16 Jan 2011

Upload lagu "Gayus", Bona diteror


Gorontalo, Pelantun lagu "Andai Aku Jadi Gayus", Bona Paputungan, mengaku diteror seorang penelpon tidak dikenal, yang mengatasnamakan dirinya sebagai anggota Detasemen Khusus (Densus). Video Youtube yang sempat ramai diberitakan Sabtu (16/1), berkembang menjadi teror atas nama keamanan nasional, demikian alasan si peneror. Lagu itu menggambarkan sepak terjang Gayus yang bebas melakukan apapun, meski menjadi tersangka kasus penggelapan pajak.

Lagu yang diposting di Youtube pada 14 Januari dan berdurasi 4 menit 47 detik itu, kini diunggah oleh lebih dari ratusan ribu pengunggah. Namun niat menyindir Gayus melalui parodi lagu tersebut, kini Bona yang mantan napi ini terancam keselamatan keluarganya, penelpon tersebut menyalahkan Bona atas lagunya yang telah beredar luas di dunia maya dan diberitakan berbagai media. Bahkan dari pembicaraan yang berhasil terekam, Bona merasa penelpon tersebut telah mengancam keselamatan jiwanya dan keluarganya.


Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=SEKnyIddtDU

Seperti dilaporkan beberapa media, oknum Densus juga memaksa Bona menarik lagu parodinya yang sudah terlanjur online di berbagai media online dan beberapa televisi nasional.

Sebelumnya agar Bona dan keluarganya selamat, si penelepon gelap yang mengaku anggota kesatuan aparat hukum itu meminta agar lagu Bona berjudul Andai Aku Gayus Tambunan segera ditarik dari peredarannya.”Saya tidak akan tarik lagu itu. Lagi pula, lagunya sudah tersebar di internet,” ungkap Bona.

Kepala Satuan (Kasat) Ops I Reskrim Polda Gorontalo, AKBP Haddra mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan saat ini sebagai tahap awal. Menurutnya, penyidik masih mengumpulkan informasi dari pelapor dan para saksi. Untuk menjaga keselamatan dirinya dan keluarganya, Bona telah melaporkan penelepon gelap itu ke kepolisian daerah Gorontalo semalam. Penelepon tersebut kata Bona, menggunakan nomor 08128648290 untuk menterornya. ”Jam 01.30 dini hari saya telah melapor ke Polda,” ujar Bona.

Katanya Demokrasi bisa bebas berbicara??? hehehe....

(dsvn2/voa-islam.com)
Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar