7 Jan 2011

Inilah Rahasia Candu Cabai


INILAH.COM, Jakarta- Harga cabai di Indonesia terus melambung. Masyarakat pun pusing dibuatnya karena cabai atau sambal harus tetap tersedia setiap kali makan. Kenapa orang susah meninggalkan cabai atau sambal, padahal rasanya pedas?

Perasaan saat Anda mengonsumsi makanan pedas, sama ketika Anda jatuh cinta, tertarik terhadap sesuatu, rasa sakit atau orgasme. Perasaan itu datang dari endorphin (endogenous morphine) yang berfungsi sebagai penerima sistem saraf. Unsur itu diproduksi di kelenjar pituitari dan hipotalamus.

Endorphin menyiratkan aktivitas farmakologi sebagai lawan dari formulasi kimia yang spesifik. Unsur ini terdiri dari dua bagian yaitu endo danorphin yang berbarti endogen dan morfin. Sederhananya, ini berarti zat morfin yang berasal dari dalam tubuh.

Endorphin merujuk pada perasaan kegembiraan yang muncul setelah merasakan sakit, bahaya atau stress. Ketika impuls saraf mencapai sumsum tulang belakang, endorfin yang dilepaskan mencegah sel saraf melepas sinyal rasa sakit lebih banyak.


Sehingga, saat Anda merasa kepedasaan atau tidak nyaman, endorfin memungkinkan manusia merasakan ciri kekuasaan dan kontrol diri mereka yang memungkinkan mereka untuk bertahan dengan aktivitas tersebut dalam waktu lama.

Capsaicin merupakan senyawa kimia aktif dalam cabai merah yang dianggap merangsang pelepasan endorfin. Topikal capsaicin telah digunakan untuk pengobatan beberapa jenis pengobatan rasa sakit kronis. [ast]

Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar