18 Jan 2011

Wikileaks Siap Bongkar Sisi Gelap Bank Swiss


VIVAnews - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, mengaku telah mengantongi ribuan nama pemilik rekening di bank Swiss dari seluruh dunia, yang kemungkinan besar menunggak pajak. Rencananya nama-nama ini akan dibeberkan ke publik melalui laman spesialis pembocor rahasia itu dalam dua pekan mendatang.

Harian The Telegraph mengabarkan, Assange memperoleh data nama-nama tersebut langsung dari mantan pejabat Bank Julius Baer Swiss, Rudolf Elmer, Senin 17 Januari 2011 di London, Inggris. Baer, yang telah menjabat di bank tersebut selama delapan tahun, mengatakan bahwa motivasinya adalah membongkar kasus dugaan penggelapan pajak dari para pemilik rekening tersebut.

Dia mengatakan bahwa pada cakram digital (CD) yang diberikan ke Assange terdapat nama-nama 2.000 orang kaya pemilik rekening di Swiss. Mereka, di antaranya, 40 politisi dan selebritas dari Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Austria dan Asia.

Elmer mengatakan bahwa dia ingin mendidik masyarakat dengan membeberkan nama-nama tersebut. “Saya berpikir, sebagai seorang bankir, saya punya hak untuk bertindak jika melihat sesuatu yang salah,” ujar Elmer.

“Saya tahu bagaimana sistem bekerja dan saya tahu bagaimana bisnis ini berjalan. Dari sudut pandang itu, saya ingin masyarakat tahu yang saya tahu,” ujar Elmer.

Sekembalinya Elmer dari London, dia akan menghadapi pengadilan Swiss atas tuduhan pelanggaran peraturan kerahasiaan bank dengan mencuri informasi rahasia. Pada sidang pertamanya yang akan berlangsung minggu ini, Elmer akan memberikan penjelasan dan jawaban atas tuduhan tersebut.

Assange mengatakan bahwa data-data tersebut akan ditampilkannya di laman WikiLeaks dua minggu lagi setelah melalui proses verifikasi. “Saya telah membaca beberapa surat dari tuan Elmer. Dia adalah seorang pembocor rahasia (whistle blower) yang bonafit dan saya rasa, kami punya kewajiban untuk mendukungnya dalam masalah ini,” ujar Assange.

Assange juga mengatakan akan memberikan beberapa informasi dari Elmer tersebut kepada Kantor Penipuan Serius di London untuk ditindaklanjuti.

Assange kini tengah membeberkan lebih dari 250.000 memo diplomatik dari Kedutaan Besar Amerika di seluruh dunia yang membuat geger negeri Paman Sam tersebut. Kini dia juga tengah berjuang menolak ekstradisi ke Swedia atas kasus dugaan perkosaannya.

Assange, seperti dilansir dari harian Herald Sun, adalah seorang peretas jenius yang kerap diadili karena membobol jaringan beberapa perusahaan. Di antaranya yang menjadi korban adalah perusahaan Telecom. Pada tahun 1991, Assange memasuki 11.000 komputer perusahaan tersebut dengan membongkar password mereka.

Barulah pada 2006, Assange mendirikan WikiLeaks yang menggemparkan dunia. (umi)
Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar