh dari Universitas Kairo tahun 1962. Karernya dimulai tahun 1964 di Kementerian Luar Negeri Mesir. Pada tahun 1980 ia bergabung dengan United Nations Institute for Training and Research sebagai penanggung jawab program Hukum Internasional. Sejak 1984 mulai meniti karier di IAEA, hingga menduduki kursi direktur jenderal.

Jika ElBaradei berhasil menjadi tokoh oposisi dan menggantikan Mubarak, nasib rakyat Mesir ibarat keluar dari mulut Harimau masuk ke mulut singa. Amerika tetap mencengkeramkan kukunya di Mesir. Saatnya gerakan-gerakan Islam dan tokoh-tokoh Islam mesir mengambil alih dengan menerapkan sistem Islam. Mumpung semua belum terlambat.
Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar