HATI-HATI 10 HAL PEMBATAL SYAHADAT

Allah telah mewajibkan bagi seluruh hambanya untuk masuk ke dalam Islam dan berpegang teguh dengan ajaran-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang menyimpang darinya....

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM

Inilah hal pertama yang harus kita pelajari dalam islam yaitu mengenal manusia, mengenal diri kita. Jika ada anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya,....

Trading Forex Modal Gratis 15$

Anda mudah dalam Membuka Account Live untuk transaksi real, tidak terbatas membuka akun demo sebagai sarana untuk menguji atau latian, berbagai jenis account forex...

Mengenal Al-Quran.

Al-Quran berasal dari kata : ?َ?? - ???? - ????? - ????? berarti bacaan. Al-Quran adalah Kalamullah yang mulia dan terpelihara

Mengenal Allah

Mengenal Allah SWT, adalah suatu bagian terpenting bagi seorang yang mendeklarasikan dirinya seorang Muslim. Manalah mungkin ia bisa mengatakan dengan lantang bahwa dirinya muslim, sementara ia tidak mengenal dan memahami Allah yang menjadi sembahannya.

Skenario Global Kehidupan Manusia

Kehidupan dibumi telah dilalui pada suatu masa yang penuh dengan kegelapan. Tidak ada toleransi dan persamaan hak diantara mereka. Pertumpahan darah dan permusuhan berlangsung sebagai suatu hal yang biasa.

Makna Dien-ul-Islam

Sesungghnya Islam itu dien samawi yang befungsi sebagai rahmat dan nikmat bagi manusia seluruhnya. Din Islam memiliki nilai kesempurnaan yang tinggi, lagi pula sesuai dengan fitrah manusia dan cocok dengan tuntutan hati nuranimanusia seluruhnya sebagai makhluk ciptaan Allah dalam menerima Dinullah yang hak.

6 Agu 2011

Kisah Revert Angel mantan Kristen USA

Setiap Muslim memiliki cerita tentang perjalanan mereka ke Islam. Masing-masing menarik dan membuat saya penasaran. Tuhan benar-benar meemandu yang Dia inginkan. Saya merasa begitu diberkati telah menjadi salah satu yang dipilih. Berikut ini adalah cerita saya.


Saya selalu percaya pada satu Tuhan. Saya seluruh kehidupan saat kesulitan, Aku meminta Tuhan untuk membantu bahkan ketika saya masih kanak-kanak. Aku ingat menangis di lututku di dapur,
menjerit dan menangis. Aku berdoa kepada Tuhan untuk membuatnya berhenti. Agama di sisi lain
tidak pernah masuk akal. Semakin tua, semakin sedikit yang benar-benar masuk akal bagi saya. Orang-orang berpikir mereka adalah negosiator antara Anda dan Tuhan.


Saya merasakan yang sama tentang yesus. Bagaimana cara kerjanya bahwa pria ini akan menyelamatkan kita semua dari dosa? Mengapa kita memiliki hak untuk berbuat dosa hanya karena dia? Saya menolak Alkitab dalam semua versi nya, mempercayai sesuatu yang telah diterjemahkan dan ditulis ulang berulang kali tidaklah menjadi kata-kata Allah yang sebenarnya. Sekitar usia lima belas aku harus menyerah pada gagasan menemukan Allah.


Tumbuh pada keluarga seperti rata-rata keluarga Amerika. Semua orang yang kukenal punya masalah yang sama ketika tumbuh. Ayahku adalah seorang pekerja keras beralkohol kerah biru. Dengan berjalannya waktu kondisinya memburuk, dan begitu pula penyimpangan nya. Pelecehan seksual, kekerasan fisik, dan ketakutan membuat jejak di masa kecilku yang akan mencerminkan sisa hidup saya. Dia meninggal ketika aku berada di kelas enam. Orangtuaku bercerai saat itu. Aku adalah anak bungsu dari delapan anak. Ibuku akan pergi bekerja untuk kami, dan aku sendiri banyak di rumah.


Di sinilah saya, salah satu dari anak-anak yang menarik diri dari masyarakat, yang menakut-nakuti orang ketika mereka berjalan ke sebuah ruangan. Saya mulai mengenakan pakaian hitam dan make up gelap. Aku mendengarkan musik gothic dan berkhayal tentang kematian. Kematian sepertinya menjadi kurang ditakuti dan lebih dari solusi untuk masalah. Aku merasa sendirian sepanjang waktu, bahkan ketika disekitar teman-teman. Saya mencoba untuk mengisi kesenjangan dengan rokok, kemudian alkohol, seks, narkoba dan maka apa pun yang akan membawa saya dari pikiran saya. Saya mencoba untuk bunuh diri setidaknya lima belas kali. Tidak peduli apa saya mencoba rasa sakit ini di dalam diri saya sepertinya tidak pernah mereda.


Saya masih kuliah ketika aku hamil putra saya, Aku takut untuk kesehatan anak saya dan
tidak bisa bermimpi membiarkannya pergi. Saya bekerja tanpa henti untuk menyediakan bagi anakku.
Meremas semua rasa sakit dan kemarahan dalam hati saya, saya mengubah hidup saya beberapa kali.
Pada saat itu, saya tidak bisa percaya seorangpun. Tiga tahun kemudian, Aku mulai berkencan lagi. Aku bertunangan. Saya benar-benar ingin memiliki sesuatu yang lebih. Seperti dengan semua pengalaman masa lalu saya, dunia saya kembali runtuh. Saya berumur 25 tahun dan hamil dengan putri saya dan mengakhiri hubungan dengan tunangan saya setelah dia berulang kali menipu dan manyakiti fisik saya. Aku tidak tahu apa yang berikutnya terjadi.


Selama waktu ini saya bekerja untuk seorang pria Pakistan yang Muslim. Saya tidak pernah menonton berita atau bahkan benar-benar peduli apa yang sedang terjadi. Menjadi Muslim bagi saya adalah tidak berbeda daripada agama lain. Waktu berjalan danAku berteman dengan beberapa pria Muslim. Aku mulai memperhatikan suatu perbedaan secara dramatis. Mereka memiliki moral tidak diragukan lagi. Pengabdian kepada Tuhan dengan cara yang mengharuskan mereka untuk berdoa lima kali sehari. Apalagi kenyataan bahwa mereka tidak minum atau obat-obatan. Untuk generasi saya
ini adalah moral pada sekolah tua, mungkin kakek-nenek Anda mungkin telah diikuti.


Ketika putri saya lahir, anda tidak dapat membayangkan betapa terkejutnya saya ketika salah satu dari orang-orang ini datang dan membawa hadiah. Aku terkejut bodoh, dia memeluknya dan berbicara kepadanya Aku belum pernah melihat orang berperilaku seperti ini kepada bayi. Kebaikannya meningkat dengan waktu selama empat bulan ke depan. Aku tidak bisa mengungkapkan kasih yang ditunjukkan kepada kami. Perlahan-lahan minat saya dalam agama mereka menjadi tumbuh. Aku ingin tahu apa agama bisa menanamkan nilai-nilai macam kepada orang-orang.


Saya tinggal bersama dengan tujuh orang dalam satu rumah ketika suatu malam aku memutuskan untuk meminjam komputer teman sekamar saya. Aku terlalu takut untuk menyinggung perasaan teman-teman saya dengan meminta mereka pertanyaan, jadi saya berpaling ke internet. Situs pertama saya membuka adalah http://www.islam-brief-guide.org. Aku menemukan diriku bodoh. Itu jika kain hitam telah terangkat dari tubuh saya, dan saya bersumpah kepada Anda bahwa saya belum pernah merasa begitu dekat dengan Tuhan. Dalam dua puluh empat jam, aku mengambil Syahadah.


Hingga hari ini sebagian besar waktu saya dihabiskan untuk penelitian. Untuk pertama kalinya dalam hidupku sesuatu telah menghentikan kemarahan, dan rasa sakit. Saya benar-benar merasakan cinta dan takut akan Tuhan. Allah telah menggantikan dalam rasa sakit saya dengan cahaya-Nya, dan keyakinan tentang-Nya. Sejak Konversi saya, Tuhan telah benar-benar memberkati saya.
Tuhan memberi saya kekuatan untuk berhenti merokok, minum dan belum pernah menggunakan obat dalam hampir dua tahun. Saya menikah dengan seorang pria Muslim yang luar biasa. Dia telah mengambil anak saya dan menjadikan bagian dari kami. Aku punya sesuatu yang saya selalu kuinginkan yaitu sebuah keluarga, [segala puji kepada Allah].


Kisah perjalanan menjadi seorang muslimah dari artikel http://www.islamreligion.com/articles/53/
Lanjutkan Membaca ...

Malik-mohammed-hassan-Muallaf Tunanetra canada

Pertama-tama, saya ingin memulai dengan mengatakan bahwa ini adalah kisah nyata dan bukan untuk ketenaran atau untuk mengkagumi diri saya, tapi demi Tuhan saya dan Tuhan Anda. Semua puji adalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, Pemurah, Pemilik, dan Penyayang di hari penghakiman. Saya ingin mengulang sesuatu yang aku dengar: perjalanan seribu mil harus dimulai dengan langkah pertama, dan ini adalah bagian pertama dari perjalanan saya.

Nama saya adalah Malik Mohammed Hassan, dan aku baru saja masuk Islam. Ketika saya di SMP, aku pertama kali diperkenalkan kepada Islam dengan membaca buku "ROOT" karya Alex Haley. Ini mengajari saya sedikit tentang keinginan yang kuat kebanyakan umat Islam miliki, termasuk saya sendiri. Hal ini juga memperkenalkan saya kepada Allah. Saya belum pernah mendengar Allah dalam bentuk aslinya sampai saya membaca buku itu membuat saya sangat penasaran.

Saya kemudian mulai membaca tentang The Nation of Islam (spesifiknya Malcolm X), dan itu membuat saya terpesona bagaimana dia mengabdikan dirinya kepada Tuhan, terutama setelah ia meninggalkan diri melayani Nation of Islam. Membaca tentang Malcolm membuat saya berpikir tentang Allah yang (untuk perubahan) tidak memiliki keterbatasan fisik dan menjadi orang yang benar-benar buta, itu membuat saya berhubungan dengan orang-orang ini: Malcolm dan Haley yang disebut sebagai Muslim. Saya terus membaca apa yang saya bisa tentang Islam, yang tidak sebanyak dari yang seharusnya. Bahan bacaan saya sangat terbatas, karena seperti saya katakan di atas, saya orang yang buta sebenarnya, dan materi yang tersedia tentang Islam dalam Braille atau kaset tidak hanya sangat sedikit, tetapi juga sangat bersifat umum. Saya percaya alasannya adalah bahwa materi yang aku dapat akses tidak ditulis oleh Muslim, dan hanya melukiskan sebuah gambar gelap tentang Islam. Saya pikir sebagian besar literatur yang ditulis oleh orang kristen atau non muslim tentang Islam memiliki kecenderungan sepanjang waktu. Dan aku tidak tahu tentang adanya Muslim di Halifax, jadi aku jelas tidak tahu. Aku bahkan tidak tahu tentang asosiasi Islam setempat sampai aku sudah menjadi seorang Muslim.

Saya membaca apa yang saya bisa sampai tahun pertama saya keluar dari SMA, sekitar bulan Mei, 1996, ketika saya menerima panggilan telepon menanyakan apakah saya ingin berpartisipasi dalam sebuah kamp untuk orang-orang buta dan tunanetra, dikenal di seluruh Kanada sebagai SCORE. Saya setuju dan mengirimi mereka resume, dan puji Tuhan, saya dikecualikan untuk bekerja.

Pada awalnya, saya benar-benar tidak ingin pergi, tapi sesuatu terus mengatakan pada saya itu akan menjadi ide yang baik jika saya pergi. Jadi, pada tanggal 30 Juni 1996, saya naik pesawat dari Nova Scotia ke Toronto dan mengambil perjalanan terakhir saya sebagai seorang non-muslim, saya hanya tidak tahu itu belum.

Akhirnya saya tiba di Toronto, dan segala sesuatu pada awalnya cukup normal ... Itu adalah pada hari kedua saya di sana ketika perjalanan seribu mil pertama dimulai.

Saya tiba pada hari Minggu, dan pada hari berikutnya saya bertemu orang yang di kuasakan-Nya untuk membimbing saya ke Agama Islam yang indah. Saya bertemu dengan seorang saudara perempuan bernama [xxxx], dan jika dia membaca ini, saya berharap dia tidak marah padaku karena menggunakan namanya.

Ketika saya bertemu dengannya, aku segera ingin berbicara dengannya karena aku suka namanya. Aku bertanya kepadanya apa asal namanya dan dia mengatakan kepada saya bahwa itu adalah bahasa Arab, maka saya bertanya apakah dia muslim dan dia menjawab dengan jawaban ya. Saya segera mulai menceritakan apa yang saya sudah tahu tentang Islam, yang berlangsung sekitar sepuluh detik. Aku mulai mengajukan pertanyaan dan juga meminta untuk berbicara tentang Islam.

Satu peristiwa khusus yang datang ke pikiran saya adalah ketika semua pekerja di kamp pergi ke pertandingan bisbol, dan kakak dan aku mulai berbicara tentang Islam dan melewatkan cukup banyak
dari keseluruhan permainan.

Yah, kami berbicara selama sekitar tiga atau mungkin empat hari dan tentang Islam, dan pada Juli kelima, jika ingatan saya tidak salah, aku telah menjadi seorang Muslim. Hidup saya telah benar-benar berbeda sejak itu. Saya melihat hal-hal yang sangat berbeda dari sebelumnya dan saya akhirnya merasa seperti memiliki keluarga. Semua muslim adalah bersaudara dalam Islam jadi aku bisa mengatakan bahwa saya memiliki sekitar 1,2 miliar semuanya dan saya bangga menjadi terkait dengannya. Akhirnya aku tahu apa rasanya menjadi rendah hati dan untuk menyembah Allah tanpa harus melihatNya.

Untuk pembaca non-muslim, lihatlah dengan cara ini. Ini baik untuk belajar, tapi Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan diuji, jika Anda tidak di kelas pada saat ujian akhir, tidak peduli seberapa banyak Anda tahu, Anda tidak akan pernah mendapatkan kredit apapun. Jadi seperti saya katakan, itu baik untuk belajar, tetapi jika Anda ingin mendapatkan kredit, mendaftar untuk kelas. Dengan kata lain, menyatakan syahadat (kesaksian iman) dan membiarkan Tuhan mengajarkan segala sesuatu yang perlu Anda ketahui. Percayalah imbalannya sungguh berharga. Anda bisa mengatakan imbalannya secara harfiahnya adalah surga.

Kebaikan yang keluar dari cerita ini semua kredit adalah karena Allah, semua kesalahan adalah dari saya sendiri. Saya ingin menyebutkan bagian dari hadits yang telah memiliki efek yang besar pada saya dan itu adalah:
"Sembahlah Allah seolah-olah Anda melihatnya dan jika Anda tidak melihat Dia, ketahuilah bahwa Dia melihat Anda." (Shahih Muslim)

Konversi dari halaman http://www.r-islam.com/en/they-converted-to-islam/men-convert-to-islam/196-malik-mohammed-hassan-canada
Lanjutkan Membaca ...

30 Jul 2011

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 7)

Post artikel ini adalah artikel ke 3 dari seri Mengenal dan Memahami Manusia di dalam Agama/Dien Islam. Artikel ini bersumber dari blog http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/mengenal-manusia-bag-7.html .Silahkan dibaca, semoga memberi manfaat buat anda.
========


Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat

Musuh Besar Dan Teman Sejati Manusia

1. Musuh Manusia

Musuh besar manusia adalah syaithan (iblis la’natullah) dan golongannya yaitu orang-orang yang mengikuti jalan kesesatan. Mereka senantiasa meniupkan bisikan jahat (yuwaswisu fi shudurinnas) ke dalam dada manusia. Al-Quran telah mempertegas: syaitan itu adalah musuh yang harus benar-benar dijadikan musuh. Karena setan itu akan menggiring orang-orang yang mengikutinya ke dalam api neraka.
“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar; maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaithan yang pandai menipu, memperdayakan kamu. Sesungguhya syaithan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai mushmu, karena syaithan itu hanya mengajak golongannya (kelompoknya) supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”, Fathir:5-6.
Pernyataan permusuhan syaithan (iblis) itu telah ia proklamirkan di hadapan Allah ketika ia terusir dari surga.
“Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada Malaikat: 'Sujudlah kamu semua kepada Adam', lalu mereka sujud kecuali iblis, Dia berkata: 'Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?'. Iblis berkata: 'Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil'”, al-Isro:60-62.
Orang-orang yang sesat dan mengikuti bujuk rayu syaithan mereka adalah hizb al-syaithan/golongan syaithan/partai syaithan. Mereka sangat giat menyuarakan kebatilan dan menghalangi tegaknya kebenaran. Mereka adalah manusia yang merugi di dunia dan di akhirat akan dilemparkan ke dalam neraka Jahannam.
"Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itu hizb al-syaitan. Ketahuilah, bahwa hizb al-syaitan itu, itulah golongan yang rugi", al-Mujadilah:19.
“Barang siapa di antara mereka yang mengikutimu, maka sesungguhnya neraka jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang layak”, al-Isro:63.

2. Teman Sejati Manusia

Adapun teman sejati manusia adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Yang melaksanakan syari'ah-Nya. Yang konsisten menegakkan kebenaran. Mereka adalah Hizb Allah dan hanya hizb Allah lah yang akan meraih kemenangan.
“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya saling berkasih sayang terhadap orang-orang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun puas terhadap limpahan rahmat-Nya. Mereka itulah Hizb Allah. Ketahuilah bahwa Hizb Allah itulah yang akan menang”, al-Mujadilah:22.
Dengan demikian, jelas siapa yang harus dijadikan kawan dan siapa yang harus dijadikan lawan. Maka hendaknya manusia mengambil kawan yang layak dijadikan kawan dan menjadikan lawan siapa yang layak dijadikan lawan. Dengan tegas Rasulullah saw telah memperingatkan kepada kita bila hendak mengambil kawan. Sebagaimana sabdanya:
“Seseorang itu mengikuti dien temannya, maka hendaknya ia memperhatikan siapa yang menemaninya”, Abu Dawud dan Tarmidzi.
Sabda Nabi tersebut menerangkan, bahwa: seseorang itu akan mengikuti agama, kebiasaan, adat istiadat, tabiat temannya. Hal ini, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh teman dalam membentuk dan mewarnai perilaku manusia, baik pengaruh kepada kebaikan dan kepada keburukan. Karena sangat stretegisnya teman ini, maka apabila manusia ingin senantiasa berada dalam kebaikan, maka harus memilih teman yang baik yaitu mu’min sejati.


Alhamdulillah Rabb al-'Alamin



Lanjutkan Membaca ...

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 6)

Post artikel ini adalah artikel ke 6 dari seri Mengenal dan Memahami Manusia di dalam Agama/Dien Islam. Artikel ini bersumber dari blog http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/mengenal-manusia-bag-6.html .Silahkan dibaca, semoga memberi manfaat buat anda.


Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat


Sifat Dasar Manusia Dan Cara Mengatasinya

Manusia diciptakan disertai sifat-sifat dasar yang negatif, yang apabila tidak diarahkan ke arah yang positif, maka akan menjatuhkan dirinya ke dalam kerugian.
“Demi Masa, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling menasihati dalam kebenaran (haq) dan kesabaran”, al-'Ashr:1-3.
Hal ini, merupakan masalah yang sangat serius, karena bila manusia tetap pada tabiat dasar itu, maka ia berada dalam kerugian yang nyata. Oleh karena itu, manusia harus berjuang untuk mengatasinya. Secara umum cara mengatasinya adalah dengan beriman kepada Allah dan melaksanakan amal shaleh, serta saling menasihati untuk tetap dalam haq dan kesabaran. Untuk itu marilah kita mengenali sifat-sifat dasar itu dan cara mengatasinya.

1. Keluh Kesah dan Kikir.

"Sesungguhnya manusia itu diciptakan dengan sifat halu’ yaitu keluh kesah. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir”, al-Ma'arij: 19-21.
Keluh kesah dan kikir timbul karena tidak adanya rasa syukur atas karunia yang Allah berikan dan tidak sabar atas cobaan-Nya, sehingga ia senantiasa merasa kurang dan tidak cukup dalam segala hal dan tidak sabar atas musibah-musibah yang menimpanya. Apabila sifat ini dituruti, maka manusia akan terombang-ambing dalam keragu-raguan, dan sikap syu’udzan kepada Allah, sehingga mengingkari nikmat yang telah Allah berikan. Untuk itu, sifat ini harus diluruskan, dan diarahkan kepada arah yang benar, yaitu dengan mengerjakan shalat dan amalan-amalan shaleh lainnya.


Sedangkan untuk mengatasi sifat kikir yaitu dengan menginfakkan harta kepada fakir miskin.
“Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalat, dan orang-orang yang dalam hartanya terdapat bagian tertentu, bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa, dan orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang yang takut terhadap hari pembalasan, Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman dari kedatanganya, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela, barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melewati batas, Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara syahadatnya, dan orang yang memelihara shalatnya, Mereka itu kekal di dalam surga lagi dimuliakan”, al-Ma'arij: 22-35.

2. Lemah

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu. Dan manusia diciptakan dengan sifat lemah", al-Nisa':28.
Dengan tabiat kelemahan manusia itu, Allah memberikan keringanan dan kemudahan baginya. Untuk mengatasi kelemahannya itu manusia harus menerima kemudahan dan keringan yang Allah berikan. Bagi manusia memadai apa yang telah ia usahakan sesuai dengan keadaannya.
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakan”, al-Najm:39.

3. Susah Payah

Allah menciptakan manusia dalam keadaan yang sangat berat, yaitu adanya berbagai halangan dan rintangan yang harus dihadapinya.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah”, al-Balad:4.
Cara mengatasinya adalah dengan mengadakan perjuangan untuk membebaskan perbudakan manusia atas manusia. Apabila manusia enggan mengadakan perjuangan, maka ia akan senantiasa di dalam kesusahpayahan itu. Oleh karena itu, ia harus bangkit mempergunakan potensi yang ada dan menyusun kekuatan bersama-sama untuk perjuangan pembebasan tersebut.
"Tahukah kamu jalan yang mendaki lagi sukar itu? Yaitu melepaskan budak dari perbudakan, dan memberi makanan pada hari kelaparan kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat dan orang miskin yang teramat miskin dan dia termasuk orang yang beriman dan saling berpesan bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka itu adalah golongan kanan”, al-Balad:10-18.

4. Tergesa-gesa

“Dan adalah menusia bersifat tergesa-gesa”, al-Isro:11.
Tergesa-gesa ialah ingin mendapatkan/mencapai sesuatu dengan segera tanpa memelalui proses yang seharusnya. Karena ketergesa-gesaannya itu, maka manusia sering terjerembab ke jalan yang salah, sehingga hanya menghasilkan kekecewaan. Karena tergesa-gesa adalah merupakan sifat negatif, maka ia harus ditundukkan dan diarahkan ke jalan yang benar.


Cara mengatasinya adalah dengan bersabar, sebagaimana diperintahkan Allah dalam firman-Nya.
“Bersabarlah kamu seperti sabarnya ulu al-'azmi min al-rasul dan janganlah kamu minta disegerakan siksa kepada mereka”, al-Ahqaf:35.


Alhamdulillah Rabb al-'Alamin.


Bersambung.......
Lanjutkan Membaca ...

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 5)

Post artikel ini adalah artikel ke 4 dari seri Mengenal dan Memahami Manusia di dalam Agama/Dien Islam. Artikel ini bersumber dari blog http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/mengenal-manusia-bag-4.html .Silahkan dibaca, semoga memberi manfaat buat anda.
==============


Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat


Tujuan Penciptaan Manusia

Allah SWT telah menegaskan bahwa, Ia menciptakan manusia tidaklah dengan main-main tetapi dengan tujuan yang hak. Dengan diberi tugas dan kewajiban yang akan dimintai pertanggung jawaban.
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”, al-Mu'minun:115.
Tujuan penciptaan manusia adalah mengabdi kepada-Nya, dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai manusia.
"Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku”, al-Dzariyat:56.

1. Fungsi Manusia Di Bumi

Fungsi manusia adalah sebagai khalifah di muka bumi.


"Ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat: 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan manusia di muka bumi sebagai khalifah”, al-Baqoroh:30.


Arti khalifah fil ardhi adalah mandataris Allah untuk melaksanakan hukum-hukum dan merealisasikan kehendak-Nya di muka bumi. Manusia telah dipilih Allah sebagai khalifah-Nya.


Untuk melaksanakan fungsinya itu, Allah mengajarkan manusia ilmu (Asma kullaha).

2. Tugas Manusia

Tugas manusia adalah memelihara amanah yang Allah pikulkan kepadanya, setelah langit, bumi dan gunung enggan memikulnya.
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan menghianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh”, al-Ahzab:72.


Amanat Allah itu adalah berupa tanggung jawab memakmurkan bumi dengan melaksanakan hukum-Nya dalam kehidupan manusia di bumi ini.
“Hai Daud, sesungguhnya Kami telah mengangkatmu sebagai khalifah di bumi, maka hukumilah manusia dengan haq (wahyu Allah) dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu yang menyebabkan kamu tersesat dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang sesat dari jalan Allah akan mendapat siksa yang berat akibat mereka melupakan hari pembalasan”, Shaad:26.


Untuk menunaikan tanggung jawab yang dipikulkan kepadanya ini, manusia harus mengerahkan segala potensi (baik internal dan ekternal) yang ada pada dirinya, dan harus sanggup berkorban dengan jiwa dan hartanya. Dengan pengerahan potensi dan kesanggupan berkurban, maka tugas dan peran manusia untuk mewujudkan kekhalifahan dan menegakkan hukum-Nya pasti akan dapat terwujud.


Adapun manusia yang tidak mau melaksanakan tugas, enggan merealisasikan
tugas dan perannya, maka ia adalah manusia yang jahil (bodoh) dan dzalim.


Alhamdulillah Rabb al-'Alamin


Bersambung...
Lanjutkan Membaca ...

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 4)

Post artikel ini adalah artikel ke 4 dari seri Mengenal dan Memahami Manusia di dalam Agama/Dien Islam. Artikel ini bersumber dari blog http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/mengenal-manusia-bag-4.html .Silahkan dibaca, semoga memberi manfaat buat anda.
======================================


Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat


Potensi Dasar Manusia

B. Potensi Eksternal

Disamping potensi internal yang melekat erat pada diri manusia, Allah juga menyertakan potensi external sebagai pengarah dan pembimbing potensi-potensi internal itu agar berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Tanpa arahan potensi external ini, maka potensi internal tidak akan membuahkan hasil yang diharapkan.

1. Potensi Huda

Yaitu petunjuk Allah yang mempertagas nilai kebenaran yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya untuk membimbing umat manusia ke jalan yang lurus.
“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur”, al-Insan:3.
“....Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati”, al-Baqoroh:38.

2. Potensi Alam

Alam semesta adalah merupakan potensi external kedua untuk membimbing umat manusia melaksanakan fungsinya. Setiap sisi alam semesta ini merupakan ayat-ayat Allah yang dengannya manusia dapat mencapai kebenaran.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat ayat-ayat bagi 'uli al-albab', yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan dalam keadaan berbaring; dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb Kami, tidalah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia", ali Imron:190-191.
“Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan (tempat berpijak) bagimu dan langit sebagai atap, dan menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”, al-Baqoroh:21-22.


Semua potensi yang Allah berikan kepada kita, bukanlah hal yang main-main dan terjadi dengan sendirinya tanpa maksud tertentu. Akan tetapi, potensi itu merupakan modal dasar yang Allah berikan agar kita sukses menjalankan tugas dalam perjalanan ini.


Dengan pemahaman yang baik akan keberadaan kita, seharusnya kita menyadari tentang diri kita yang sebenarnya. Kita tidak sedang bermain-main disini, kita tidak sedang senda gurau disini, tapi kita sedang bertugas untuk menjalankan kepemimpinan Allah atas bumi ini. Sebuah tugas yang maha berat yang hanya akan berhasil apabila kita mengoptimalkan segenap potensi yang ada pada kita.



Alhamdulillah Rabb al-'Alamin.


Bersambung
Lanjutkan Membaca ...

27 Jul 2011

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 3)

Post artikel ini adalah artikel ke  3 dari seri Mengenal dan Memahami Manusia di dalam Agama/Dien Islam. Artikel ini bersumber dari blog  http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/mengenal-manusia-bag-3.html .Silahkan dibaca, semoga memberi manfaat buat anda.

===============================
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan kepada Muslimin Muslimat

Potensi Dasar Manusia

Allah menciptakan manusia dengan memberikan kelebihan dan keutamaan yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya. Kelebihan dan keutamaan itu berupa potensi dasar yang disertakan Allah atasnya, baik potensi internal (yang terdapat dalam dirinya) dan potensi external (yaitu potensi disertakan Allah untuk membimbingnya). Potensi ini adalah modal utama bagi manusia untuk melaksanakan tugas dan memikul tanggung jawabnya.
Oleh karena itu, ia harus diolah dan didaya-gunakan dengan sebaik-baiknya, sehingga ia dapat memunaikan tugas dan tanggung jawab dengan sempurna.

A. Potensi Internal

Potensi internal ialah potensi yang menyatu dalam diri manusia itu sendiri, terdiri:

1. Potensi Fitriyah.

Manusia diberikan oleh Allah potensi fitriyah. Makna fitrah ialah al-Islam.
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama yang lurus, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”, al-Rum:30.
'Dari Abu Hurairah ra, bersabda Rasulullah saw: “Tiada bayi yang dilahirkan kecuali lahir dalam keadaan fitrah. Maka ayah bundanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi. Sebagai lahirnya binatang yang lengkap sempurna. Apakah ada binatang yang lahir terputus telinganya?" Kemudian Abu Hurairah ra membaca: ”Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus”, HR. Mutafaqun ‘alaih.
Dengan demikian, pada diri manusia sudah melekat (menyatu) satu potensi kebenaran (Dien Allah). Kalau ia gunakan potensinya ini, ia akan senantiasa berjalan di atas jalan yang lurus. Karena Allah telah membimbingnya semenjak dalam alam ruh (cek 7:172).

2. Potensi Ruhiyah

Potensi ruhiyah adalah potensi yang dilekatkan pada hati nurani untuk membedakan dan memilih jalan yang hak dan yang batil, jalan menuju ketaqwaan dan jalan menuju kedurhakaan.

“Demi jiwa serta penyempurnaannya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan" al-Syams:7-8.
Di dalam hati setiap manusia telah tertanam potensi ini, yang dapat membedakan jalan kebaikan (kebenaran) dan jalan keburukan (kesalahan). Dari kemampuan ini.

“Wabishah bin Ma’bab ra. berkata: 'Saya datang kepada Nabi saw untuk bertanya tentag bakti (al-birri). Maka sebelum saya bertanya, Nabi bertanya: 'Kau datang untuk bertanya tentang bakti?' Jawabku: Ya. Bersabda Nabi saw: “Tanyakan pada hatimu. Bakti itu ialah semua perbuatan yang menimbulkan ketenangan dalam hati dan jiwa. Sedangkan dosa, itu semua perbuatan yang menimbulkan keraguan dalam hati dan jiwa. Meskipun telah mendapat fatwa dari orang-orang”. HR. Ahmad dan Darimi.Hadits ini menunjukkan bahwa potensi inilah yang menentukan arah kehidupan manusia.

3. Potensi Aqliyah

Potensi aqliyah terdiri dari panca indera dan akal pikiran (sam’a, bashar, fu’ad). Dengan potensi ini, manusia dapat membuktikan dengan daya nalar dan ilmiah, tentang “kekuasaan” Allah. Serta dengan potensi ini, ia dapat mempelajari dan memahami dengan benar seluruh hal yang bermanfaat baginya yang tentu harus diterima dan hal yang mudharat baginya dan tentu harus dihindarkan.

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apapun, dan Dia memberikan kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”, al-An'am:78. 
Potensi inilah yang akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah. 
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu miliki ilmu pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai pertanggung jawaban”, al-Isro:36.

Manusia yang tidak mempergunakan potensi ini, maka sungguh ia telah menyia-nyiakan kelelebihan dan keutamaan yang Allah berikan, sehingga ia tidak pantas mendapat fadhal disisi Allah, tetapi ia sama dengan makhluk yang terendah yaitu binatang ternak, bahkan lebih hina lagi.

"Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”, al-A'rof:179.

4. Potensi Jasmaniyah

Potensi jasmaniyah yaitu kemampuan tubuh manusia yang telah Allah ciptakan dengan sempurna, baik rupa, kekuatan dan kemampuan.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik penciptaan”, al-Tin:5.
“Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan hanya kepada-Nyalah kembalimu”, al-Taghabun:3.
Potensi jasmaniyah ini adalah merupakan basthoh fil khalqi (fil jism). Sebagai modal utama untuk melaksanakan tugasnya.


Alhamdulillah Rabb al-'Alamin


Bersambung .......
Lanjutkan Membaca ...

Cara Islam Mengatasi Kemiskinan

Isu kemiskinan dan pengangguran kembali mencuat dan mendapat perhatian banyak pihak pasca pidato kontroversial Presiden SBY pada 16 Agustus 2006 lalu di depan DPR. Terlepas dari perdebatan yang terjadi tentang kesahihan data kemiskinan, momentum ini sebenarnya lebih penting digunakan untuk mendorong kembali wacana strategi pengentasan kemiskinan yang tepat untuk Indonesia.


Pemerintahan SBY-JK ketika dilantik pada 2004 mengusung strategi tiga jalur (triple track strategy) untuk pemulihan ekonomi yaitu pengentasan kemiskinan (pro-poor), percepatan pertumbuhan ekonomi (pro-growth), dan perluasan kesempatan kerja (pro-employment). Data kemiskinan terbaru yang dirilis BPS pekan lalu, memastikan bahwa strategi tiga jalur dari pemerintahan SBY-JK terbukti gagal. Per Maret 2006, angka kemiskinan adalah 17,75% atau meningkat dari 16,66% di tahun 2004. Dibutuhkan strategi baru untuk kemiskinan, yang lebih komprehensif, menyentuh akar permasalahan, dan tidak hanya retorika belaka.


Akar Kemiskinan


Islam memandang bahwa kemiskinan sepenuhnya adalah masalah struktural karena Allah telah menjamin rizki setiap makhluk yang telah, sedang, dan akan diciptakannya (QS 30:40; QS 11:6) dan pada saat yang sama Islam telah menutup peluang bagi kemiskinan kultural dengan memberi kewajiban mencari nafkah bagi setiap individu (QS 67:15). Setiap makhluk memiliki rizki-nya masing-masing (QS 29:60) dan mereka tidak akan kelaparan (QS 20: 118-119).


Dalam perspektif Islam, kemiskinan timbul karena berbagai sebab struktural. Pertama, kemiskinan timbul karena kejahatan manusia terhadap alam (QS 30:41) sehingga manusia itu sendiri yang kemudian merasakan dampak-nya (QS 42:30). Kedua, kemiskinan timbul karena ketidakpedulian dan kebakhilan kelompok kaya (QS 3: 180, QS 70:18) sehingga si miskin tidak mampu keluar dari lingkaran kemiskinan. Ketiga, kemiskinan timbul karena sebagian manusia bersikap dzalim, eksploitatif, dan menindas kepada sebagian manusia yang lain, seperti memakan harta orang lain dengan jalan yang batil (QS 9:34), memakan harta anak yatim (QS 4: 2, 6, 10), dan memakan harta riba (QS 2:275).


Keempat, kemiskinan timbul karena konsentrasi kekuatan politik, birokrasi, dan ekonomi di satu tangan. Hal ini tergambar dalam kisah Fir’aun, Haman, dan Qarun yang bersekutu dalam menindas rakyat Mesir di masa hidup Nabi Musa (QS 28:1-88). Kelima, kemiskinan timbul karena gejolak eksternal seperti bencana alam atau peperangan sehingga negeri yang semula kaya berubah menjadi miskin. Bencana alam yang memiskinkan ini seperti yang menimpa kaum Saba (QS 34: 14-15) atau peperangan yang menciptakan para pengungsi miskin yang terusir dari negeri-nya (QS 59:8-9).


Dengan memahami akar masalah, akan lebih mudah bagi kita untuk memahami fenomena kemiskinan yang semakin meraja di sekeliling kita. Bukankah akar kemiskinan di negeri ini adalah perilaku eksploitatif akibat penerapan bunga sehingga kita setiap tahunnya harus menghabiskan sebagian besar anggaran negara untuk membayar bunga utang dan sektor riil harus collapse tercekik bunga tinggi perbankan? Bukankah akar kemiskinan di negeri ini adalah birokrasi yang korup dan pemusatan kekuasaan di tangan kekuatan politik dan pemilik modal sehingga tidak jelas lagi mana kepentingan publik dan mana kepentingan pribadi? Bukankah akar kemiskinan di negeri ini adalah buah dari kejahatan kita terhadap lingkungan yang kita rusak sedemikian masif dan ekstensif?


Strategi Pengentasan Kemiskinan


Islam memiliki berbagai prinsip-prinsip terkait kebijakan publik yang dapat dijadikan panduan bagi program pengentasan kemiskinan dan sekaligus penciptaan lapangan kerja. Pertama, Islam mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat (pro-poor growth).


Islam mencapai pro-poor growth melalui dua jalur utama: pelarangan riba dan mendorong kegiatan sektor riil. Pelarangan riba secara efektif akan mengendalikan inflasi sehingga daya beli masyarakat terjaga dan stabilitas perekonomian tercipta. Pada saat yang sama, Islam mengarahkan modal pada kegiatan ekonomi produktif melalui kerjasama ekonomi dan bisnis seperti mudharabah, muzara’ah, dan musaqat. Dengan demikian, tercipta keselarasan antara sektor riil dan moneter sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkesinambungan.


Kedua, Islam mendorong penciptaan anggaran negara yang memihak kepada kepentingan rakyat banyak (pro-poor budgeting). Dalam sejarah Islam, terdapat tiga prinsip utama dalam mencapai pro-poor budgeting yaitu: disiplin fiskal yang ketat, tata kelola pemerintahan yang baik, dan penggunaan anggaran negara sepenuhnya untuk kepentingan publik.


Tidak pernah terjadi defisit anggaran dalam pemerintahan Islam walau tekanan pengeluaran sangat tinggi, kecuali sekali pada masa pemerintahan Nabi Muhammad karena perang. Yang lebih banyak didorong adalah efisiensi dan penghematan anggaran melalui good governance. Di dalam Islam, anggaran negara adalah harta publik sehingga anggaran menjadi sangat responsif terhadap kepentingan orang miskin, seperti menyediakan makanan, membayar biaya penguburan dan utang, memberi pinjaman tanpa bunga untuk tujuan komersial, dan beasiswa bagi yang belajar agama.


Ketiga, Islam mendorong pembangunan infrastruktur yang memberi manfaat luas bagi masyarakat (pro-poor infrastructure). Islam mendorong pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak eksternalitas positif dalam rangka meningkatkan kapasitas dan efisiensi perekonomian. Nabi Muhammad SAW membagikan tanah di Madinah kepada masyarakat untuk membangun perumahan, mendirikan pemandian umum d sudut kota, membangun pasar, memperluas jaringan jalan, dan memperhatikan jasa pos. Khalifah Umar bin Khattab membangun kota Kufah dan Basrah dengan memberi perhatian besar pada infrastruktur dan tata ruang kota. Beliau juga memerintahkan Gubernur Mesir, Amr bin Ash, untuk mempergunakan sepertiga penerimaan Mesir untuk pembangunan jembatan, kanal, dan jaringan air bersih.


Keempat, Islam mendorong penyediaan pelayanan publik dasar yang berpihak pada masyarakat luas (pro-poor public services). Terdapat tiga bidang pelayanan publik yang mendapat perhatian Islam secara serius: birokrasi, pendidikan, dan kesehatan.


Di dalam Islam, birokrasi adalah amanah untuk melayani publik, bukan untuk kepentingan diri sendiri atau golongan. Khalifah Usman tidak mengambil gaji dari kantor-nya. Khalifah Ali membersihkan birokrasi dengan memecat pejabat-pejabat pubik yang korup. Selain itu, Islam juga mendorong pembangunan pendidikan dan kesehatan sebagai sumber produktivitas untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Nabi Muhammad SAW meminta tebusan bagi tawanan perang dengan mengajarkan baca tulis kepada masyarakat. Nabi Muhammad juga menyuruh masyarakat berperilaku hidup bersih dan memerintahkan agar orang sakit dikarantina hingga sembuh untuk mencegah penyebaran penyakit.


Kelima, Islam mendorong kebijakan pemerataan dan distribusi pendapatan yang memihak rakyat miskin (pro-poor income distribution). Terdapat tiga instrument utama dalam Islam terkait distribusi pendapatan yaitu aturan kepemilikan tanah, penerapan zakat, serta menganjurkan qardul hasan, infak, dan wakaf. Islam mengatur bagi setiap orang yang menghidupkan tanah mati, maka tanah itu menjadi milik-nya. Dan bagi siapa saja yang menelantarkan tanahnya, maka negara berhak mengambilnya untuk kemudian memberikan kepada orang lain yang siap mengolah-nya. Dengan penerapan zakat, maka tidak akan ada konsentrasi harta pada sekelompok masyarakat. Zakat juga memastikan bahwa setiap orang akan mendapat jaminan hidup minimum sehingga memiliki peluang untuk keluar dari kemiskinan. Lebih jauh lagi, untuk memastikan bahwa harta tidak hanya beredar di kalangan orang kaya saja, Islam juga sangat mendorong orang kaya untuk memberikan qard, infak, dan wakaf.


Demikianlah Islam mendorong pengentasan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, fokus pada pengembangan sektor riil, dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.


Yusuf Wibisono, Dosen UI
Republika Online
Lanjutkan Membaca ...

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 2)

Post kali ini adalah kelanjutan dari materi pembahasan tentang Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 1). Sumber artikel ini berasal dari http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/mengenal-manusia-bag-2.html . Semoga post artikel ini dapat mempertebal keimanan para pembacanya.
=================================
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, kesejahteraan bagi Muslimin Muslimat.


Dalam tulisan sebelumnya kita telah membahas tentang prinsip dan proses penciptaan manusia. Pembahasan itu menggugah kesadaran kita bahwa sebelum kita menjadi seperti sekarang ini dahulunya kita tidak ada dan bukan apa-apa. Maka segala sesuatu yang ada pada kita hari ini adalah pemberian Allah yang patut kita syukuri.


Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang bahan dasar penciptaan manusia. Hal ini kita pelajari agar kita memahami siapa kita dan akan kemana kita.

A. Bahan Dasar (Bentuk Dan Isi) Manusia.

1. Bentuk Dasar.

Bahan dasar manusia adalah tanah yang tidak berharga, sebagaimana diterangkan dalam ayat di bawah ini:
"Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani)”, Al-Sajdah:7-8.
Seorang manusia yang gagah perkasa, tampan dan cantik rupawan hanyalah berbahan dasar tanah liat/tanah tembikar yang merupakan bahan terendah yang kurang berharga. Bila kita perhatikan asal kejadian diri kita ini, maka kita tidak akan suka menyombongkan diri menentang dan mendurhakai Allah pencipta kita. Akan tetapi kita akan tunduk merendahkan diri kita kepada Allah, karena hanya atas karunia-Nyalah kita menjadi ada.

2. Isi Dasar

Dari bahan dasar yang sangat rendah tersebut di atas, kemudian Allah mengisinya dengan sesuatu yang sangat tinggi nilainya yaitu ruh-Nya. Sebagaiamana firman-Nya:
"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya ruh ciptaan-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”, al-Sajdah:9.
Dengan demikian manusia memiliki hubungan yang sangat dekat sekali dengan Allah karena manusia diberi ruh-Nya. Dari dua asal yang sangat berbeda ini menunjukkan adanya dua hal yang berbeda. Jasad kita yang diciptakan dari bahan dasar tanah maka ia memiliki kecenderungan yang sangat kuat kepada tanah atau segala hal yang berasal dari tanah, sebagaimana firman Allah:
"dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa yang diingini, yaitu: wanita, anak, harta yang melimpah berupa emas dan perak, kuda pilihan (kendaraan), binatang ternak dan sawah ladang...", Ali Imron:14.
Sedangkan ruh (jiwa) yang berasal dari Allah, maka ia juga memiliki kecenderungan dan kebutuhan kepada petunjuk Allah yaitu al-Din, jalan menuju taqwa.
"katakanlah: inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu? Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Robb mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai". Ali Imron:15.
Dari pemahaman diatas kita dituntut untuk merubah paradigma kita tentang hidup. Berfikir jauh kedepan bahwa kita ini lebih dari hanya sekedar materi yang akan hancur seiring berjalannya waktu. Kita adalah ruh yang diturunkan dari langit yang mengemban suatu amanah besar dari Allah yaitu al-Din al-Islam untuk diterapkan dimuka bumi sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam. Jangan lupa! Amanah tersebut nanti di hari kemudian akan dimintai pertanggung-jawabannya.

Alhamdulillah Rabb al-'Alamin.
Lanjutkan Membaca ...

26 Jul 2011

Mengenal dan Memahami Manusia dalam ISLAM (bag. 1)

Artikel dalam post ini bersumber dari http://studikomprehensifislam.blogspot.com/2011/06/blog-post.html, jika, anda memiliki komentar, pertanyaan atau hal-hal lain berkaitan dengan artikel ini, silahkan anda kunjungi link diatas.


Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam kepada Rasulullah, sejahtera kepada Muslimin Muslimat.
Inilah hal pertama yang harus kita pelajari dalam islam yaitu mengenal manusia, mengenal diri kita. Jika ada anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya, biasanya orang tua itu akan mengatakan: 'dasar kamu anak yang tidak tahu diri,...'. Maka dari itu agar kita tidak dikatakan sebagai orang yang tidak tahu diri, marilah kita bersama-sama kenali diri kita.

A. Prinsip Penciptaan Manusia‏

"Bukankah telah datang atas manusia suatu waktu dari masa, sedang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut", Al-Insan:1
“Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?”, Maryam:67.
Kedua ayat di atas dimulai dengan kalimat istifham (pertanyaan) yang menuntut perhatian supaya manusia memikirkan diri dan proses kejadiannya, sehingga dengan itu ia akan berlaku dengan benar dalam kehidupan di dunia ini sesuai dengan fungsi dan tujuan penciptaannya. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Pada mulanya ia bukanlah apa-apa, tidak ada, tidak berwujud dan tidak berbentuk. Kemudian atas kehendak-Nya, ia diciptakan.

Ihwal penciptaan manusia ini, menunjukkan KeMaha Kuasaan Allah. Hal ini harusnya menjadi renungan manusia, betapa tanpa kekuasaan-Nya, dirinya bukanlah apa-apa.

B. Proses Penciptaan Manusia

1. Proses Azali

Proses azali adalah proses dimana peran ke Maha-'Kunfayakun'-an Allah terjadi, tidak ada sedikitpun campur tangan manusia. Seperti dalam penciptaan Adam yang diciptakan dari tanah liat yang dibentuk. Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam. Dan Isa Al-Masih yang diciptakan tanpa seorang ayah.
Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam ayat berikut:
'dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering yang diberi bentuk', Al-Hijr:26.
'Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu', An-Nisa:1‏
'Sesungguhnya misal penciptaan Isa di sisi Allah, adalah seperti penciptaan Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman: “Jadilah”, maka jadilah dia', Ali Imron:59.

‏2. Proses Alami

Proses alami adalah proses kejadian manusia setelah Adam dan Hawa terkecuali Isa as, yaitu harus adanya percampuran antara laki-laki dan perempuan, bertemunya sel sperma dan indung telur di dalam rahim perempuan. Dalam rahim seorang ibu ia dibentuk dengan melalui beberapa tahapan dan dalam waktu yang telah ditetapkan. Kemudian setelah sempurna kejadiannya, ia dilahirkan ke atas dunia sebagai seorang bayi, lalu Allah tumbuhkan ia menjadi dewasa danmenjadi tua, kemudian Allah wafatkan.

Sebagaimana firman Allah di bawah ini:

'Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati berasal dari tanah. Kemudian saripati itu Kami jadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu bener-benar akan mati. Kemudian kamu akan dibangkitkan di hari kiamat', Al-Mu'minun:12-16.
Dari pemahaman tersebut dapat diambil pelajaran bahwa dengan kekuasaan-Nya, Allah mampu untuk mengabulkan setiap doa-doa kita. Namun, kita sebagai manusia di perintahkan untuk setia menjalani setiap tahapan dari proses mewujudkan keinginan-keinginan tersebut.

Alhamdulillah Rabb al-'Alamin.
Lanjutkan Membaca ...