21 Jan 2011

Pria Inggris Ditangkap Karena Membakar Al Qur'an dan Menghina Islam


Pria Inggris Ditangkap Karena Membakar Al Qur'an dan Menghina Islam

LONDON (voa-islam.com): Seorang pria di Inggris ditangkap setelah diduga membakar Al Qur'an serta berteriak-teriak menghina Islam, menurut pernyataan polisi.

Dia dilaporkan berdiri di sebuah jalan di pusat kota Carlisle pada hari Rabu dan berteriak menghina Islam di depan kerumunan orang-orang.

Orang itu kemudian diduga membakar Al Qur'an yang dia pegang sebelum membuangnya ke jalan dan bergegas pergi. Petugas kemudian tiba di tempat kejadian beberapa waktu kemudian dan melakukan penyelidikan.

Seorang juru bicara kepolisian Cumbria mengkonfirmasikan bahwa seorang pria 32 tahun telah ditangkap yang diduga adalah pria tersebut, tidak disebutkan siapa nama pria tersebut.

Dia menambahkan: "Pada hari Rabu polisi menerima laporan bahwa Al Qur'an sedang dibakar oleh pria di pusat kota Carlisle. Polisi kemudian membawa sisa-sisa Al Qur'an yang dibakar tersebut dan seorang pria 32 tahun telah ditangkap karena telah mengeluarkan kata-kata yang menghina ras, mengancam dan kelakuan kasar."

Insiden ini terjadi disaat pendeta kontroversial asal Amerika pastor Terry Jones mengatakan dia kecewa telah dilarang datang ke Britania Raya, ia menyebutnya sebagai "tidak adil".

Pastor itu memicu kemarahan ketika ia mengumumkan rencana oleh gereja yang berbasis di Florida untuk membakar Al Qur'an sebagai peringatan serangan 9/11 di Amerika.

Pastor Jones sendiri telah menerima undangan untuk menjadi pembicara didepan sebuah kelompok di Inggris yang menamai dirinya England Is Ours.

Sekretaris Dalam Negeri kemudian menyatakan akan melarang pastor Jones datang ke Inggris, atas langkah pemerintah Inggris tersebut pastor Jones bersikeras dia tidak memusuhi Muslim atau Islam, ia berdalih hanya memusuhi "unsur radikal Islam."

Seorang jurubicara Kantor Dalam Negeri mengatakan: "Pemerintah menentang ekstrimisme dalam segala bentuknya, lalu kenapa kita harus mengecualikan Pastor Terry Jones datang ke Inggris sebagai hak istimewa, itu adalah tidak benar, dan kita tidak bersedia mengijinkan dia masuk mereka, yang kehadirannya tidak kondusif untuk kepentingan publik." [Za/google/UKPA]
Lihat dalam tampilan PDF

0 comments:

Poskan Komentar