18 Jan 2011

Inilah Penyebab Kepala Daerah Lakukan Korupsi


INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komis II DPR Ganjar Pranowo menegaskan bahwa sistem pemilihan Pemilukada perlu dievaluasi karena selalu mendorong orang untuk melakukan korupsi.

"Saya melihat sebenarnya sistemnya mendorong. Kalau sistem rekruitmennya masih seperti ini ya masih akan banyak," ujar Ganjar di Jakarta, Selasa (18/1/2011).

Menurut politisi PDIP itu yang mendorong para kepala daerah itu untuk korupsi adalah keharusan untuk mengembalikan modal setelah menghabiskan banyak biaya pada saat pemilihan.

Ganjar merinci, setidaknya untuk mencalonkan bupati, seseorang harus menghabiskan Rp5 miliar. "Sementara pendapatan hanya Rp6,5 juta per bulan, ditambah tunjangan-tunjangan kira-kira Rp10-12 juta. Kalau habis Rp5 miliar, dapatnya dari mana?" ujarnya meragukan.

Ganjar setuju agar sistem pemilihan kepala daerah dibuat lebih selektif sehingga menyulitkan orang untuk korupsi.

"Sistemnya dibuat simpel, demokratisasi berjalan tapi cost politik tak tinggi. Pilihannya kan ke DPRD. Makanya meski ada pembatasan dana kampanye," katanya. "Kalau cuma kampanye saja tak masalah, tapi kan bagi-bagi uang," tandasnya. [mah]
Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar